66. baikan

847 20 9
                                        

" Di percayai oleh satu orang dan itu adalah kamu,sudah lebih dari cukup, Naa

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

" Di percayai oleh satu orang dan itu adalah kamu,
sudah lebih dari cukup, Naa. "

- Seandro Pradikta Widjaya -

👑👑👑

~o0o~

Sean menoleh ke asal suara. Ayah dan bundanya tengah berdiri, menatap anaknya untuk memberikan penjelasan tentang kehamilan Sheena.

"Bunda? Ayah?" Beo Sean.

Kania berjalan mendekat ke Sheena karena khawatir menantunya kenapa-kenapa. "Nak Sheena, sudah ya nanti tangan kamu tambah sakit. Mending pulang dan istirahat sama suami kamu."

Sheena berpikir sejenak, seperdetik kemudian dia mendekat ke suaminya. Memegang tangan suaminya dan menyodorkan tangannya yang sudah ia pakai untuk menampar Zea.

Raut wajah Sheena tiba-tiba berubah saat di depan Sean. Bibir ngerecut gemas. Mata sedikit berkaca-kaca. Sean tersenyum tipis saat melihat wajah menggemaskan Sheena. Pria ini benar-benar di buat gemas. Padahal tadi dengan garangnya Sheena memarahi pelakor itu, tapi sekarang Sheena mendekat dengan wajah menggemaskan seperti bayi kucing.

"Aa', tangan Sheena sakit. Tiupin yaa," rengek Sheena ke suaminya.

Sean tak berkata apa-apa. Pria itu langsung meniup bahkan mencium telapak istrinya. Seulas senyuman tipis terbit di wajah tampan Sean.

Berbanding balik dengan Sheena. Bumil satu ini malah menatap tajam Kavindra. "Kavin, sekarang lo bawa adek lo yang murahan ini dan jangan biarkan dia ganggu gue lagi. Kalau sampai dia ganggu gue lagi, siap-siap aja lo dan adek lo ini gue bunuh!" Tegas Sheena.

Bagai sebuah sihir. Kavindra langsung menarik kasar Zea untuk lekas pergi dari sini. Hal yang di lakukan Sheena membuat Dava, Afif dan Ryan menciut karena takut. Ketiga pemuda itu di buat merinding dengan istri sang ketua mereka. Hingga tak ada pikiran untuk membuat Sean atau Sheena marah, karena mereka berdua terlalu mengerikan saat marah.

Setelah meniup tangan Sheena. Sean langsung menggendong Sheena dan membawanya pulang ke rumah mereka. Semua orang tersenyum bahagia akhirnya kesalahpahaman ini terselesaikan.

Arya tersenyum kecut dengan meneteskan air mata karena bersikeras memisahkan Sean dari Sheena. Padahal mereka akan memiliki seorang buah hati. Felia yang memahami mengusap punggung suaminya lembut.

"Mas, nanti kita harus minta maaf sana nak Sean." Ujar Felia di balas anggukan kepala pelan.

***

Hate Becomes Love [TAMAT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang