8

744 100 13
                                        

Eres mío

Happy Reading

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Happy Reading.....

Freen duduk meringkuk di balkon, melihat langit-langit malam dihiasi kelap-kelip bintang. Diruangan yang tidak begitu banyak pencahayaan, karna semua lampu penerang sudah dimatikan, yang tersisa hanya lampu hias berukuran kecil diatas meja. Freen menatap kearah jam dinding yang tergantung, menunjukkan pukul 01.13 pagi hari. Tapi yang di tunggu kedatangan nya belum juga datang, Becky belum kembali.

Freen sudah merasa seperti akan mati, kepala perempuan itu berdenyut. Diam memilih duduk seperti seseorang yang terkena gangguan jiwa, menahan dingin yang menyerang tulangnya kala malam jatuh. Angin malam yang dingin menyapu wajahnya, membuat rambut panjangnya berkibar lembut. Di sekelilingnya, botol-botol minuman berserakan. Freen menatap kosong ke depan, matanya kini tampak sayu. Setiap tegukan dari botol di tangannya, seolah menjadi tempat pelampiasannya.

Lamunan Freen terhenti, disaat perempuan itu melihat sekilas mobil milik seseorang yang sadari tadi memenuhi isi pikirannya. Sebuah suara lembut memanggil namanya dari belakang, ketika Freen mencoba melihat lebih jelas dari balkon. Freen menoleh, dan melihat seorang Becky berdiri di sana. Becky berjalan mendekat, berjongkok di depan Freen. Perempuan itu tampak sedikit terkejut dengan botol-botol yang berserakan, namun tanpa diberitahu, Becky tahu jika Freen sedang terpengaruh alkohol.

"Kau habis darimana, Becky?"

Kedua tangan Freen menangkup wajah Becky, menariknya untuk mendekat. Becky menelan salivanya, merasakan hembusan napas hangat berbau alkohol yang begitu menyengat berasal dari Freen.

"Aku mengambil obat."

Kepala Freen tampak sedikit memiring, namun sedetik kemudian perempuan itu mengganguk mengerti ketika Becky memperlihatkan kantong kecil berwarna putih ditangannya. Tiba-tiba Freen mengambil kantong itu, membuat Becky mengerutkan keningnya. Tersentak, saat Freen berniat memasukkan obat itu kedalam mulutnya. Dengan cepat, Becky mengambilnya.

Jantung Becky berdebar kencang, menatap Freen dengan tidak percaya. Meskipun perempuan itu berada dalam pengaruh alkohol, namun tetap saja aksi itu sangat berbahaya. Terlebih Freen meminum alkohol, yang dimana ketika tercampur oleh obat akan menjadi racun. Mencampur alkohol dengan obat-obatan dapat menimbulkan interaksi yang berbahaya dan tidak terduga.

"Pindah ke kamar, disini dingin."

"Panas."

Becky menghembuskan napas panjang, memapah Freen yang sedang mabuk berat. Freen terhuyung-huyung, hampir jatuh beberapa kali, tetapi Becky dengan sigap menahan tubuh perempuan itu. Namun, Freen tidak bisa diam. Dengan posisi memeluk Becky dari samping, yang membuat Becky hampir terjatuh beberapa kali.

Satu alis Becky terangkat begitu sampai di dalam kamar. Perempuan itu dapat merasakan Freen sedang memainkan bajunya, namun tiba-tiba Becky merasa bulu kuduknya meremang, saat hembusan nafas terasa di lehernya. Dan tidak lama, kecupan terasa di ceruk lehernya. Tangan Freen mengusap lengan Becky, sedangkan tangannya yang lain meraih pinggang Becky. Dan setelah itu Freen kembali mengecup leher Becky. Perempuan itu tidak dapat menahan lagi, Freen sudah membuatnya hampir kehilangan kesadaran.

Dengan cepat, Becky mendorong tubuh Freen yang memeluknya. Hingga berhadapan dengan wajah Freen, seketika Becky tertegun karna kini Freen tengah memandangnya dengan tatapan 'sensual'. Becky menggeleng pelan, membalikkan tubuhnya berniat keluar. Namun, Freen menarik tangannya dengan kencang. Becky terdiam ketika Freen meraih dagunya, jemari-jemari itu membelai wajah hingga turun ke leher. Membuat Becky beberapa kali menelan salivanya, mencoba menahan hasratnya. Namun sia-sia, Freen terus menggodanya.

⚠️Private⚠️

Access on the Karyakarsa/NBJ app for full scenes, no sensor.
Untuk underage silakan skip.

!𝕏𝕏𝕏!

Pukul 07.00 pagi hari. Becky baru saja selesai mandi, perempuan itu keluar dari kamar mandi dengan menggunakan bathrobe yang melilit di badannya. Rambut panjang Becky di cepol, hingga memperlihatkan kulit mulusnya. Langkah kakinya berjalan menuju kearah kaca, membuka gorden jendela. Membiarkan cahaya matahari menyinari ruang kamar, kemudian Becky berjalan mendekat kearah kasur.

"Babe..."

Panggil Becky sembari setengah berjongkok, nyaris seperti bisikan. Wajah Freen tampak damai, dengan helai-helai rambutnya yang terurai di atas bantal. Becky tersenyum kecil. Jari telunjuk Becky menoel-noel pipi tembem milik Freen, menggangu tidur perempuan itu. Freen yang merasa terusik, merengek kecil saat tidurnya diganggu. Kening Freen mengerut dengan kedua mata yang masih terpejam, terlihat menggemaskan bagi Becky. Namun tiba-tiba perempuan itu bangkit, keluar dari kamar. Becky mengambil ponselnya, menelepon seseorang.

"Irin, bagaimana keadaan Lin?"

"Lin baik-baik saja. Baru saja selesai sarapan, dan sekarang sedang bermain dengan mainannya."

"Aku tidak tahu kapan waktu yang tepat."

"Ya, kapan pun. Nikmati waktumu bersama Freen, Aku akan menjaga Lin dengan baik."

"Terimakasih."

Setelah menutup telepon, Becky kembali ke kamar. Namun tiba-tiba ada sebuah pesan masuk berasal dari Irin, seketika Becky tersenyum begitu melihat foto serta video Lin yang sedang bermain bersama Irin.

"Becky..."

Becky berdehem pelan, menoleh kearah Freen yang sedang mengangkat kedua tangannya ke udara. Becky berjalan mendekat, menarik kedua tangan Freen dengan pelan, hingga posisi Freen menjadi duduk. Dengan posisi Becky berdiri disebelah kasur, memeluk Freen yang duduk diatas kasur. Tangan Becky terangkat, mengelus-elus rambut Freen. Perempuan itu memeluk Becky dengan erat, menaruh kepalanya di dada perempuan itu.

 Perempuan itu memeluk Becky dengan erat, menaruh kepalanya di dada perempuan itu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

𓆝 𓆟 𓆞 𓆝 𓆟

Support author dengan vote and comment ya! Terimakasih sudah membaca ᡣ𐭩

LIVING WITH A KILLER [COMPLETED]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang