Geng Black Dragon's series 1
Romance - Comedy - Young Married
FOLLOW TERLEBIH DAHULU, SEBELUM MEMBACA!!
CERITA SAYA TIDAK UNTUK DI TIRU ATAUPUN DI JIPLAK!!
BACA ELIT
VOTE SULIT
Pengkhianatan dan perselingkuhan yang di lakukan mantan pacarnya di masa...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
👑👑👑
~o0o~
selamat membaca!
Pukul 7 pagi Sheena terbangun dalam tidurnya. Menatap wajah tampan suaminya dengan amat lekat. Seulas senyum manis terbit di wajah cantik Sheena. Tangannya mengusap lembut rambut pekat Sean. Lalu turun ke alis tebal Sean dan berhenti di hidung mancung milik suaminya.
"Hidung mancungnya harus nurun ke dede gemes pokoknya, ya, kan sayang." Gumam Sheena seraya mengusap perutnya.
Lalu Sheena memeluk dan menggeratkan pelukannya ke tubuh suaminya. Mendusel-dusel manja di ceruk leher suaminya. Bahkan, menghirup aroma Sean yang selalu memabukan baginya. Bibir Sheena mendekatkan ke telinga Sean.
"Jagiya, il-eona." Bisik Sheena lembut dengan menggunakan bahasa korea yang artinya sayang, bangun.
Bisikan lembut yang keluar dari bibir Sheena perlahan membuat mata Sean terbuka. Lalu menoleh ke arah Sheena dan menatap lekat manik hitam pekat milik Sheena. Sean menyungging senyuman tipis seraya berkata.
"Sayang, tadi kamu bilang apa?" Tanya Sean.
Sheena mendonggak lalu tersenyum begitu manis sampai membuat kedua mata ikut tersenyum. Sean memejamkan karena tak kuat melihat betapa manis senyuman Sheena.
Sontak Sheena bingung kenapa suaminya memejamkan matanya. Dengan wajah panik Sheena bertanya. "Kenapa Aa' , apa kepalanya pusing atau apa?"
Sean tersenyum tipis lalu membuka matanya. "Bukan sayang, Aa' lagi gak kuat sama senyuman manis kamu."
Blush...
Secara tiba-tiba pipi Sheena memanas dengan rona merah padam. Sungguh! Sheena di buat salah tingkah dengan Sean. Bahkan Sheena menutupi wajahnya menggunakan kedua tangannya.
Sean tertawa kecil karena merasa gemas dengan istrinya. Lalu tangannya perlahan menyingkirkan tangan Sheena yang berada di pipi gadis itu. Membelai pipi Sheena yang sudah memerah dengan lembut bahkan sesekali menciuminya.
Cup! Cup!
"Kalau senyum jangan manis-manis dong, sayang, kalau Aa' diabetes gimana? Emang Sheena mau tanggung jawab?" Goda Sean seraya menoel dagu Sheena.
"Gak mau! Kan Aa' yang mulai duluan, kok jadi Sheena yang tanggung jawab!" Jawab Sheena, ketus.
Sean mendengar itupun hanya terkekeh pelan seraya mengeratkan pelukannya di pinggang Sheena. "Iya Aa' yang tanggung jawab."