33

893 62 5
                                        

Saat pertama kali membuka mata ohm hanya mencari sosok lengso,bahkan ia tak memikirkan keadaannya yang jauh dari kata baik. Beruntung lengso berada tepat di sampingnya.ohm tidak mengeluarkan kata apapun ia hanya diam menatap lengso yang dengan telaten menyuapi dirinya makan. Kedua orangtua ohm dan Perth sibuk mengobrol membiarkan dua sejoli itu untuk berbicara satu sama lain.

"Gua ga jadi nikahin Noni" pembicaraan yang lengso hindari sedari tadi ternyata di bahas oleh ohm.

"Kenapa? " Sebenarnya lengso sudah tau jika ohm tidak akan menikahi adik dari mendiang nanon hanya saja ia ingin mendengar langsung dari mulut ohm.

"Lu masih nanya alesanya?"

"Yahh harus , bukannya kemarin kk ngotot buat ngelakuin permintaan terakhir dari ka nanon? Terus kenapa sekarang jadi berubah pikiran???" Ucap lengso dengan kesal dan itu berhasil membuat ohm tersenyum. Setelah sekian lama ohm tidak tersenyum akhirnya lengso dapat melihat kembali senyum indah yang terukir dari bibirnya.

"Gua milih lu, maaf selama ini gua ga pernah nganggap lu ada, gua emang masih belum sembuh dari luka masalalu tapi terimakasih karena lu telah menunjukkan bahwa mencintai orang baru tidak seburuk itu" cinta lengso memang begitu besar pada ohm bukti nyatanya walaupun ia sudah berjuang begitu lama dan akan memutuskan untuk menyerah ,nyatanya setelah mendengar ucapan ohm barusan ia semakin di buat jatuh sejatuh jatuhnya.

"Ka" keduanya saling berpelukan begitu erat,seolah takut akan ada badai lagi yang akan menimpah mereka.

"Ayo kita mulai dari awal walaupun gua males untuk Mulai lagi dari awal, tapi kalo itu sama lu gua mau kita perbaiki sama-sama " lengso mengangguk tanda setuju.

"kalau takdir punya ribuan cara buat misahin kita ,maka aku punya milyaran cara buat tetap bersama ka ohm"ujar lengso yang membuat ohm semakin mengeratkan pelukannya.bahakn keduanya masih asyik berpelukan melupakan orang-orang yang berada di ruangan tersebut.

"Kalian ga malu Bucin di depan orang tua" sindir Perth yang jengah akan tingkah sahabat dan adiknya itu. Mau tak mau lengso tepaksa harus melepaskan pelukan ohm dari tubuhnya.ia juga sebenarnya malu hingga wajahnya memerah seperti kepiting rebus.

"Ohm papih minta kali ini langsung di sahkan saja, jangan banyak nantinya keburu lengso di ambil orang loh" mereka yang mendengarnya hanya tertawa begitupun dengan lengso ,ia jadi tambah malu karena mendapatkan ledekan tersebut.

"Iyah piihh pasti, dalam Waktu dekat ini ohm akan melamar lengso" ohm menatap wajah bengong lengso dengan serius ,tidak ada keraguan dari ucapan ohm barusan...ia memang berniat untuk melamar lengso.

Setelah berbincang-bincang kedua orangtua ohm pamit pulang, Karna hari ini lengso dan Perth yang akan menjaga ohm.

"Lu tidur di sini bareng gua"

"Nanti kamu sempit ka, aku bisa tidur di sofa" tak menerima penolakan ohm langsung saja menarik tubuh lengso untuk naik keranjang Pasien.

"Nanti kamu sempit ka, aku bisa tidur di sofa" tak menerima penolakan ohm langsung saja menarik tubuh lengso untuk naik keranjang Pasien

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
P   A     S    T (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang