62. memberinya waktu

808 27 2
                                        

" Empat hari aja, Naa

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

" Empat hari aja, Naa."

- Seandro Pradikta Widjaya -

👑👑👑

~o0o~

selamat membaca!!

Sean sedang duduk di ruang tamu rumah mertuanya. Di sebelahnya ada Felia yang mengusap punggungnya dengan penuh sayang.

"Nak Sean beneran tidak apa-apa?" Tanya Felia ramah.

"Tidak apa-apa, maa. Oh ya Sheena kemana?"

"Di kamar. Kalau mau langsung masuk aja, nak Sean inget, kan dengan kamar Sheena." Ujar Felia.

Sean mengangguk lalu berdiri dari duduknya. Melangkah dan menaiki anak tangga untuk menuju ke kamar istrinya. Saat tiba di depan pintu kamar Sheena. Sean ikut meneteskan air mata karena mendengar tangisan tanpa suara dari dalam kamar Sheena.

Tok! Tok! Tok!

Dengan keberanian penuh Sean mengetuk pintu kamar itu. Berharap kalau Sheena membukakan pintu.

"Tolong... buka, Naa." Lirih Sean dengan suara serak.

Dua menit...
Tiga menit...
Empat menit...

Sean masih berdiri disana karena sangat berharap Sheena membukakan pintu kamar untuknya. Hingga...

Ceklek...

Sheena membuka pintu kamarnya. Sheena menunduk karena masih menghapus sisa-sisa air matanya. Saat kepalanya ia angkat. Manik mata dirinya dengan Sean bertemu. Tatapan teduh itu kini kembali menatapnya.

Sean menyungging senyuman tipis karena akhirnya kembali menatap manik mata berwarna hitam pekat milik Sheena. Sean suka sekali menatapnya, karena selalu membuat dirinya jatuh cinta lagi dan lagi.

Sedetik kemudiam Sheena tersadar lalu memutuskan kontakan mata dengan suaminya. Sheena langsung menundukan kepala karena terlalu sakit saat melihat wajah Sean. Walau ia sangat ingin bahkan selalu memandangi wajah teduh dan tampan milik suaminya.

"Sayang, apa yang kamu bilang di telpon tadi itu tidak benar, kan?" Tanya Sean membuka suara.

Hening. Karena Sheena tak menjawab pertanyaan dari suaminya. Sean perlahan mendekat untuk mendekap istrinya. Saat Sean sudah mendekap tubuh istrinya, Sheena terisak dalam pelukannya.

Tangan Sean mengusap punggung Sheena. Menenangkan istrinya yang tengah menangis ini. Walau matanya ikut meneteskan air mata.

"Jangan menangis lagi, Aa' sangat sakit melihat kamu menangis, sayang." Imbuh Sean dengan suara sedikit serak.

Hate Becomes Love [TAMAT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang