bab 34 tendangan kecil

1.5K 173 4
                                        

Kini usia kandungan Indah sudah menginjak tujuh bulan. Perutnya semakin besar, dan gerakan si kecil di dalamnya makin terasa. Kadang, Indah tertawa sendiri saat merasakan tendangan kecil yang tiba-tiba.

Suatu malam, saat mereka sedang bersantai di kamar, Indah tiba-tiba memegang perutnya dan tersenyum

"Mas, sini deh" panggilnya

Daniel yang sedang membaca di sofa segera mendekat dan duduk di sampingnya "Kenapa?"

Indah mengambil tangan Daniel dan meletakkannya di perutnya. "Coba rasain."

Daniel sempat terkejut namun beberapa detik kemudian Daniel merasakan sesuatu-sebuah gerakan kecil dari dalam perut Indah. Matanya membesar, lalu ia menatap Indah dengan takjub

"Dia nendang!" katanya bersemangat

Indah tertawa melihat ekspresi Daniel. "Iya, dia lagi aktif banget malam ini"

Daniel kembali menempelkan tangannya, kali ini lebih lama. "Halo Nak, Ini Papa" bisiknya pelan "Kamu lagi apa di dalam sana?"

Indah tersenyum haru melihat Daniel yang semakin terhubung dengan calon bayi mereka. "Kayaknya dia senang denger suara kamu Mas" katanya

Daniel tersenyum lebar ''Kamu udah gak sabar ya, mau ketemu papa"

Malam itu, mereka menghabiskan waktu hanya dengan berbicara pada si kecil, menikmati setiap detik perjalanan menjadi orang tua yang semakin dekat

Lalu, beberapa hari setelahnya, Daniel semakin protektif terhadap Indah. Ia selalu memastikan Indah cukup istirahat, makan dengan benar, dan tidak kelelahan.

Suatu pagi, saat Indah berusaha bangun dari tempat tidur, Daniel langsung sigap membantunya

"Pelan-pelan, Ndah," katanya sambil menopang punggung Indah

Indah hanya terkekeh. "Mas, aku masih bisa bangun sendiri kok"

"Tetap saja, saya nggak mau kamu kecapekan"

Indah tersenyum, merasa bersyukur kini suami begitu perhatian terhadap nya, Setelah sarapan, mereka memutuskan untuk pergi ke kontrol rutin ke dokter kandungan

Di ruang pemeriksaan, dokter mulai melakukan USG, dan layar menampilkan gambar si kecil yang semakin jelas

"Wah, dia tumbuh dengan sangat baik" kata dokter sambil tersenyum

"Beratnya sudah mulai mendekati ideal untuk usia kandungan tujuh bulan"

Indah dan Daniel saling memandang merasa sangat lega

"Masih aktif banget ya, Dok?" tanya Daniel sambil memperhatikan layar

Dokter mengangguk. "Iya, dan sebentar lagi kita mungkin bisa lihat jenis kelaminnya dengan lebih jelas"

Daniel dan Indah langsung menegang, penasaran

"Mau tahu sekarang?" tanya dokter

Indah menoleh ke Daniel. "Gimana, Mas? Mau tahu sekarang atau nanti aja pas lahiran?"

Daniel terdiam sejenak, beberapa bulan lalu, ia tidak bisa melihat jenis kelamin si bayi karena kandungan nya yang terlalu kecil.

Sekarang ia merasa kalo waktu sudah berlalu dengan cepat, dengan gugup Daniel menggenggam tangan Indah

"Kayaknya... kita tunggu sampai lahiran aja. Biar jadi kejutan"

Indah tersenyum dan mengangguk setuju "Oke, kita tunggu"

Dokter tertawa kecil "Baiklah, kalau begitu, saya nggak akan kasih bocoran. Yang jelas, si kecil sehat dan berkembang dengan baik"

Daniel dan Indah pulang dengan hati yang semakin tenang. Meskipun mereka belum tahu apakah bayi mereka laki-laki atau perempuan, satu hal yang pasti mereka sudah tidak sabar untuk segera bertemu dengannya

Married to a Young WidowerCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang