Chap 15

1K 43 9
                                        

"Jadi, tidak ada utusan kita yang selamat pada malam itu?" Tanya seseorang yang sedang berdiri membelakangi lawan bicaranya itu

Ia terus menatap ke arah jendela yang tepat berada di depannya, kedua bola matanya terfokus kepada hamparan pegunungan bersalju yang luas di luar jendela tersebut

"Benar.. tuan" Jawab seorang asisten yang berdiri tak jauh dibelakangnya, nada bicaranya yang sedikit pelan dan hati-hati tersebut menjadi isyarat kalau dirinya merasakan perasaan yang tidak nyaman saat menyampaikan informasi tersebut

Seseorang yang dipanggil tuan itu pun membalikkan tubuhnya dan menatap ke arah asistennya, "Apa kamu sedang ketakutan?" Tanya nya

"Tidak" Jawab asistennya dengan nada tegas yang dapat dengan jelas ditebak kalau ucapannya barusan adalah sebuah kebohongan

Tuan tersebut pun tertawa kecil, "Aku tidak seperti kakak ku ceroboh itu, jadi santailah" Ucapnya

"Baik.. terima kasih, tuan" Jawab sang asisten sambil menundukkan tubuhnya sebanyak 15° ke arah tuannya

Sang pemberi perintah itupun berjalan perlahan ke arah asistennya yang masih mempertahankan posisi tubuhnya, ia mendaratkan telapak tangan kanan miliknya ke pundak asistennya tersebut dan berkata dengan nada yang pelan namun penuh penekanan, "Teruskan rencana perusahaan, jangan buat dirinya menghancurkan apa yang telah kita bangun"

Ia pun melepaskan tangannya dari pundak asistennya, "Dan terus cecar informasi dari tamu penting kita". Setelah selesai dengan ucapannya ia pun bergegas keluar dari ruangan tersebut

.
..

Beberapa minggu pun berlalu, efek dari kejadian malam itu masih terus menghantui perusahaan tempat Taufan bekerja, jadwal perilisan film terbaru yang rencananya mereka akan rilis akhir tahun itupun dengan terpaksa harus terhenti karena banyaknya tekanan secara internal maupun eksternal yang pasti terjadi setiap harinya

Rumor-rumor pun mulai bermunculan di dunia maya mengenai peristiwa tersebut, banyak artikel di internet maupun Qyutuber yang merilis video mereka dengan topik-topik seputar kejadian pada malam itu

Mereka memiliki kecurigaan bahwa aspek politik menjadi perkara utama pada kejadian itu, hal tersebut dikarenakan ditemukannya fakta bahwa senjata yang digunakan para pemberontak tersebut secara resmi terdaftar di Negara Brospherildum, hal tersebut juga semakin diperkuat mengingat Negara mereka (Sholvait) memiliki hubungan yang cukup tegang dengan Negara Brospherildum

.
..

"Ini rumit.. sebenarnya apa yang menjadi penyebab ini semua" Gumam Taufan, pandangannya melayang-layang di plafon kamarnya, dengan pikiran yang penuh akan kebingungan ia pun mencoba memejamkan matanya untuk tidur

Namun sekeras apapun Taufan mencoba untuk tidur, ia hanya mendapati bahwa dirinya hanya terbaring dikasurnya dan tidak terbawa ke alam mimpi

Pikirannya pun kosong, dengan wajahnya datar dan lesu sambil menatap ke langit-langit kamarnya sambil berharap agar dirinya dapat terlelap

"Semua ini.."

"Sejak kapan hal rumit ini dimulai?" Gumam Taufan

Matanya sedikit membesar ketika sebuah pemikiran baru saja melintasi kepalanya, "Hali.."

"Itu dia!" Taufan terduduk di atas tempat tidurnya. Setelahnya ia beranjak pergi dari kadurnya dan berjalan dengan langkah yang sedikit cepat ke arah meja kerjanya untuk mengambil sebuah kertas

Taufan meraih selembar kertas dan sebuah pena yang terdapat di laci mejanya itu. Dengan tangan kanannya, Taufan mulai mencoret-coret kertas tersebut

"Sepertinya ku harus mulai dari point-point penting yang terjadi belakangan ini"

You Are My OmegaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang