❄️ Spesial Part

547 20 0
                                        

-Jaemin pov-

Apakah kau pernah marah pada takdir? Atau membenci takdir?

Semuanya telah usai, setidaknya di masa ini. Psyxros tidak musnah, menjadi satu-satunya dalam sejarah klan elemen dan menjadi yang terakhir berdiri tegak. aku senang dan bangga pada diriku dan rekan-rekan ku.

Seharusnya begitu.

Tapi setelah lima hari setelah perang itu, pikiran ku masih berkecamuk. Setelah merayakan kemenangan Psyxros, aku mengurung diri di Holy Dome.

Sebenarnya, perasaanku kosong, tidak bahagia, tidak sedih, ataupun merasakan perasaan lainnya. Psyxros terselamatkan, tapi seseorang yang berharga bagiku telah gugur.

Hyunjin, aku tidak tau bagaimana perasaan Yeji sekarang, Hyunjin telah meninggal, dan aku mementingkan diriku sendiri dengan meninggalkan Yeji sendirian.

Jika boleh mengatakan nya dengan lantang, aku akan berteriak bahwa aku membenci takdir. Sedari dulu, takdir baik tidak pernah berpihak padaku, sekalipun aku bersusah payah, tetap rasa sakit yang aku terima.

Hidupku terlalu hambar setelah orang tuaku pergi, walaupun aku tidak terlalu dekat dengan mereka, dan lebih sering berdebat dengan mereka. Aku kesepian, aku harus menahan segala rasa di dalam diriku, yang boleh aku rasakan hanyalah kekuatan.

Aku tidak boleh merasakan cinta.

Semakin lama aku semakin ambisius, terlebih lagi tugas pemimpin klan yang aku emban. Orang tuaku tiada saat aku berumur 13 tahun, mau tidak mau aku di nobatkan sebagai pemimpin klan di usia yang begitu muda.

Aku tidak keberatan, karena aku bukannya tidak mampu untuk menjadi pemimpin di usia yang muda. Sayangnya, aku tidak bisa menahan rasa kesepian yang terus menggerogoti jiwaku, pun aku tidak bisa merasakan kesenangan yang berarti.

Barulah saat aku mendapat kabar bahwa seseorang yang di takdirkan untuk menghancurkan Psyxros telah muncul. Ambisi ku kembali menggebu-gebu, niat membunuhku terpusat pada orang itu.

Tapi ternyata aku telah kalah telak sebelum berperang, aku jatuh pada pesonanya. Hatinya yang begitu lembut seakan merobohkan belenggu yang selama ini mengurungku, aku tertarik padanya.

Waktu dimana aku bertemu dengannya, dia tidak mengenali jati dirinya sendiri, tidak tau darimana asal usul dirinya sendiri. Entah kenapa aku mengambil kesempatan itu untuk mengikatnya, ambisi ku perlahan berubah arah.

Aku menyukai senyumnya yang begitu menawan, aku menyukai dirinya saat mengibaskan rambut perak nya, aku menyukai warna matanya yang sangat indah, semua hal tentang nya sangat aku sukai, selain fakta bahwa dia adalah orang yang akan menghancurkan klan ku.

Aku pernah membaca sebuah buku yang berisi segala hal tentang Psyxros, dan aku menemukan mitos klan Psyxros, kardia crystallou.

Darah Víntro yang ada padaku sangatlah istimewa, tidak akan pernah bisa tercampur pada darah yang lain. Jika memaksa mencampurkan darah Víntro pada darah orang lain yang memiliki kekuatan dahsyat, maka akan terjadi penolakan dan darah Víntro akan menjadi kristal.

Dan konsekuensi dari perbuatan itu ialah terjebak pada hukuman takdir menyakitkan yang tidak ada ujungnya.

Saat itu aku mulai berpikir gila, sekali dayung, dua pulau terlampaui. Aku bisa menyelamatkan Psyxros jika melakukan hal terlarang itu, juga aku bisa mengikat dia padaku.

Jika takdir membuatnya menjadi musuhku, maka aku akan memaksa takdir untuk mengikatnya padaku.

Perasaanku menggebu-gebu ketika memikirkan konsekuensi yang akan aku terima. Jika mitos itu benar terjadi, maka akan sangat bertentangan dengan sesuatu yang bersemayam di tubuhnya.

Pedang exterminãtor.

Di dalam pedang itu terdapat energi dari empat klan, sehingga pedang itu bisa dengan sangat mudah menghancurkan klan elemen.

Dan saat kesempatan datang padaku, aku benar-benar melakukannya. Mengalirkan darahku di dalam tubuhnya. Bahkan jantung kristal itu terlihat berkilau dan sangat indah.

Dan yang paling menakjubkan adalah, jantung kristal itu abadi. Sayangnya tidak dengan pemiliknya.

Apakah usahaku sia-sia? Karena pada akhirnya dia juga meninggalkan ku.

Tidak, usahaku tidak sia-sia. Hukuman takdir akan datang kepadaku, dan justru hal itulah yang aku tunggu.

Aku sangat tidak menyukai orang yang ingkar janji,  dan aku tau dia bukan orang yang begitu, karena dia telah berjanji untuk selalu berada di sisiku hingga aku mati.

Aku akan menunggunya hingga 100 tahun, 500 tahun, bahkan 1000 tahun, aku akan tetap menunggunya.

Menunggu dirimu abadi bersamaku.

*****❄️


MALVERA [NoMin]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang