Tringgg.. Tringgg... Tringgg....
Taufan berjalan mendekat kearah sumber suara yang memecah keheningan pagi itu, "Siapa ya kira-kira" Ucapnya sambil meraih handphonenya yang tergeletak di atas meja kerjanya itu
Ia pun melihat ke layar handphonenya yang sedang menampilkan panggilan masuk dari Hali, Taufan pun menarik tombol hijau dihandphonenya itu. "Ada apa? Tidak biasanya kau menelpon pagi-pagi"
"Aku hanya ingin mendengar suaramu" Jawab Hali dengan suara yang sedikit lebih berat dari biasanya
"Hahaha, Apa kau sedang menyatakan kalau kau merindukan mu?" Tanya Taufan sambil tertawa kecil, karena menurutnya tingkah Hali yang seperti itu sangat menggemaskan baginya
"Ughh.. kalau memang seperti itu, apa yang kamu akan.. lakukan?" Tanya Hali dengan nada yang sedikit naik turun
Taufan terdiam sesaat, ia dapat merasakan sesuatu yang aneh dengan Hali pagi itu. "Ngomong-ngomong, apa kau sedang tidak enak badan?" Tanya nya
"Ha?.. apa maksud mu.. aku dalam kondisi yang.. baik-baik saja" Jawab Hali masih dengan nada yang naik turun, dan nafas yang dapat terdengar jelas kalau sedang tersengal-sengal
"Berikan aku alamat mu" Ucap Taufan yang langsung bergerak cepat untuk bersiap-siap
"Hah.. apa? kamu mau.. kemana?" Tanya Hali
"Dasar bodoh, jangan berpura-pura tidak mendengarnya. Cepat berikan alamat mu" Ucap Taufan sambil berjalan cepat keluar dari kamarnya dan menuju ke arah garasi mobilnya
"Tidak, tidak perlu.. akan berbahaya jika kamu datang kesini.." Ucap Hali
"Berikan atau kau tidak akan melihat ku lagi" Paksa Taufan dengan cepat mengendarai mobilnya keluar dari garasi dan mulai berjalan dengan cepat ke arah kota
"Ugh.. jangan salahkan aku.. jika sesuatu yang buruk terjadi" Ucap Hali yang dengan terpaksa memberikan alamat rumahnya ke Taufan
Ting
Pesan yang berisikan alamat rumah Hali itupun masuk ke handphone milik Taufan, Taufan melirik ke arah handphonenya yang berdiri tegak di stand holder yang terpasang tak jauh dari setir mobil nya
"Got it" Ucap Taufan
.
..
Ting Tong Ting Tong Ting Tong
Bel rumah Hali berbunyi secara beruntun, membuat suasana yang awalnya damai menjadi sedikit riuh. Hali pun dengan cepat langsung berjalan ke arah pintu rumahnya dan membukanya
"Ah.. jadi kamu beneran.. datang" Ucap Hali sambil menatap Taufan yang berdiri di depan pintunya
Taufan menatap ke arah wajah Hali, kedua matanya sedikit terkejut dan kemudian tertawa kecil. "Jadi ini yang sedang kau alami" Ucap Taufan
"Lihatlah, aku bahkan sudah membelikan mu berbagai macam obat" Ucap Taufan sambil membuka plastik yang ia bawa dan menunjukkannya ke Hali
"Obat flu, obat demam, obat tenggorokan, obat migrain, obat darah rendah, obat batuk, obat sakit perut, obat.. apa ini" Taufan meraih sebuah obat yang sedikit tak asing untuknya
"Ohh.. ternyata mereka juga memasukkan supresan" Ucap Taufan
Hali menatap kearah Taufan dengan tatapan yang sedikit keheranan, "Sebenarnya, untuk apa.. kamu membeli sebanyak itu.." Tanya Hali sambil mengernyitkan dahinya dan mukanya yang sudah sedikit memerah sejak awal
"Hahhh.." Taufan melepaskan nafasnya, "Sebenarnya aku tidak tau pasti kau sedang sakit apa, jadi aku mengatakan kepada apoteker itu untuk mengambil obat apa saja yang sering dialami orang-orang pada pagi hari"
KAMU SEDANG MEMBACA
You Are My Omega
Fanfictionkalo penasaran baca aja langsung, soalnya aku males nulis sinopsisnya T_T Oh iya, ini ceritanya aku buat bersistem Omegaverse yak, jadi buat kalian yang blm tau apa itu Omegaverse bisa cari di gugel, banyak kok yang ngejelasin. ⚠️Note⚠️ - ini cerita...
