Raja William sudah hampir sampai ke depan pintu kamarnya, tapi ia menjadi kesal karena melihat ada seorang penjaga yang sedang berdiri tepat di depan pintu kamar miliknya.
"Sedang apa kau berada disini?!" Geram Sang Raja.
Penjaga itupun sontak terkejut dan langsung membungkuk sopan.
"Bukankah Raja William sendiri yang menyuruh saya untuk berjaga disini sampai Raja kembali." Jelas si penjaga.
Raja William menggempalkan tangannya erat.
Bugh!
Satu pukulan keras langsung mengenai tubuh si penjaga dan membuatnya ambruk seketika.
"Bodoh, aku hanya menyuruh agar penjagaan di luar Masion diperketat, tidak harus sampai berjaga di depan ruangan ku seperti ini! Hanya membuat putraku menjadi curiga saja." Seru Raja William.
Penjaga itupun segera bangkit dan mencoba mencerna apa yang telah dikatakan oleh tuannya ini.
"Sungguh saya tidak berbohong tuan, saya tidak berbohong jika ini adalah perintah dari anda sendiri." Raja William mencoba untuk tenang dan berpikir apa yang telah terjadi di Masion nya selama ia tidak ada disini.
"Kau boleh pergi." Dengan segera penjaga itupun melangkah pergi dari hadapan Raja William.
Raja William mulai membuka handle pintu kamarnya dan menutupnya setelah ia sudah berada di dalam.
Tidak ada yang berubah di dalam kamarnya ini. Masih terlihat rapih dan bersih, tidak ada debu sedikitpun, karna memang selalu di bersihkan oleh para pelayan yang berada di Masion, ia mulai merebahkan tubuhnya di atas kasur nyaman miliknya.
"Apa ada seseorang yang menyamar menjadi diriku."
Tdak ingin terlalu banyak memikirkan hal yang membuat dirinya menjadi seperti orang bodoh lebih baik Raja William tidur dan melupakan sejenak segala masalah yang ada di dalam pikirannya.
✯(✿
Wonwoo sama Jeonghan lagi rebahan anteng sekarang. "Selamet, selamet." Ucap Wonwoo, Jeonghan noleh sambil geleng-geleng kepala liat muka si Wonwoo yang kayak masih shock.
"Untung kita tepat waktu, kalo kagak bisa mampus sih!" Ucap Jeonghan.
Wonwoo ngangguk. "Untung gue gercep ngecek keadaan, dan tepat waktu pas Ayah baru sampe di koridor tengah."
Jeonghan hela nafas pelan, "Gue belum baca dua lembar terakhir dari buku itu." Lirih Jeonghan.
Wonwoo mukul pelan kepala Jeonghan.
"Kok isi bukunya beda sama yang lo ceritain sih!" Kesal Wonwoo.
Jeonghan bingung dengernya. "Lah? lagi mabok yak lo?" Tanya Jeonghan.
Jeonghan bingung apalagi Wonwoo, jelas-jelas apa yang di ceritain sama Jeonghan tuh beda sama apa yang Wonwoo baca di buku itu.
"Mabok kecubung sih, fiks ini mah." Ledek Jeonghan, Wonwoo mau jambak rambut si Jeonghan karna kesel. Tapi gak jadi.
Tiba-tiba Jeonghan cengengesan gak jelas bikin Wonwoo heran.
"Kesurupan lo?" Jeonghan ngegeleng.
Jeonghan ngeluarin dua lembar kertas yang sama sekali Wonwoo gatau itu kertas apaan.
"Gue udah nyobekin dua lembar terakhir dari buku itu, ini yang belum sempet gue baca." Wonwoo kaget, gak habis pikir sama jalan pikiran si Jeonghan ini.
"Gila, emang gak waras lo!"
Jeonghan cuma senyum tipis dengernya. "Yes, you know"
✯(✿
Malam ini sesuai dengan perjanjian, mereka semua tengah berada di ruangan yang memang disediakan untuk sekedar bersantai atau hanya sekedar untuk berbincang-bincang.
"Ayah pergi kemana sampai baru bisa kembali sekarang?" Tanya Joshua.
Raja William menatap lekat putranya itu.
"Ayah hanya pergi ke gua untuk bersemedi, tidak lebih" Jelasnya.
Dino sedikit terkejut mendengarnya, ia berpikir, apakah gua yang di maksud Ayahnya itu sama dengan gua yang telah membawanya sampai kesini.
"Apa boleh jika aku ikut dengan Ayah pergi kesana" Sahut Dino.
Raja William mengganguk. "Jika waktunya sudah tepat, Ayah akan membawa kalian"
"Ayah, apa boleh jika aku bertanya sesuatu?" Ucap Mingyu.
Raja William sedikit heran mengapa anak-anaknya menjadi banyak bicara seperti ini, tapi ia tetap mengiyakan ucapan putranya.
"Silahkan, akan Ayah jawab jika Ayah tahu"
"Dimana keempat saudaraku yang lain, maksudku. Bukankah kita ini tiga belas bersaudara, lalu dimana keempat orang itu, memang saat ini sudah lengkap, tapi. Keempat orang ini, mereka adalah manusia dan bukan putramu ataupun saudaraku"
Yang di maksud oleh Mingyu adalah. Joshua, Woozi, Dokyeom serta Dino.
Raja William terdiam cukup lama sampai akhirnya ia hanya bisa menghela nafas lelah.
"Mingyu, kau sudah mengetahui semuanya, jangan menanyakan hal yang kau sendiri sudah tahu jawabannya"
Mingyu menggeleng. "Tapi aku benar-benar tidak tahu, Ayah" Rengek Mingyu, Seungcheol hanya menatap malas kearah Mingyu.
"Kau mengetahuinya Mingyu, hanya saja. Kau tidak menyadarinya."
Setelah menjawab pertanyaan dari Mingyu, Raja William pun bangkit dan melangkah pergi begitu saja dari hadapan mereka.
Meninggalkan Mingyu yang menatapnya dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.
•
•
•
TBC...
KAMU SEDANG MEMBACA
TRANSMIGRASI 17 [ON GOING]
VampireHanya bercerita tentang kekocakan 13 manusia yang diakui sebagai anak dari Raja Vampir. "Selamat, kalian sekarang udah jadi vampir" "GAUSAH NIPU YAH ANJING!" Rank: 🎖️ 1 Dino [ 4 September 2024 ] 🎖️ 1 Vernon [ 5 September 2024 ] 🎖️ 1 Joshua [ 25...
![TRANSMIGRASI 17 [ON GOING]](https://img.wattpad.com/cover/371865867-64-k608062.jpg)