Bab 33 akhirnya

1.4K 173 12
                                        

Setelah Bunda tahu tentang kehamilanku, sekarang aku selalu ditemani ke mana pun aku pergi. Bahkan, Bunda selalu siap siaga saat aku butuh apa pun

Aku merasa lebih lega setelah Bunda dan Ayah tahu soal kehamilanku. Sebelumnya, aku sempat ragu buat ngasih tau Bunda karena usia pernikahanku dengan Mas Daniel yang masih terbilang baru

Tapi sekarang aku lega karena Bunda tetap mendukung aku dan Mas Daniel, meskipun keputusan kami terbilang cepat. Bunda dan Ayah tetap nerima aku, walaupun aku sering merepotkan mereka

"Sayang, kamu mau makan apa hari ini?" tanya Bunda sambil mengelus pucuk kepalaku

"Enggak usah bun, Aku udah makan bareng Mas Daniel tadi" ucapku

Bunda tersenyum lalu duduk di tepi kasur

"Kalau kamu butuh apa-apa panggil Bunda ya" ucapnya

Wajahnya terlihat biasa saja, tapi aku tahu pasti bahwa Bunda sedang mengkhawatirkan ku 

"Makasih ya, Bun" ucapku sambil memeluknya. Bunda membalas pelukanku dengan tulus Aku bisa merasakan betapa hangatnya pelukan Bunda, penuh dengan kasih sayang

Sementara itu, di kantor, Daniel terlihat sedang menatap layar laptopnya dengan serius

"Ini atau ini?" monolognya
"Eh, tapi kita belum tahu....''
"Apa saya bilang dulu, ya?"
"Tapi kalau bilang..."

Ia berpikir sejenak, lalu memutuskan untuk menutup layar laptopnya dan mengambil handphone yang tergeletak di sebelah laptop

Ia menelepon seseorang tidak lain dan tidak bukan, ialah Indah

"Kenapa, Mas?" tanya Indah

"Saya mau beli perlengkapan bayi. Soalnya yang kemarin kayaknya kurang bagus untuk bayi kita," ujar Daniel
"Tapi saya bingung, karena kita belum tahu jenis kelamin bayi kita''

Indah terkekeh dari seberang telepon

"Kenapa tertawa? Apakah ada yang lucu?" tanya Daniel

"Kamu lucu" jawab Indah tanpa ragu

"Apa yang lucu dari saya?"
"Saya serius, Indah''

"Ohh, oke-oke. Terus?"

"Ya, kita kontrol lagi untuk tahu jenis kelamin bayi kita" kata Daniel.
"Besok kita ke rumah sakit ya''

"Besok banget, Mas?" Indah terdengar ragu
"Aku ada jadwal yoga besok''

"Kok saya tidak tau?" Daniel mengernyit

"Oh iya, aku lupa bilang. Besok kita yoga"

"Hah? Kita?"

"Iya, ibu hamil beserta suami" jawab Indah santai
"Itu yang tertulis di pengumumannya"

Daniel terlihat frustrasi. Ia hanya bisa menghela napas panjang

"Mas, udahan dulu ya. Aku mau bantuin Bunda dulu" kata Indah di telepon

"Jangan kecapean Ndah, Ingat kandungan kamu" ujar Daniel khawatir

"Iya Mas, Udah ya''

"Sampai ketemu di rumah Sayang, Bye''

Sambungan telepon pun terputus, tapi Daniel masih terpaku di tempatnya

"Apa barusan?"
"Sayang?"
"Saya?"

Daniel tersenyum-senyum sendiri, mengulang kata sayang berulang kali. Betapa bahagianya ia saat Indah memanggilnya begitu

Lalu tanpa sadar, Daniel menyandarkan punggungnya ke kursi, masih dengan senyum yang belum luntur dari wajahnya

Married to a Young WidowerCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang