Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
. . .
Haechan tengah berada di minimarket milik Agensi untuk membeli minuman dan cemilan. Pemuda itu mengulum senyum kala melihat seseorang yang ia kenali sedang berdiri di tempat snacks.
Haechan berjalan mendekat dengan pelan. "Lagi ngapain, hm?"
"Astaga!"
Haechan hanya tertawa saat seseorang tersebut menoleh dengan ekspresi wajah terkejut.
"Ish, Haechan!"
"Aku ngagetin?" ucap pemuda masih dengan tawanya yang belum menghilang.
"Pake nanya lagi. Ck!"
Yangyang merengut kesal. Dia benar-benar sangat terkejut. Bahkan jantungnya seakan ingin meloncat keluar.
Haechan mengulum senyum, lalu tangan pemuda itu terulur untuk mengusap-usap rambut Yangyang.
"Maaf, ya."
"Eeehm.... Iya." Yangyang mengangguk dengan pipi memanas.
Haechan menjauhkan tangannya. "Beli apa?" Ia bertanya seraya mengambil salah satu snack.
"Jajan," sahut Yangyang. "Kamu lagi istirahat?"
"Iya, nih," balas Haechan seraya memperhatikan barang belanjaan Yangyang yang ada di dalam keranjang biru. "Banyak banget. Buat siapa aja?" Ia bertanya heran.
"Ada pesanan dari gege," jawab Yangyang.
"Oh, pantesan beli sebanyak ini," ucap Haechan. Pemuda itu mengambil alih keranjang di tangan Yangyang. "Biar aku aja yang bawa."
"Eeum, oke." Yangyang tersenyum manis. "Ke tempat minuman, yuk! Aku mau beli minuman juga."
Haechan membalas senyumannya. Mereka berjalan ke tempat lemari pendingin.
"Urusan kamu sama Giselle udah selesai?" tanya Haechan.
"Hu'um." Yangyang mengangguk.
"Kalau boleh tau, ada urusan apa?" tanya Haechan lagi. Ia mengambil minuman kaleng.
"Gak ada hal penting, kok," ucap Yangyang sambil tersenyum. "Jangan cemburu~"
Haechan terkekeh pelan. "Enggaklah."
Yangyang langsung merengut. Pemuda itu mengambil beberapa minuman kaleng pesanan sang Kakak di unit WayV, lalu meletakkannya di dalam keranjang.
Pintu minimarket terbuka. Haechan dan Yangyang menoleh secara bersamaan. Senyuman Haechan merekah kala melihat Zhong Chenle berdiri di ambang pintu.
"Hyungie....."
Chenle berjalan mendekat dengan langkah sedikit lebar.
"Hai."
Haechan menyapa. Sementara Yangyang hanya tersenyum.