bab 4 pertemuan

2.5K 175 2
                                        

Hari ini indah dan sekeluarga akan mengunjungi kediaman pak rafli

Indah sudah siap dan masuk kedalam mobil ayah nya karena rony tak ingin pisah mobil dengan indah takut indah malah nyasar karena tidak tau jalan

''Kamu udh siap sayang'' ucap jane sambil memegang tangan indah

''Aku takut bunda'' ucap indah

''Gapapa sayang, kamu cantik hari ini daniel gak akan nolak kamu'' ucap jane menenangkan indah

Mobil pun berjalan menuju kediaman pak rafli dan setelah cukup lamanya perjalanan tiba lah keluarga indah dirumah pak rafli

''Indah ayo turun'' ajak jane

''Iya bunda'' ucap indah

Kini indah benar-benar gugup ia takut pada calon suami nya itu, entah kenapa detak jantung indah kini berdetak lebih kencang dari sebelumnya

Rony pun memencet bel rumah rafli dan keluar lah istri rafli yang bernama raya

''Ohh hai, silahkan masuk pak'' sapa raya dengan ramah

''Terimakasih bu'' ucap rony lalu masuk

''Sayang, Ini pak rony sekeluarga sudah datang'' teriak raya pada suaminya rafli

''Wahh halo pak rony, apa kabar pak saya sudah menunggu anda sejak tadi'' ucap rafli lalu menjabat tangan rony

''Maaf pak, jalan sedang macet'' jawab rony sambil tertawa kecil

''Ini anak dan istri saya'' ucap rony memperkenalkan

Lalu Indah salim kepada rafli dan raya begitu dengan ashel

Indah masih gugup namun kini ia mencari sosok pria yang akan dijodohkan nya kemana dia?

Indah mencari nya karena ia cukup dibuat penasaran oleh wajah aslinya daniel

''Daniel turun nak'' teriak rafli

Tanpa menjawab daniel turun dari tangga indah melihat daniel turun dan indah langsung terpaku pada pandangan didepan nya, betapa tampan nya daniel ini

''Halo om, tante'' sapa daniel dengan senyum

''Waduhh tampan sekali daniel'' ucap jane melihat daniel

''Hai'' sapa daniel pada indah

''O-ohh, haii'' gugup indah

Mereka semua pun duduk dan berbincang setelah lama berbincang rafli menguruh daniel untuk mengajak indah mengobrol berdua dihalaman rumah mereka

Sesampainya dihalaman rumah daniel mempersilahkan indah untuk duduk terlebih dahulu

''Emm kamu nerima perjodohan ini?'' tanya indah tiba-tiba

''Saya menerima karena anak saya butuh sosok ibu yang baik'' jawab daniel

Indah melihat berubahan sikap daniel dari yang ramah menjadi dingin dan seperti cuek cukup terkejut karena ia sangat tiba-tiba terlihat tak berperasaan

''Apa kamu mengaggap aku calon ibu yang baik?'' tanya indah lagi

''Saya pikir'' jawab daniel

''Jika anda tidak ingin menerima perjodohan ini tidak masalah, saya bisa langsung bicara pada orang tua saya'' ucap daniel yang membuat Indah sedikit takut

''Aku gak nolak aku pun menerima karena ayah'' ucap indah

Daniel hanya mengaguk dan mereka melanjutkan perbincangan mereka hingga sore setelah mereka merasa cukup berbincang, mereka kembali masuk kedalam rumah

Married to a Young WidowerCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang