BAB 16 : Masuk Asrama Akademi

18 1 0
                                    

Ketika Lyivenna dan Hersy tiba di depan gedung asrama, mereka berhenti sejenak di depan jalan yang memisahkan asrama putra dan putri. Asrama putra terletak di sisi kiri, sedangkan Asrama putri ada di kanan. Hersy menoleh ke Lyivenna dengan senyum tipis, meski di balik senyum itu ada sedikit kekhawatiran.

"Nah, di sini kita berpisah untuk malam ini," kata Hersy sambil melirik bangunan Asrama putri.

Lyivenna mengangguk, memegang tali tasnya erat. "Ya. Sampai besok di kelas, Hersy."

Hersy mengangguk sambil tersenyum lebar. "Kalau ada apa-apa, kamu tahu di mana mencariku."

Lyivenna tersenyum tipis, merasa lebih tenang. "Terima kasih. Kau juga, Hersy."

Setelah itu, mereka saling berpamitan, dan Lyivenna mulai berjalan menuju asrama putri dengan langkah tegas. Ia memandangi bangunan asrama yang menjulang di hadapannya, lalu menghela napas panjang sebelum memasuki pintu besar di depannya. Di tangannya, ada sebuah catatan kecil yang menunjukkan bahwa kamar barunya adalah kamar 105.

Setelah menaiki beberapa anak tangga dan menyusuri lorong, Lyivenna akhirnya tiba di depan pintu kamar 105. Ia berhenti sejenak, menenangkan detak jantungnya yang tiba-tiba terasa cepat. Ia mengetuk pintu sebelum memutarnya dan masuk dengan tenang, meski hatinya dipenuhi kegelisahan.

Saat ia masuk, ruangan itu tampak luas dan rapi, dengan tiga tempat tidur yang sudah diisi. Dua orang lainnya sudah ada di dalam kamar, tampak sedang menata barang-barang mereka. Lyivenna berdiri sebentar di ambang pintu, mengamati mereka.

Yang pertama adalah seorang gadis dengan rambut hitam legam yang berkilauan, berdiri dengan postur anggun dan aura yang kuat. Matanya yang tajam langsung menangkap Lyivenna saat ia masuk. "Selamat datang, Putri Labestia," Sapanya dengan sopan, meskipun suaranya tenang dan penuh wibawa.

Lyivenna tersenyum hangat, mencoba menghilangkan formalitas. "Tolong, panggil aku Lyivenna saja."

Gadis itu mengangguk kecil, lalu memperkenalkan dirinya. "Baiklah. Aku Vernona Irlen el Lucarn, Putri sulung dari Kerajaan Lucarn." Ada kebanggaan dalam suaranya, tetapi juga kehangatan yang tulus.

Lyivenna mengangguk hormat, meskipun ia berusaha menghindari kesan terlalu formal. "Senang bertemu denganmu, Irlen."

Gadis lainnya, yang duduk di sudut dengan surai pirang terang, tampak lebih sederhana dalam penampilannya. Dia tersenyum dengan ramah ketika Lyivenna masuk. "Aku Marielle. Aku berasal dari keluarga biasa di Kekaisaran Utama, tapi aku senang bisa berada di sini bersama kalian."

Meskipun Marielle bukan dari keluarga kerajaan, Lyivenna dan Irlen menyambutnya dengan hangat. "Senang bertemu denganmu, Marielle," Kata Lyivenna, suaranya lembut dan tulus.

Suasana kamar segera menjadi hangat dan akrab, meskipun mereka baru bertemu. Lyivenna merasa sedikit lebih tenang sekarang. Dia tahu bahwa meskipun tantangan di akademi akan berat, dia tidak sendiri. Dengan teman-teman baru di sampingnya, langkah pertama di akademi ini terasa sedikit lebih mudah.

Lyivenna tersenyum, berusaha mencairkan suasana yang sempat kaku dengan pertanyaan ringan. "Di mana aku akan tidur? Apakah sudah ada tempat yang ditentukan?"

Vernona melirik ke arah jendela besar di sisi kamar. "Kau bisa menempati ranjang di dekat jendela. Pemandangannya bagus, dan biasanya sejuk saat malam."

Lyivenna mengangguk, berjalan ke ranjang yang telah ditunjukkan, meletakkan tasnya di atas kasur dan mulai mengemas barang-barangnya. Sambil menyusun buku-buku dan pakaian di lemari kecil, dia melirik ke arah kedua teman barunya. "Jadi, kelas apa saja yang kalian ikuti?" Tanyanya sambil tersenyum, berusaha lebih akrab.

Butterflies of Labestia: The Heir's Final LightTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang