Chapter 2

5.2K 331 231
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


.
.
.

Latihan hampir mendekati akhir. Para anggota masih fokus latihan serta sesekali saling becanda. Semuanya terekan oleh kamera untuk kebutuhan konten di kemudian hari. Namun, ada bagian-bagian tertentu yang nanti tidak akan ditayangkan. Seperti Haechan yang sering membuka bajunya karena kepanasan.

Kini kamera sudah dimatikan. Semua terlihat bersorak sebagai penyemangat untuk segala kerja keras mereka hari ini. Semoga hasilnya memuaskan di mata publik serta penggemar.

Haechan berjalan menghampiri Mark bersama Yuta yang tengah membahas album baru grup. Pemuda itu mendudukkan diri di samping Mark yang seketika menoleh.

"Mau langsung pulang atau mampir dulu?" tanya Haechan seraya mengambil minuman dingin di tangan Yuta. Sementara sang Kakak hanya diam menatap dengan mata berkedip dalam beberapa saat.

"Nanya ke siapa?" balas Mark bingung.

"Ya, lo, Hyung," sahut Haechan. "Ada kerjaan lagi?" Ia kembali bertanya.

Mark menggeleng. "Enggak, sih. Mau langsung pulang aja."

"Ya, udah gue anterin pulang. Tadi dijemput manager hyung, kan?" kata Haechan seraya menatap Yuta yang langsung mengalihkan pandangan ke arah lain. Tangan pemuda itu terlihat mengambil benda random dengan sedikit tergesa.

"Apa gak ngerepotin lo?" ucap Mark ragu. "Kalau emang lo masih ada urusan, gak perlu repot nganterin gue segala. Gue bisa pulang sama manager hyung."

"Enggaklah. Gue free. Habis nganterin lo mau ke dorm bentar," kata Haechan. Ia memilih abai apa yang dilakukan oleh Yuta karena terkedang teman segrupnya sering bertingkah lebih aneh dari dirinya.

"Mau apa?" tanya Mark penasaran.

"Kepo, singa." Haechan mengacak-acak rambut Mark hingga membuat pemuda itu merengut. "Tawaran gue dijawab dulu."

"Iya mau," sahut Mark sembari mengangguk pelan.

"Nah, gitu."

Kali ini Haechan memberi sebuah cubitan ringan di pipi Mark.

"Aish....."

Haechan tertawa kala mendengar sang Kakak merengut karena ulahnya.

"Tapi gue mau ketemu Neochil dulu di ruangan sebelah. Gak bakal lama, sih," ucap Haechan.

Mark menatap pemuda itu dengan bingung. "Mau ngapain ketemu mereka?"

"Ada urusan bentar sama Sion," sahut Haechan.

Mark mengangguk samar. Entah mengapa perasaannya jadi kurang baik setelah Haechan menyebutkan nama salah satu anggota terbaru di NCT.

Sementara Yuta yang sejak tadi ada di sana mendengarkan obrolan kedua pemuda itu sembari berpura-pura menyibukan diri kini menoleh ke arah mereka.

PANGERAN (Hyuckle)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang