Beberapa bulan telah berlalu, dan kini usia kandungan Indah memasuki bulan keempat
Daniel dan Indah sedang berada di sebuah mal, mencari beberapa kebutuhan yang dibutuhkan oleh Indah
"Mas, aku pingin yang dingin-dingin deh" Indah mengetuk-ngetuk dagunya, berpikir keras
"Apa? Mau es krim?" Daniel mencoba memberi saran
"Mau, tapi yang ada asem-asemnya" jawab Indah menerima saran dari Daniel dengan wajah antusias
"Iya, ayo di sana ada gerai es krim buah" ucap Daniel sambil menggenggam tangan Indah dan mengajaknya berjalan menuju gerai yang dimaksud
Sesampainya di sana, mata Indah langsung berbinar melihat berbagai pilihan es krim dengan buah segar sebagai topping
"Mau rasa apa?" tanya Daniel sambil menatap indah lembut
"Aku mau yogurt stroberi" jawab Indah, matanya berbinar penuh semangat
"Mas, yogurt stroberi satu ya" ucap Daniel kepada penjual
Tak lama, yogurt pesanan mereka selesai
Daniel dan Indah mencari tempat duduk di sekitar gerai, Setelah mendapatkan tempat, Daniel menyerahkan yogurt itu kepada Indah
"Nih makan nya pelan-pelan saja, jangan terburu-buru" peringatan Daniel dengan nada lembut
"Makasih Mas" ucap Indah penuh semangat sambil mencicipi yogurt stroberi itu
Namun baru beberapa sendok Indah tiba-tiba meletakkan yogurt di atas meja, dan kini ekspresi wajah indah terlihat aneh
"Mas..." panggil Indah dengan nada manja, menarik perhatian Daniel yang sedang sibuk memeriksa ponselnya
"Kenapa?" tanya Daniel menoleh ke arah Indah dan merasa sedikit khawatir
"Aku udah nggak mau" ucap Indah sambil mendorong yogurt itu ke arah Daniel dengan ekspresi tidak selera
"Kenapa? Rasanya kurang enak?" Daniel sedikit panik melihat perubahan ekspresi Indah
"Bukan, cuma... udah nggak mau aja" jawaban indah yang tentu saja membuat daniel kebingungan
"Yasudah ini saya makan ya?" Daniel yang masih memastikan bahwa indah benar-benar tak ingin memakan yogurtnya lagi
"Iyaa" jawab indah dengan nada menggemaskan
"Mas abis ini kita kesana yuk" indah dengan antusias
Daniel melihat kearah tempat yang ditujuk oleh indah "toko mainan?"
"Iyaa" indah yang terlihat sangat bersemangat
Daniel mencoba berpikir sejenak "kita pulang aja ya" ucap daniel setelah membersihkan mulutnya
"Kok pulang sih mas?" indah dengan wajah kesal
"Iya, kita pulang aja ya" Daniel masih menunggu keputusan dari indah
"Ih beneran pulang?" indah yang benar-benar sudah kesal
"mau nya bagaimana?" ucap daniel yang bingung dengan sikap indah akhir-akhir ini
"Kok kamu bentak aku sih mas?" indah yang merasa daniel membentaknya
dan dengan perlahan indah menundukan wajah nya dan kini indah sudah mengeluarkan air matanya
Daniel menyadari hal itu, ia mendekatkan dirinya pada indah dan dengan perlahan mengangkat wajah dengan kedua tangan nya
Dan setelah indah menunjukan wajahnya pada daniel didalam hati daniel malah merasa betapa menggemaskan nya indah sekarang dengan pipinya yang chubby dan mata yang sedikit berair tentu dengan wajah cemberutnya yang khas
"Kamu nangis?" daniel tentu saja membuat indah semakin kesal
''Apaan sih'' ketus indah
''Kenapa?'' tanya daniel
Indah tak menjawabnya dan menyingkirkan kedua lengan daniel dari wajahnya dengan cukup kasar
''Kamu mau kemana?'' daniel yang bingung karena indah pergi meninggalkan nya
Namun, lagi-lagi indah tidak menjawabnya
Dengan tergesa-gesa daniel mengejar indah yang berjalan agak jauh dari nya. Daniel meraih tangan indah, menggenggamnya erat dan kini mereka berjalan bersama namun daniel yang mengarahkan akan kemana
Sampailah mereka dimobil. Di dalam mobil suasana cukup hening, daniel melirik pada indah yang duduk terdiam menatap kearah jendela dengan hati-hati dan penuh perhatian daniel mencoba menanyakan keadaan indah
"ndah?" panggil daniel namun indah tak menjawabnya
"saya minta maaf, saya memang gak pernah tau tentang apa yang kamu mau, karena istri saya yang sebelumnya....." daniel menarik napasnya
"Pada intinya jika kamu mau sesuatu tolong bilang langsung pada saya, saya akan lakukan sebisa mungkin" daniel melirik pada indah namun posisi indah masih sama seperti sebelumnya
Dalam hati indah tentu saja memikirkan ucapan daniel barusan ia sungguh merasa bahwa daniel tidak pernah mengerti kemauannya walau menurut daniel itu adalah hal yang sepele namun tidak bagi indah yang tentu saja hormon nya lebih tinggi karena hamil
namun setelah mendengarkan penjelasnya indah merasa bersalah karena tidak membicarakan langsung tentang apa yang ia mau
Tak berselang dari situ daniel mencoba mengajak indah untuk tetap pulang dan indah setuju untuk pulang saja karena ia pun sudah terlanjur malas untuk kembali berbelanja
"ndah, kamu masih marah" tanya daniel khawatir karena tak melihat perubahan dari posisi indah pertama duduk hingga saat ini, pandangan nya pun sama indah masih melihat kearah jendela
Sayang nya indah masih tak menjawab pertanyaan dari daniel. Kini sampailah mereka di rumah
''Ndah, barang...''
''Nanti aku minta bantuan pak kamal aja'' jawab indah olah-olah udah sudah tau apa yang akan daniel ucapkan
Turunlah indah dari mobil dan berjalan menuju ke kamarnya, dengan sangat yakin daniel tau bahwa indah akan mengunci kamarnya
''Huft'' daniel menghembuskan napas panjang
''Papa, kenapa?'' tanya leo yang ternyata memperhatikan daniel sejak tadi
''Eh, kok belum tidur?'' daniel cukup terkejut karena leo yang masih bangun
''Leo mau ngambil air minum papa'' ucap jujur nya
''Oh, sesudah habis minum leo tidur ya ini sudah malam'' daniel yang menunjukan senyuman nya sambil mengusap lembut surai rambut leo
''Iya papa'' leo lalu pergi meninggalkan daniel
Dan setelah melihat leo pergi daniel pun ikut pergi ia pergi menuju kamar tamu sebelah kamar milik nya
Karena ia tau bahwa indah sedang tidak ingin diganggu untuk saat ini
''Mengapa jadi panjang seperti ini?, saya hanya merasa bingung mau nya apa mengapa jadi saya yang dicuekin'' monolog daniel sebelum tidur
Bersambung....
KAMU SEDANG MEMBACA
Married to a Young Widower
Fanfiction''Capek banget bujuk kulkas 10 pintu'' gumam indah ini hanya fiksi penggemar ⚠️jangan dibawa ke REAL LIFE ⚠️
