Geng Black Dragon's series 1
Romance - Comedy - Young Married
FOLLOW TERLEBIH DAHULU, SEBELUM MEMBACA!!
CERITA SAYA TIDAK UNTUK DI TIRU ATAUPUN DI JIPLAK!!
BACA ELIT
VOTE SULIT
Pengkhianatan dan perselingkuhan yang di lakukan mantan pacarnya di masa...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
" Aku hanya penyembuhnya, bukan pemenangnya."
- Afsheena Ayundira Almira -
👑👑👑
selamat membaca!!
Sheena masih terisak dalam tangisnya. Meringkuk dan menenggelamkan wajahnya di kedua kakinya. Sheraa mendekat lalu mengusap punggung sahabatnya dengan lembut.
"Sudah ya, jangan nangis lagi." Ucap Sheraa menenangkan sahabatnya.
Sheena menoleh lalu menatap sahabatnya. Tanpa aba-aba Sheena langsung memeluk tubuh sahabatnya. Gadis itu semakin menangis dalam pelukan sahabatnya.
Shella yang melihat itu sangat membuat hatinya sakit. Bahkan ada rasa tidak terima sahabatnya di khianati, walau itu suami dia sendiri. Shella mendekat lalu memeluk tubuh Sheena dengan erat. Mengusap punggung sahabatnya dengan lembut.
"Sudah dong jangan nangis lagi, Naa. Aku ikut sakit lihat kamu nangis sampai kayak gini." Sheraa ikut meneteskan air mata.
Sheena merenggangkan pelukan itu lalu menyeka air mata Sheraa. "Rara gak boleh nangis juga, nanti aku juga ikut sakit."
Sheena menjeda lalu menoleh ke Shella. "Lala juga ga boleh nangis, kok kalian jadi cengeng sih!"
Sheraa dan Shella yang mendengar kalimat itu, semakin membuat hati mereka sakit. Bagaimana tidak sakit hati saat melihat sahabat kita yang selalu ceria dan tertawa kini telah menangis karena seorang lelaki.
Untuk pertama kalinya seorang Sheena menangis. Iya, ini pertama kalinya Sheena menangis di hadapan kedua sahabatnya. Hati Sheraa sangat teriris. Dada Shella terasa sangat sesak saat melihat sahabatnya di buat sakit hati oleh seseorang.
Sheena tersenyum getir lalu berdiri. "Kalian jangan membenci Sean ya, karena ini juga salah aku. Bodohnya aku saat berharap lelaki yang sudah memiliki mantan kekasih bahkan dia cinta pertamanya, untuk mencintaiku dengan tulus. Aku hanya penyembuhnya bukan pemenangnya." Jedanya karena terlalu sakit untuk melanjutkannya.
"Ternyata keputusanku untuk mengatakan kalau aku hamil anaknya, ternyata kesalahan yang sangat besar." Lanjut Sheena sembari mengusap air matanya kasar.
Sheena menatap kedua sahabatnya secara bergantian lalu tersenyum tipis. "Aku izin pulang ke rumah papa, karena ini terlalu sakit untuk aku."
Sheena berlari menjauh dan menghilang dalam sekejap di hadapan Sheraa dan Shella. Saat Sheraa ingin mengejar Sheena, tapi tangannya di cegah oleh Shella.