10 - Aku di Sini

196 40 6
                                    

Halo! Selamat malam Senin!

Sebelum balik ke realita, ada baiknya baca chapter baru dulu~

Mohon dukungannya <3

***

Do Hee menatap satu per satu buku-buku yang tersusun di sebuah rak buku besar yang ada di hadapannya. Do Hee mengambil salah satu buku yang menarik perhatiannya, namun karena buku itu ada di atas, Do Hee harus sedikit berjinjit mengambilnya hingga seseorang lebih dulu mengambil buku itu untuk Do Hee.

"Oh, terima kasih," ujar Do Hee setelah mengambil buku itu, namun matanya membulat ketika menyadari siapa yang membantunya. "Ryu Shi Oh!" Do Hee berseru pelan. "Di Seoul yang luas ini, aku tidak menyangka akan bertemu denganmu di sini."

Shi Oh tertawa kecil. "Aku penasaran dengan tempat-tempat baru di Seoul, jadi aku mencarinya di laman pencarian dan menemukan kafe ini," jelas Shi Oh. "Aku juga tidak menyangka jika orang yang aku bantu adalah kau. Aku hanya masuk dan melihat seorang wanita kesulitan mengambil buku lalu membantunya."

"Oh, jadi, gelar cassanova itu masih menjadi milikmu?" gurau Do Hee.

"Astaga, aku hanya berniat membantu."

Do Hee kembali tertawa kecil. "Aku bercanda."

"Apa kau sendiri?" Do Hee membenarkan. "Di mana para pengawalmu?" Do Hee mengernyitkan keningnya bingung. "Kau sudah menjadi istri seorang menteri sekarang. Bukankah seharusnya kau dikawal ke manapun kau pergi?"

"Oh, hentikan omong kosong itu," sahut Do Hee jengah. "Aku sudah menemukan buku yang aku ingin baca, sekarang aku akan memesan minuman. Apa kau sudah memesan sesuatu?"

"Apa sekarang kau mengajakku untuk minum kopi bersama?"

Do Hee menatap Shi Oh kesal. "Apa kau sangat ingin dipukul?"

Shi Oh tertawa kecil. "Aku yang akan memesan minuman untukmu, latte less sugar dengan susu oat, bukan?"

"Aku tidak menyangka kau masih mengingatnya," ujar Do Hee terpukau. "Kalau begitu, aku akan mencari tempat duduk."

Do Hee bergegas pergi ke salah satu sudut ruangan yang berada di dekat sebuah kaca besar sehingga ia bisa melihat tumbuh-tumbuhan hijau yang tertanam cantik di area outdoor di lantai satu. Tempat favoritnya di kafe itu. Do Hee bergegas melepas sneakersnya dan duduk di bean bag besar sebelum perlahan merebahkan tubuhnya di sana kemudian mulai membuka bukunya.

"Apa kau sering ke sini?" tanya seseorang yang membuat Do Hee mengalihkan perhatiannya, Shi Oh. Laki-laki itu kembali dengan sebuah buku di tangannya. "Kau nampak sudah tidak asing dengan tempat ini."

"Aku lumayan sering ke sini," jawab Do Hee. "Yah, bisa dibilang tempat ini adalah tempat di mana aku melepaskan penatku."

Shi Oh yang sudah duduk di bean bag sebelah Do Hee mengangguk mengerti. "Kafe ini mengingatkanku pada kafe yang biasa kita kunjungi untuk mengerjakan tugas bersama."

"Sebenarnya itu juga yang menjadi salah satu alasanku pergi ke sini," jawab Do Hee. "Karena aku bisa bernostalgia meski tempatnya berbeda."

"Rasanya baru kemarin kita berkenalan," ujar Shi Oh. "Tapi sekarang kau sudah memiliki nama besar dan menjadi istri orang."

"Oh, kau berlebihan. Kau juga sudah memiliki nama besar."

Shi Oh tertawa kecil. "Apa kau bahagia?"

Do Hee yang awalnya ingin mulai membaca lagi, kini perhatiannya teralihkan sepenuhnya pada Shi Oh. "Kenapa kau bertanya seperti itu?"

Once AgainTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang