Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Happy Reading.....
Di depan gerbang sekolah dasar yang terletak di salah satu distrik paling sibuk di kota ini. Sekolah tersebut berada di kawasan Sukhumvit, dikelilingi oleh gedung-gedung tinggi dan pusat perbelanjaan mewah. Bangunan sekolah yang modern dengan arsitektur kontemporer, dinding kaca besar yang memantulkan cahaya matahari, dan taman kecil yang asri di depan.
Gerbang sekolah terbuat dari besi tempa yang kokoh, dihiasi dengan ornamen-ornamen modern. Di dalam, halaman sekolah dipenuhi dengan suara riang anak-anak yang sedang bermain. Ada taman bermain dengan peralatan yang lengkap dan aman, serta area hijau dengan beberapa pohon besar yang memberikan keteduhan. Di tengah halaman, terdapat tiang bendera yang tinggi, di mana bendera Thailand berkibar dengan gagah.
"Aku tidak tau harus bersikap seperti apa."
Saat mobil sudah berhenti di parkiran sekolah, tiba-tiba perempuan itu dilanda kebingungan. Becky bingung harus bersikap seperti apa, menghela napas pelan sembari menatap gedung sekolah dari jendela. Kemudian melepas seatbelt-nya, duduk menyamping menghadap Freen yang sedang menatapnya.
"Seperti biasa."
Ucap Freen sembari tersenyum manis. Tangannya terulur menggapai tangan Becky, mengelus-elus lembut telapak tangan perempuan itu yang sedang gelisah. Becky mengganguk pelan, tidak yakin dengan dirinya sendiri. Perempuan itu pun segera turun, membuka pintu samping kiri mobil. Mereka berdua menunggu di samping mobil, dengan posisi Becky menyender di pintu mobilnya sedangkan Freen berdiri seperti biasa di samping perempuan itu.
Bel sekolah berbunyi, menandakan akhir dari hari belajar. Pintu-pintu kelas mulai terbuka, dan anak-anak berlarian keluar dengan riang. Di antara kerumunan anak-anak, Freen dan Becky melihat putrinya, Lin, yang mengenakan seragam sekolah berwarna putih dan biru, dengan rambut yang diikat dua. Lin berlari menghampiri mereka berdua dengan senyum lebar di wajahnya.
"Mama! Mommy!"
Freen tersenyum sembari melambaikan tangan, menyambut putrinya dengan pelukan hangat. Becky mengerjap-ngerjapkan kedua matanya, melihat Lin yang sedang menatapnya dengan tatapan ragu. Kedua mata hazel itu melirik kearah Freen untuk meminta jawaban, namun perempuan itu hanya menaikkan bahunya. Namun tiba-tiba Lin mendekati Becky dengan kepala yang menunduk, memainkan jari-jari mungilnya itu. Kemudian Lin mendongak perlahan, merentangkan kedua tangannya kearah Becky.
"Mommy."
Becky sedikit menunduk untuk menggapai Lin, lalu menggendong putrinya itu. Freen terkekeh pelan ketika melihat wajah Becky yang kebingungan, terlebih Lin memeluk leher Becky dengan erat. Namun tiba-tiba Freen tersentak ketika tangannya di genggam oleh Becky, perempuan itu membukakannya pintu mobil untuk Freen. Kemudian Becky masuk ke dalam kursi pengemudi sembari menggendong putrinya itu.