15

1.1K 106 9
                                        

Eres mío

Happy Reading

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Happy Reading.....

Di bawah langit oranye, Freen berdiri di tepi pantai, kedua matanya penuh dengan kebahagiaan saat melihat keluarga kecilnya. Angin laut yang sejuk menyapu rambutnya, membawa aroma asin yang khas. Di kejauhan, Freen melihat Becky dan Lin sedang bermain di pasir putih, tawa mereka menggema di udara.

Becky, dengan senyum yang tidak pernah pudar, sedang membangun istana pasir bersama putri kecil mereka. Setiap kali istana itu runtuh, mereka tertawa dan mulai membangunnya kembali, tidak pernah lelah. Lin, dengan rambut hitam legam yang berkilau di bawah sinar matahari, berlari-lari sambil membawa ember kecil, mengisi dengan air laut untuk membantu membangun istana mereka.

Freen merasa hatinya penuh dengan kebahagiaan. Perempuan itu tahu bahwa momen-momen seperti inilah yang membuat hidup begitu berharga. Melihat Becky dan Lin tertawa bersama, Freen merasa bahwa semua perjuangan dan kerja kerasnya terbayar lunas. Tiba-tiba Becky mendekati Freen, senyum manis terukir di wajahnya. Dengan lembut, perempuan itu mengulurkan tangannya, mengajak Freen untuk bergabung.

Mereka berjalan bersama menuju tepi air, di mana ombak kecil menyentuh kaki mereka dengan lembut. Mereka duduk di pasir, berdekatan, sambil memandang ke arah cakrawala. Matahari mulai tenggelam, memancarkan warna-warna indah yang menghiasi langit—jingga, merah, dan ungu bercampur menjadi satu pemandangan yang memukau.

Putri kecil mereka berlari-lari di sekitar mereka, tertawa riang saat air laut menyentuh kakinya. Freen merasakan kehangatan dari tangan Becky yang menggenggam erat tangannya. Mereka saling menatap, tanpa perlu kata-kata, karena kebahagiaan yang mereka rasakan sudah cukup untuk mengisi hati mereka. Mereka duduk di pasir, menikmati momen yang sempurna itu, dengan kaki yang terkena air laut yang sejuk. Tawa putri mereka menjadi musik yang mengiringi keindahan matahari terbenam.

Saat matahari semakin tenggelam, langit berubah menjadi kanvas yang penuh dengan warna-warna. Di tengah keindahan itu, perempuan itu merasakan sesuatu yang istimewa. Becky, dengan senyum manis, mengeluarkan sebuah kotak kecil dari saku bajunya. Dengan hati-hati, Becky membuka kotak itu, memperlihatkan sebuah kalung dengan liontin berbentuk hati yang berkilauan.

"Aku ingin memberikan ini padamu sebagai tanda cinta kita yang abadi. Setiap kali kau melihatnya, ingatlah bahwa aku selalu ada di sisimu, dalam keadaan apapun."

Freen terharu, kedua matanya berkaca-kaca. Perempuan itu menerima kalung itu dengan tangan gemetar, lalu memeluk Becky erat-erat. Perlahan Becky berdiri, berdiri di belakang Freen, dengan hati-hati mengangkat rambut perempuan itu dan memasang kalung tersebut di lehernya. Liontin berbentuk hati itu berkilauan di bawah sinar matahari yang mulai tenggelam, memancarkan cahaya yang indah. Lin yang melihat momen itu, berlari mendekat dan memeluk kedua Freen dan Becky.

"Lin juga sayang mama dan mommy!"

Katanya dengan polos, membuat mereka tertawa bahagia. Mereka duduk di sana, saling berpelukan, menikmati setiap detik kebersamaan. Mereka merasakan kehangatan satu sama lain, seolah-olah dunia di sekitar mereka menghilang, hanya menyisakan cinta yang mengalir di antara mereka. Air mata Freen tidak kunjung berhenti mengalir, membasahi wajah cantiknya. Perempuan itu tidak menyangka bahwa Becky akan tetap menerimanya, meskipun Becky tahu jika Freen adalah pembunuh.

Tangan yang pernah berlumuran darah kian memudar menjadi noda bersih, saat perempuan itu menggenggamnya. Seperti melodi lembut dalam simfoni kehidupan, setiap nada yang di mainkan menghiasi hari-hari dengan harmoni yang sempurna. Seperti mentari yang tak pernah lelah menghangatkan bumi, kehadirannya senantiasa memberi cahaya dalam kegelapan dan keindahan dalam kesederhanaan.

Bak cahaya rembulan yang menembus gelapnya malam, dan menjadi satu-satunya cahaya yang menuntun ke jalan pulang. Saat rasa bahagia datang, kau yang ada dipikiran. saat kesedihan datang, kau yang bisa menenangkan. saat rasa rindu ini meluap, hanya kau yang mampu menutupnya. Perempuan itu nyata, apa adanya, dan sempurna. Setiap kali melihatnya, selalu jatuh berkali-kali pada pesonanya. Tatapannya yang sayu amat terlekat pada ingatan, suara lembutnya selalu mengalun indah di dalam telinga. Mulai memperhatikannya, cara berpakaiannya, gaya rambutnya, dan bentuk sempurna pahatan wajahnya. Mengapa itu semua terlihat begitu indah? Karna perempuan itu telah jatuh cinta sedalam-dalamnya.

Terpikir jatuh cinta tidak akan se-menyenangkan ini jika bukan dia orangnya. Maka, dari banyaknya kalimat cinta, perempuan itu hanya ingin berkata, bahwa hanya dia yang sekarang berada dalam hati. Rasa bahagia yang tidak bisa dituliskan bahkan dengan kata-kata, dua hati yang terhubung tidak akan mudah di lepas. Ketika melihatnya, rasanya seperti jatuh, jauh lebih dalam dari tepi laut, seperti melihat bunga pertama mekar di awal musim semi, seperti angsa yang siap bunuh diri ketika melihat pasangannya pergi.

Dia berucap kata seindah sastra,suaranya adalah musik terindah,senyumannya bak ukiran mahakarya,wajahnya merupakan seindah-indahnya seni rupa. Dia adalah hadiah terindah yang pernah diberikan, tidak ada tandingannya. Dalam tatap kedua matanya, tersimpan ribuan bintang berkilauan. Lekuk garis senyumnya membentang luas indah seperti deburan ombak lautan. Dia berkilauan, namun bukan berlian. Dia bersinar terang, meski dia bukan mentari dan rembulan. Dia adalah samudera yang memiliki seribu satu rahasia di dalamnya dengan perempuan itu yang telah siap tenggelam padanya.

Diberi rasa bahagia terhadap ciptaaan sang pencipta. Kisah ini telah usai, namun rasanya tidak pernah usai. Tokoh utama akan selalu abadi dalam karya, membuat jantung kian berdebar-debar tidak beraturan setiap menggores pena diatas kertas, dengan penuh makna cinta yang tidak diutarakan secara langsung.

 Tokoh utama akan selalu abadi dalam karya, membuat jantung kian berdebar-debar tidak beraturan setiap menggores pena diatas kertas, dengan penuh makna cinta yang tidak diutarakan secara langsung

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

𓆝 𓆟 𓆞 𓆝 𓆟

Support author dengan vote and comment ya! Terimakasih sudah membaca ᡣ𐭩

LIVING WITH A KILLER [COMPLETED]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang