Mengapa Kami Lahir di Sini?

69 8 2
                                        

Tuhan, Kau lihat pertiwi kami?
Biru lautan yang dahulu dikagumi
Hijau pokok nan asri
Kini rusak oleh penguasanya sendiri

Baru kemarin kami memestakan tujuh belas itu
Tapi sekarang kami dibuat rangak
Dada kami serasa bergelegak
Sesak, seolah seluruh badan kami dipalu

Kami tak bisa, Tuhan
Ini sudah terlalu pelik
Banyak raga yang dikorbankan
Gaungan jelata seolah tak buat mereka bergidik

Mereka yang seharusnya melindungi
Mereka yang seharusnya mendengarkan aspirasi
Sekarang berbalik menindas
Berbalik melindas

Tuhan, pertiwi kami menangis
Kami seolah dibuat tercerai-berai
Kami seolah dicap bengis
Dan seolah kami dikepung di tepi ngarai

Kami penat, Tuhan
Menangisi saudara kami sendiri
Mengeja warta yang bertebaran
Menatap nanar pada mereka yang tak peduli

Tuhan, satu pertanyaan saja di benak kami
Mengapa kami lahir di sini?

Tegal, 31 Agustus 2025

***

Stay safe, semua.
Aku harap ini segera usai.
Semoga Indonesia lekas sembuh.
Jika kesembuhan itu datang kelak, mari kita tumbuh dan pulih sama-sama.

Sajak PuisikuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang