❄️07. Nightmare

1K 129 8
                                        


Tegang dan canggung mendominasi suasana sekarang, tidak ada yang berharap untuk melihat wajah satu sama lain lagi, namun entah mengapa mereka malah bertatap muka sekarang.

"Apa ini?" Hyunjin bertanya pada Jaemin; orang yang membuatnya kembali bertemu dengan Jeno.

"Aku ingin kau mengajari Jeno seperti aku mengajarimu," Jaemin mundur, memilih bersandar pada pohon yang cukup besar disana; mengamati mereka berdua.

"Kenapa dia?!" Seru keduanya bersamaan, kemudian saling melempar tatapan tajam. Entah kenapa Jeno menjadi tidak suka pada orang di depannya itu setelah kejadian kemarin, juga Hyunjin yang sebenarnya agak takut pada Jeno.

"Kalian bisa sama-sama belajar," Kedua tangan Jaemin di selimuti asap biru, yang kemudian membentuk pedang es di kedua tangannya. Ia memberikan pedang itu pada mereka. "Bertarung lah dengan seimbang," Peringatnya sebelum kembali bersandar pada pohon.

Jeno bingung, memandang tak percaya pada pedang es ditangannya; percayalah, itu lebih tajam dari pedang biasa. Jeno yang baru pertama kali memegang pedang tentu kelimpungan, Ia bahkan tidak tau bagaimana caranya mengayunkan pedang dengan benar. Berbeda dengan Hyunjin yang sudah mahir; kini sudah bersiap untuk menyerangnya. Jeno terkejut saat Hyunjin sudah berada di depannya, beruntung Ia cekatan menghalangi pedang Hyunjin dengan pedang miliknya.

"Aku tidak akan segan-segan membunuhmu, jadi jangan berlagak seperti orang bodoh," Suara dentingan pedang terdengar nyaring, Hyunjin melompat dan menyerang Jeno dari atas, dan yang bisa dilakukan Jeno hanyalah menghindari serangan Hyunjin. "Lawan aku, bodoh!" Hyunjin berteriak lantang.

Nafasnya terengah-engah, Hyunjin begitu gesit membuat dirinya kewalahan. Jika terus menghindar, sudah dipastikan Ia akan kalah. Ia melirik Jaemin, pemuda itu fokus memperhatikannya, memberikannya tatapan yang begitu sulit diartikan. Fokusnya kembali pada Hyunjin yang kini berlari kencang ke arahnya, Jeno siap menghindar, namun sialnya dia terkecoh. Ia mengira Hyunjin akan menyerangnya dari depan, Jeno yang menghindar ke samping membuat Hyunjin dengan mudah menyerangnya.

Lengan kirinya tergores cukup panjang, Jeno meringis seraya memegangi luka itu. Hyunjin disana menyeringai, membuat Jeno semakin mengeraskan rahangnya. Jeno menyadari satu hal, dari awal Hyunjin melakukan teknik serangan yang sama, mengecoh lawan kemudian menyerangnya dari arah tak terduga, trik tipuan.

Jeno bangkit, Ia menajamkan matanya yang mana pergerakan Hyunjin yang sangat cepat terbaca jelas olehnya. Namun Hyunjin dibuat bingung saat Jeno tak lagi ditempatnya, tidak ada di manapun. Hyunjin lengah, Jeno mengambil kesempatan itu untuk menendang rahang Hyunjin, membuat pemuda berbibir tebal itu terpental jauh menabrak pohon.

Rasa sakit di dadanya tak mampu menutupi rasa terkejutnya. Darah segar keluar dari mulut Hyunjin, Ia menatap Jeno nyalang. Pedang miliknya berubah menjadi serpihan es, Ia bangun seraya mengusap darah di sudut bibirnya. Kini busur panah yang terbuat dari es Ia genggam, dia tidak ingin di permalukan oleh Jeno untuk yang kedua kalinya.

Hyunjin melayang dan menembakkan ribuan anak panah, membuat Jeno membelalakkan matanya dan menghindar dengan gesit. Rupanya itu membuat Jeno kewalahan, tidak mampu menghindari semua anak panah yang mengarah kepadanya. Kini dua anak panah menancap di bahu kirinya, Ia membuat pedangnya sebagai penopang tubuhnya agar tak tumbang. Hyunjin masih melayang, satu anak panah lagi ditembakkan, kali ini ujungnya mengeluarkan sinar biru. Jeno menghentak tanah dengan kuat, kemudian melayang di udara seraya menghunuskan pedangnya pada Hyunjin.

Jaemin membulatkan matanya, apakah Jeno tidak sadar jika anak panah tadi melaju cepat kearah matanya? Jika tubuhnya terkena oleh anak panah itu, seluruh tubuhnyanya akan membeku dan tak ada yang bisa menolongnya. Namun sesuatu terjadi, membuat Jaemin dan Hyunjin membelalakkan matanya. Anak panah itu kini bersentuhan dengan mata Jeno, namun yang hancur tidak lain adalah panah itu sendiri, mata Jeno seakan memiliki tameng yang mampu menghancurkan anak panah mematikan itu.

MALVERA [NoMin]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang