Beberapa minggu kemudian...
Sudah tak terhitung berapa kalinya indah berkunjung kerumah sakit, mungkin hampir setiap hari la berkunjung untuk melihat kondisi sang buah hati. Setiap ia melihat buah hatinya ia berharap bahwa keajaiban akan datang padanya, ia selalu menantikan hari dimana mereka berkumpul dan bermain Bersama.
Daniel selalu menemani dan menguatkan indah, bahkan ia selalu mengosongkan waktunya untuk pergi berkunjung Bersama
Hari ini pun mereka pergi berkunjung, tak hanya berdua ada kathrina yang ikut karena ia sudah lama tak mengunjung bayi ia penasaran dengan kondisi bayi
Saat indah masuk ternyata sudah ada dokter yang sedang memeriksa anak mereka
"selamat pagi dok'' sapa indah mencoba mencairkan suasana
"ah selamat pagi juga bu indah'' balas sang dokter
Setelah menyapa indah langsung menghampiri anaknya, Daniel dan kathrina pun menyusul masuk ke dalam ruangan
''bagaimana keadaan anak saya dok" tanya Daniel setelah ia berdiri disebelah indah
"keadaan anak bapak dan ibu sudah membaik, bahkan lebih baik dari sebelumnya" katanya
"syukurlah" indah merasa sangat lega setelah mendengarnya
"sebelumnya apa saya boleh bertanya" ragu sang dokter
"tentu, silahkan" jawab Daniel
"apa anak bapak dan ibu sudah diberi nama?" tanya dokter
Mereka terlihat terkejut dan baru sadar kalo Mereka terlalu khawatir hingga melupakan hal yang penting untuk anaknya yaitu sebuah nama
Dengan khawatir indah mencoba memikirkan sebuah nama
''kalian bahkan belum nyiapin nama" kaget kathrina
Daniel dan indah hanya menatap kebawah tanda menyesal
Indah mengintip kearah Daniel, lalu Daniel mengangkat wajah nya dan tersenyum
"nama nya sudah ada" ucap nya tanpa ragu
Indah dan kathrina melirik kearah Daniel dengan wajah terkejut, indah bertanya "siapa?"
Nama nya "ribkeyla" ucapnya tanpa ragu
Indah menatap Daniel dengan tatapan penuh tanya. "Ribkeyla?" ulangnya pelan, seolah mengecap setiap suku kata.
Kathrina mengerutkan dahi, matanya berpindah cepat dari Indah ke Daniel.
"Dari mana kamu dapat nama itu?" tanya indah, nadanya datar namun penuh rasa ingin tahu.
Daniel menghela napas, lalu menatap langit langit ruangan itu.
"Sudah lama saya menyimpan nama itu, namun saat itu waktu nya tidak tepat" ujarnya
Indah mendekat, ''itu nama yang kamu siapkan selama ini?" suara lembutnya nyaris seperti bisikan
Daniel mengangguk pelan
"Entah kenapa, nama itu datang dalam mimpi waktu aku masih remaja. Sejak itu, aku simpan. Aku selalu tahu, ketika saatnya tiba... aku akan tahu kapan harus mengucapkannya
Kathrina masih diam, tapi kini ada kejutan lembut di ujung matanya seperti menahan emosi yang tak bisa di jelaskan
Indah meraih tangan Daniel dan menggenggamnya erat
"Ribkeyla" bisiknya sekali lagi
"Nama yang indah... dan terasa.. seperti takdir''
Kathrina nanya menggelengkan kepalanya
''Lu pada kenapa dah'' ucapnya dengan kedua tangan bertumpu dipinggang
KAMU SEDANG MEMBACA
Married to a Young Widower
Fanfiction''Capek banget bujuk kulkas 10 pintu'' gumam indah ini hanya fiksi penggemar ⚠️jangan dibawa ke REAL LIFE ⚠️
