Geng Black Dragon's series 1
Romance - Comedy - Young Married
FOLLOW TERLEBIH DAHULU, SEBELUM MEMBACA!!
CERITA SAYA TIDAK UNTUK DI TIRU ATAUPUN DI JIPLAK!!
BACA ELIT
VOTE SULIT
Pengkhianatan dan perselingkuhan yang di lakukan mantan pacarnya di masa...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
👑👑
~o0o~
selamat membaca!!
Satu hari sebelumnya mereka semua telah pulang dari liburan. Kini mereka kembali di sibukan dengan aktivitas mereka masing-masing. Bahkan ada juga yang sedang mendaftar ke universitas yang mereka inginkan. Atau mungkin juga mereka langsung terjun ke dunia kerja.
Seperti yang Sheena rencana beberapa hari sebelumnya. Sheena kini sedang bergulat di dapur untuk membuat kue. Bahkan wajah Sheena sudah penuh dengan tepung. Dapur Sheena benar-benar sangat berantakan.
"Pasti nanti papa akan senang dengan kejutan yang kita buat, ya kan sayang." Sheena tersenyum sembari mengusap perut ratanya.
Drtt...
Perkataan Sheena terhenti karena ponselnya berdering. Dengan cepat Sheena mengambil ponselnya yang berada di atas meja makan.
Nama Sheraa tertera di layar ponselnya membuat gadis itu lekas mengangkatnya.
"Hallo, Raa, ada apa?"
"Kamu di rumah, kan? Aku kesana yaa."
"Eh iya boleh Raa, sekalian ajak Lala juga ya."
"Siap! Kalau gitu aku matiin ya. Byee..."
Tut!
Sheraa lebih dulu mematikan panggilan suara. Sheena tersenyum karena ga sabar memberitahu sahabatnya kalau dirinya sedang hamil, atau mungkin mereka berdua akan membantu dirinya menyiapkan kejutan ulang tahun untuk suaminya.
Sheena benar-benar berharap kalau kejutan ini berjalan dengan lancar. Bahkan suaminya di suruh ke markas untuk waktu yang lama dan anggota black dragons yang menahan Sean untuk tak pulang ke rumahnya.
Sheena mengucapkan beribu-ribu terimakasih untuk semua anggota black dragons. Dan beribu-ribu maaf untuk suaminya. Sheena tersenyum tipis, seraya berkata. "Maafin Sheena ya Aa' soalnya ga ngebolehin Aa' pulang kerumah."
"Non, bibi bantu ya?"
Sheena menoleh ke sumber suara. Nampak wanita paruh baya mendekatinya. Seulas senyum hangat membuat Sheena membalas senyuman hangat itu.
Sheena menggelengkan kepala pelan. "Ga perlu, Bi. Biar Sheena aja, soalnya kuenya tinggal di dekorasi aja."
Bi wati mengangguk paham. "Kalau gitu bibi terusin ngedekor ruang tamu, ya non."
Sheena mengangguk. "Iya bi, nanti kalau dua sahabat aku datang, suruh ke dapur aja."