65. pengakuan Zea?

930 15 20
                                        

👑👑👑

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

👑👑👑

~o0o~

selamat membaca!!

Sudah empat hari masa hukuman Sean. Tapi Sean masih belum menemukan kebenaran. Sampai dimana ide muncul di otaknya. Tanpa berpikir lama Sean keluar dari rumahnya dan menuju ke markas black dragons.

Motor itu melaju kencang di sepanjang jalan raya. Padatnya kendaraan membuat Sean sedikit tak fokus. Tapi untung saja tak membuat Sean mengalami kecelakaan lagi.

"Tunggu Aa' ya sayang," gumam Sean pelan.

Selang beberapa menit Sean telah sampai di markas black dragons. Sean lekas masuk sampai lupa helmnya belum ia lepas di kepalanya.

"Sean? Kenapa helmnya masih lo pakai?" Tanya Cleo.

Seketika Sean tersadar dan lekas melepaskan helm yang masih merekat di kepalanya. Cleo menggeleng kepala pelan.

"Yang lain pada kemana?" Tanya Sean kala hening menemani.

"Di dapur lagi buat sesuatu," jawab Cleo dan Sean mengangguk paham.

Sean melangkah untuk duduk di sofa. Menyandar ke sandaran sofa karena kepala pria itu sedikit pusing. Menghela napas berkali-kali.

"Gimana udah nemu kebenarannya?" Cleo mendekat dan duduk disebelah sahabatnya.

Sean menggelengkan kepala pelan. "Tapi Zea ngasih gue ini," Sean memberikan secarik kertas ke Cleo.

Cleo menerimanya dan membuka. Saat membacanya Cleo sangat terkejut dengan isi dari kertas ini. Isi kertas itu adalah hasil pemeriksaan kehamilan Zea. Tapi Cleo menyadari akan sesuatu, yakni tanggal terbit yang tertera di surat ini.

"Sean, kenapa surat ini sudah satu tahun yang lalu?" Cleo menyodorkan surat itu ke Sean.

Sean mengambil surat yang ada di tangan Cleo dan melihat tanggal terbitnya surat itu. "22 januari 2024?" Gumamnya.

"Sebenarnya maksud Zea, apa?" Cleo menyela dan menatap Sean dengan wajah sangat penasaran.

Sean tersadar dan mengambil surat itu dari tangan Cleo. Pria itu berlari keluar dari markas untuk menemukan kebenaran. Cleo menghela napas panjang karena tak tahu lagi dengan sahabatnya ini.

"Cleo, lo ga makan siang?" Tanya Dava tiba-tiba.

Cleo menoleh dan bangkit dari duduknya. Melangkah ke dapur untuk makan. Dava mengikuti Cleo di belakangnya.

***

Sean sudah tiba di depan rumah Zea. Tapi anehnya rumah ini terlihat sepi. Apa mungkin Zea tak ada di rumahnya. Sean berdecak kesal karena ulah Zea.

Hate Becomes Love [TAMAT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang