My Kevin My Love

1 1 0
                                    


.
.
.
.
.
.
.
.

Acara yang di tunggu pun tiba.
Kini seluruh murid berkumpul di tengah api unggun untuk memulai kegiatan jerit malam.

Denger2 sih jerit malam itu serem loh. Ada yang nangis, teriak, bahkan pingsan.
Nahloo.. Kalo Kevin cs gimana ya ??
"Oke adik2,kita akan berpencar, masing2 regu harus berjalan mengikuti palang2 yang sudah di siapkan. Saya harap kegiatan ini bisa meningkatkan rasa percaya diri dan tak takut oleh apapun kecuali orang tua kita dan sang maha pencipta.
Baiklah, sebelum melaksanakan kegiatan , kita berdoa menurut agama dan kepercayaan kita masing2. Berdoa mulai.."Jelas kak pembina.
Setelah berdoa murid2 ini langsung berkumpul membentuk regu masing2. Dalam 1 regu terbentuk 10 anggota. Chessa, Gladys, Kate, Lala, Nadia dan 5 cowok temannya langsung berangkat menuju tempat akhir yang akan mereka singgahi.
Setiap Regu di dampingi oleh 2 orang kakak pembina.
Dan betapa bahagianya teman2 Chessa karna regunya di dampingi oleh Kevin dan Rafi.
Namun untuk para cowok, hal ini seakan menjadi hal yang biasa.

Setelah hampir 30 menit, regu Chessa sudah berjalan dan mematuhi semua aturan yang tertulis di palang. Dan ini adalah waktu terakhir untuk menuju tempat akhir. Yaa.. Tenda.
Chessa dengan semangatnya langsung berjalan mengikuti Meka, ya dia adalah ketua regu dan sekaligus pacar Lala. Sedangkan Gladys hanya berlindung di belakang punggung Chessa.

"Ches..balik yuk,, takut, serem tau.. Gue mau ke tenda aja.."Rengeknya dengan nada yang akan menangis.

"Elahh Glad,, ini cuma sebentar, dikit lagi nyampe Glad. Lu takut amat sih ? Nonton film horor aja ketagihan, lah ini jerit malam dah mau pingsan."

Memang sedari memulai berjalan, di tengah jalan, banyak kakak pembina dan anggota osis yang menyamar sebagai hantu jadi2an untuk menakuti murid2.
Ada yang teriak,menangis dan bahkan pingsan.
Mungkin mereka akan mengalami trauma dan phobia dengan jerit malam, Gladys salah satunya. Dia sudah teriak2 ngga jelas saat di sampingnya ada boneka berdarah menggantung di dahan pohon. Padahal dia adalah peminat film horor, tapi nyalinya langsung ciut saat harus benar2 ada di situasi seperti ini.
Chessa hanya menanggapi dengan tenang dan sedikit menenangkan gadis itu jika ini semua hanya buatan.

"Kalian semua secepatnya harus mencari petunjuk terakhir untuk menuju tenda. Karna waktu kita hanya 1 jam. Dan ini sudah pukul 1 kurang 15 menit."Ucap Rafi.

"Baik kak."Jawab anak2 serentak.

Sedari tadi Kevin tak berbicara apapun, hal itu membuat cewek2 teriak histeris bukan karna kegiatan jerit malam namun pesona dari Kevin.
Cowok2 hanya bergeleng2 kepala melihat tingkah para cewek2 ini.

'Nggak ada yang berubah dari lo Ches,  bahkan lo gak takut dengan kegiatan ini. Kagum gua' Batin Kevin sambil memandang Chessa.
Yang di perhatikan hanya menunduk malu dan tersenyum melihat Kevin.

'Dia senyum,,!! Ya Tuhan, dia senyum ke gua..!! Alhamdulillah..'batin kevin sambil membalas senyuman Chessa.

***

Selesai kegiatan senam pagi, acara hari ini bebas sampai pukul 10. Karna pukul 11 kegiatan persami akan resmi di tutup dan pukul 12 para murid dan seluruh anggota akan kembali ke sekolah.

Chessa pov

Sungguh indah, bola mata hazelnya itu bisa buat gue terpesona.
Ya Tuhan, gue yakin banget kalau dia Kevin, Kevin punya gue.
Yaa.. Kevin Arkasana sahabat kecil gue dulu.
Apa sekarang waktu yang tepat buat tanya soal gelang ini ya?
Hmmm gue tanya Gladys dulu deh.

Lagi enak enaknya duduk di atas bukit, tiba-tiba Glad datang sambil menangis,

"Weiii Glad?!
Lo kenapa?"Tanyaku kaget.

"Kak hiks hiks kak Keenan hiks hiks jahat Ches..!!! Hiks hiks hiks. Dia selalu nyakitin gue.huaaaaaa mamaaaa..!!! Hiks hiks hiks.." Glad menangis tak karuan, bikin gue reflek peluk dia.

"Tenang Glad, gue disini. Lo tenangin diri dulu, terus cerita.." tangan gue terulur mengusap air matanya.

"Tadi waktu gue keluar dari tenda, niatnya nyari lo.
Tapi pas gue lewatin tenda cowo,kak Marsya pelukan sama kak Keenan. Gue lihat mereka Ches, gue liat pakai mata kepala gue sendiri Kak Marsya meluk dia erat banget dan dia senyum ke gue.
Pas kak Keenan ngliat gue ,dia ngejar tapi gue lari trus kesini.
Nyesek banget anjir."

"Mungkin kak Keenan lg nenangin kak Marsya Glad, Jangan nethink dulu.."Balas gue sambil mengelus rambutnya.

Belum sempat Glad menjawab, kak Keenan datang, tapi Glad malah meluk gue.

"Glad, tolong dengerin gue dulu, ini semua gak seperti yang lo pikir" kak Keenan datang sambil ngatur napas.

"Pergi,!! Gue gak mau denger penjelasan apapun kak!!
Kakak samperin aja tuh kak Marsya!"
Glad melepas pelukan gue dan memilih membelakangi kami.

Kak Keenan berjalan mengendap mendekati kami di saat itu juga Kevin datang. dia tau masalah kak Keenan, akhirnya mengajakku pergi meninggalkan kak Keenan dan Glad untuk menyelesaikan masalahnya.

***

"Ches.. Gua mau nunjukin sesuatu ke lo, mungkin ini saat yang tepat, karna gue udah nggak sabar lagi."Ucap Kevin menatap gue lekat.

"Maksud lo Vin ??" Gue membalas tatapannya dengan bingung.

"Lo ngga inget gua ??"Tanya Kevin  memajukan badannya dan menggenggam kedua tangan gue.

"Gua teman kecil lo dulu.
Gua pulang Chessa,
Gua tepatin janji yang dulu pernah gua buat.
Lo tau? sejak kita pisah sampai detik ini gua selalu mikirin lo, dan gelang ini masih gua pakai Ches, itu karna gua sayang sama lo. Gua yakin lo pasti inget kan ?? Maaf gua udah memulai tapi gua gak bisa kalau sampai tau lo di milikin orang lain."Jelas Kevin mengecup punggung tangan gue.

Netra gue melebar, seketika ngfreeze denger ucapan Kevin barusan.
Jadi....?

"Gue gak mimpi kan Kevin?
Tolong cubit pipi gue sek-" belum selesai ngomong, tiba-tiba kevin mencium bibirku sekilas.

"Ini nyata Chessa Ayunda, Please Ches, gua udah gak sabar nunggu moment ini datang, gua harap lo trima gua." Kevin menangkup pipi gue ngebuat gue reflek menatap kedua matanya lalu memeluknya erat.
Gue nangis, semua beneran di luar ekspektasi gue, ternyata Kevin benar-benar temen masa kecil gue.

"Lohh,, kok nangis ?? Hey hey hey Ches, kenapa ??"Tanya Kevin sambil mengusap airmata ku.

"Gue bahagia banget, ternyata lo Kevin gue, Maaf gue udah jahat kemarin.
G-gue..."

"Ssttt.. Udah ya jangan nangis lagi. Gua yang harusnya minta maaf, karna belum berani ngungkapin ini semua.
Gua tau kok,sejak awal masuk merah putih itu lo. Gua yakin udah nemuin belahan jiwa gua. Gua sayang lo Chessa."Ujar Kevin mengelus rambutku.

"Lo tau Vin ?? Gue sebenernya kaget waktu denger nama lo. Gue fikir apa iya lo adalah Kevin anaknya tante Zahra dan om Billy. Soalnya lo kan Songong.
Hehe.
Dan tadi rencananya gue mau nanyain gelang ini ke lo vin tapi takut lo bukan Kevin gue,trus gue salah orang,"

"Gua Kevin lo Chessa, satu hal yang harus lo tau, gua slalu mikirin lo sampai sekarang.
Gua pulang ke rumah.."Balas Kevin tersenyum.

.
.
.
.
.
***

Btw itu di mulmed ceritanya foto masa kecilnya Chessa dan Kevin yaa..
Oke deh yaa segitu dulu..
See you.......

My Last Love [ KEVIN ARKASANA ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang