Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
. . .
Senyuman di wajah Kim Doyoung merekah kala mobil milik Haechan berhenti di depan rumahnya.
Pemuda itu segera beranjak untuk menghampiri orang yang ia cintai. Namun, senyumnya langsung memudar setelah melihat seseorang sudah duduk manis di sebelah Haechan.
Mark Lee.
"Hai, Hyung." Mark menyapa dengan senyum yang tampak menyebalkan.
"Sorry lama, Hyung. Gue jemput Mark dulu," kata Haechan.
Doyoung menarik napas berusaha agar tangannya tidak kelepasan menarik Mark keluar dari dalam mobil Haechan.
"Gak masalah, Chan. Gue juga baru selesai beres-beres," sahut Doyoung mencoba untuk tetap tersenyum manis walau hati pemuda itu tengah jengkel.
"Ayo, masuk. Nanti kita telat," ujar Haechan.
"Lo duduk di belakang, ya. Soalnya kalau di depan gak bakal muat," kata Mark dengan nada meledek.
"Nyuri start mulu lo, ya," sindir Doyoung seraya membuka pintu belakang mobil.
"Siapa cepat dia dapat, Hyung," balas Mark. Ia tersenyum puas.
"Sialan!" gerutu Doyoung jengkel.
Haechan tidak mendengar obrolan keduanya karena ia sedang sibuk pada ponsel.
Mark memegang tangan pemuda itu yang langsung menoleh. "Jalan, Chan."
"Oh, oke."
Haechan mengangguk, lalu menjalankan mobil menuju tempat mereka bekerja.
. . .
"Udah gue duga. Mark lagi, Mark lagi," ucap Yuta saat melihat kedatangan Haechan bersama Mark. "Nyebelin."
Jaehyun, Johnny, Taeyong dan Jungwoo mengangguk setuju kali ini. Mereka kesal karena lagi-lagi Mark yang beruntung.
"Eh, ternyata ada si Doymbret juga," celetuk Taeyong ketika baru menyadari kehadiran Doyoung bersama Haechan dan Mark.
"Ceritanya mereka berdua dijemput Haechan, huh?" gumam Johnny.
"Pasti gitulah," sahut Yuta ketus.
"Besok gue harus lebih gerak cepat kaya mereka berdua," ujar Jaehyun.
"Lo mau minta dijemput Haechan juga?" tanya Taeyong.
"Iyalah," sahut Jaehyun.
Jungwoo mencabikan bibirnya, kemudian beranjak mendekati posisi Haechan berada. Walau pemuda itu tengah berjalan ke arah mereka.
"Chan!"
"Hai, Hyung." Haechan menyapa sembari tersenyum.
"Kenapa manggil Haechan doang? Di sini ada gue sama Mark juga," kata Doyoung.