40. bayi gede Sheena

1.8K 35 3
                                        

👑👑👑

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

👑👑👑

~o0o~

selamat membaca!!

Langit biru dengan kabut tipis menghiasi langit. Sinar matahari belum tampak. Semilir angin yang bertiup menggoyangkan dahan pepohonan menyebabkan embun menetes membasahi tanah yang kering. Kicauan burung yang hinggap di dahan memecahkan kesunyian di pagi hari.

Kedua mata Sean terbuka dari tidur lelapnya. Menoleh ke arah Sheena yang masih terlelap dalam tidurnya. Seraya tersenyum tipis, tangan Sean menyingkirkan anak rambut yang menghalangi wajah teduh nan cantik milik Sheena. Ia mendekatkan wajahnya untuk mengecup kening Sheena.

Cup!

Sean mengecup kening Sheena dengan lembut. Tak lupa senyum manis terbit di wajahnya. Saat Sean menatap wajah Sheena, suara knop pintu seperti dibuka seseorang.

Ceklek...

Suara pintu terbuka, membuat Sean menoleh ke arah pintu. Lensa matanya menatap wanita paruh baya yang nampak tidak asing baginya. Hingga Sean menyadari kalau itu bundanya.

"Bunda?" Gumam Sean pelan.

Kania tersenyum dengan langkah kaki pelan ia menghampiri anak dan menantunya. "Bunda kesini buat nganterin sarapan kamu dan Sheena. Jangan lupa istri kamu suruh sarapan juga, kalau gitu bunda pulang ya Nak. Kalau ada apa-apa telpon ayah dan bunda yaa." Kania menaruh sarapan di meja, lalu wanita paruh baya itu berlalu pergi.

Pintu ruangan Sean tertutup kembali. Kini suasana menjadi hening seperti tadi. Perlahan mata Sheena membuka, menoleh kearah Sean yang masih menatapnya.

"Aa'?"

Panggilan pelan Sheena membuat Sean menoleh kearah Sheena. "Udah bangun, hm? Tidurnya nyenyak ga sayang?"

"Nyenyak kok tapi, Sheena tadi dengar suara bunda kania. Terus bunda mana Aa'?" Tanya Sheena dengan menoleh kesana kemari mencari ibu mertuanya.

"Sudah pulang sayang, kenapa emangnya?"

"Gapapa sihh, cuma kangen sama bunda aja."

Sean mengangguk.

"Kalau gitu Sheena mandi dulu ya," ucap Sheena lalu turun dari brankar.

"Sayang, jangan lama-lama yaa."

Sheena tersenyum geli seraya mengangguk. Saat Sheena baru melangkahkan kaki tiba-tiba Sean memanggilnya.

"Sayang..."

Sheena menoleh. "Kenapa Aa'?"

"Sini bentar, ada yang kurang loh!"

Sheena menghela napas panjang, lalu mendekat ke Sean. Setelah mendekat, Sean langsung bangkit dari tidur lalu mendekat ke istrinya.

Hate Becomes Love [TAMAT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang