bab 35 bertemu kembali

1.5K 187 1
                                        

Beberapa minggu telah berlalu, dan kini Indah sudah semakin kesulitan untuk melakukan apa pun sendirian

Perutnya yang semakin besar membuatnya cepat lelah, bahkan sekadar bangkit dari tempat tidur saja butuh bantuan

Daniel selalu sigap membantunya ''Mau kemana, sini saya bantu'' Ia dengan cekatan menopang Indah agar bisa duduk dengan lebih nyaman

Sementara itu leo yang melihatnya pun tak mau ketinggalan ''Mommy, aku ambilin bantal ya biar mommy enak duduknya!'' katanya bersemangat, lalu berlari mengambil bantal kesayangan Indah

Indah tersenyum haru melihat perhatian dari suami dan anaknya ''Makasih ya sayang, Mommy suka deh dimanja gini'' ujarnya bercanda

Daniel tertawa kecil ''Leo, mommy suka kalo leo terus bantu mommy''

Hari-hari semakin terasa berat, tapi dengan Daniel dan Leo di sisinya, Indah merasa segalanya menjadi lebih mudah. Mereka sama-sama menghitung hari, menunggu waktu yang semakin dekat untuk menyambut anggota keluarga baru mereka.

Tak lama ponsel Indah bergetar. Ia meraihnya dengan sedikit susah payah, lalu tersenyum begitu melihat nama yang muncul di layar

"Kathrina!" sapanya riang begitu panggilan tersambung

Di seberang sana, suara ceria sahabatnya terdengar "Hai, bumil! Gimana kabarnya? Udah susah ya, bawa si dedek nya?" godanya

Indah tertawa kecil "Jangan ditanya! Bangun aja harus dibantu"

"Gue mau ke rumah nih, Udah lama banget nggak ketemu!"

Mata Indah berbinar "Serius? Ya ampun, gue kangen banget sama lo! Kapan datang?"

"Nanti sore, oke? Gue bawain sesuatu buat lo"

"Wah jadi nggak sabar! Gue tunggu ya"

Setelah menutup telepon, Indah tersenyum senang. Sudah lama ia tidak bertemu Kathrina. Pasti menyenangkan bisa berbagi cerita dengannya di tengah masa-masa menunggu kelahiran si kecil.

Sore harinya, bel rumah berbunyi. Daniel yang sedang di ruang tamu langsung berdiri untuk membukakan pintu. Begitu terbuka, seorang wanita dengan senyum cerah sudah berdiri di depan rumah.

"Kathrina!" seru Indah dari dalam, berusaha bangkit dengan susah payah

Kathrina tertawa, melangkah cepat masuk, lalu langsung menghampiri sahabatnya "Aduh, bumil! Duduk aja, nggak usah repot-repot bangun!" katanya sambil memeluk Indah dengan hati-hati

"Ya ampun, gue kangen banget!" ujar Indah dengan mata berbinar

"Gue juga! Nih, gue bawain camilan favorit lo" Kathrina mengeluarkan sekantong makanan dari tasnya dan menyerahkannya pada Indah

Daniel hanya tersenyum melihat kehebohan mereka, Sementara itu Leo muncul dari belakang, menatap tamu yang baru datang dengan penuh rasa ingin tahu

"Mama, ini siapa?" tanyanya polos

Indah menarik Leo mendekat. "Leo, masa kamu lupa? ini Tante Kathrina, sahabat Mama"

Kathrina langsung berjongkok, tersenyum pada Leo "Wah, udah lama gak ketemu lagi ya ganteng, sampe lupa gitu sama aku"

Leo tersenyum malu-malu tapi akhirnya mengangguk "Iya, maaf ya tante"

Mereka tertawa bersama, Suasana rumah jadi semakin hangat dengan kedatangan Kathrina. Obrolan mereka mengalir seru, membuat Indah merasa semakin dikelilingi oleh cinta dan perhatian menjelang kelahiran si kecil

Setelah beberapa jam mengobrol dan tertawa bersama, langit mulai gelap. Indah menatap Kathrina dengan mata penuh harap

"Lo nggak mau pulang dulu kan?" tanyanya manja

Kathrina mengerutkan kening "Kenapa? Lo mau gue di sini lebih lama?"

Indah mengangguk cepat "Iya! Nginep di sini aja malam ini. Gue kangen ngobrol lama sama lo"

Kathrina tertawa sambil melirik Daniel "Gimana nih, suami lo setuju nggak?"

Daniel yang sedang menemani Leo hanya tersenyum "Tentu saja boleh. Indah pasti senang kalau kamu di sini"

Kathrina akhirnya mengangguk "oke deh, kalau gitu gue nginep, Tapi siap-siap ya bumil, gue bakal bikin lo begadang ngobrol!"

Indah langsung bersorak kecil "Yay! Gue nggak sabar!"

Malam itu, suasana rumah terasa lebih hangat. Mereka mengobrol panjang, membicarakan banyak hal dari masa lalu, persiapan menyambut bayi, hingga rencana-rencana ke depan. Sementara itu, Daniel dan Leo sudah tertidur lebih dulu, membiarkan Indah menikmati waktunya bersama sahabat tercinta

~*****~

Di keesokan pagi nya indah membangunkan Kathrina untuk sarapan, mereka menikmati sarapan dengan sedikit candaan dan obrolan ringan

Di tengah obrolan yang seru, Kathrina tiba-tiba menatap Indah dengan penuh rasa ingin tahu.

"Ngomong-ngomong, kalian udah ada nama buat si bayi belum?" tanyanya sambil tersenyum

Indah langsung melirik Daniel yang duduk disebelahnya. Daniel hanya tersenyum kecil, seolah membiarkan Indah yang menjawab

"Udah sih, tapi masih rahasia," jawab Indah sambil terkekeh, membuat Kathrina mendesah dramatis

"Yah, ayolah, kasih bocoran dikit! Gue penasaran banget!" rengek Kathrina, mendekatkan wajahnya ke Indah

Daniel akhirnya angkat bicara "Namanya udah kami pikirin baik-baik. Ada maknanya juga"

"Tapi kalau lo penasaran banget, kita kasih tahu deh," lanjut Indah sambil tersenyum misterius.

Kathrina langsung duduk tegak, siap mendengar "Cepetan kasih tahu sebelum gue makin penasaran!"

Indah dan Daniel saling berpandangan, lalu tersenyum "Namanya…"Indah tersenyum,

lalu berkata, "Namanya bakal disebutin pas dia lahir, makanya lo harus dateng"

"Halah, nyebelin banget! Udah bikin penasaran, malah disuruh nunggu" Kathrina dengan cemberut

"Biar seru dong! Makanya, lo harus datang nanti pas lahiran" Indah tertawa kecil

Kathrina mendesah dramatis, lalu tersenyum. "Ya udah, oke! Gue bakal datang Jangan sampai lo lupa ngabarin gue, ya!"

"Tenang, lo ada di daftar orang yang harus dikasih tahu duluan" jawab indah

Daniel hanya terkekeh melihat Indah yang kini lebih ceria Padahal, sebelumnya ia lebih sering mengeluh tentang sakit pinggang dan perutnya yang semakin besar, membuatnya cepat lelah. Melihat senyum istrinya kembali, Daniel merasa lega setidaknya hari ini Indah bisa menikmati waktunya tanpa terlalu banyak mengeluh

Kathrina tersenyum puas. "Oke, kalau gitu, gue tunggu kabar baiknya. Si kecil pasti nggak sabar ketemu gue."

Indah mengelus perutnya dengan lembut. "Lihat, sayang, Tante kamu pd banget, ya."

Kathrina tertawa, lalu ia bangkit dari kursinya dan mendekatkan wajahnya ke perut Indah "Bukan pd, tapi fakta! Hei bayi, jangan bikin Mama capek terus ya, Tante udah nggak sabar mau main sama kamu"

Daniel yang duduk di dekat mereka hanya menggeleng sambil tersenyum "Kayaknya si bayi bakal punya tante paling berisik, nih"

"Bukan berisik, tapi seru!" Kathrina mendengus

Mereka kembali tertawa bersama. Namun, di tengah obrolan santai itu, Indah tiba-tiba merasakan sesuatu. Ekspresinya berubah, tangannya refleks mencengkeram lengan Daniel

''Mas…. air ketubanku pecah"

Daniel langsung terdiam sejenak, sebelum akhirnya tersadar dan berdiri dengan panik "Serius?! Oke, oke, kita ke rumah sakit sekarang!"

Kathrina yang awalnya masih santai langsung ikutan panik. "Gue ambilin tas lo! Leo mana? Kita harus cepat!"

Dalam sekejap, suasana rumah yang tadi penuh tawa berubah menjadi penuh kesibukan. Daniel membantu Indah berdiri, sementara Kathrina dengan sigap mengambil barang-barang yang sudah disiapkan.






Sorry guys ketiduran hehehe😅🙏🏻

Married to a Young WidowerCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang