Suara tangisan bayi itu terus menggema di seluruh ruangan,lengso rasanya ingin menangis kala ia tak dapat mendiamkan putranya itu...bayi laki-laki itu terus menangis padahal sudah di berikan susu.
"Nemo ayah mohon jangan menangis" lengso masih berusaha untuk mendiamkan putranya itu.mendengar suara tangisan itu membuat dunk yang sedang tertidur pulas sampai terbangun.ia perlahan menggantikan lengso untuk menggendong bayi itu.
"Kamu istirahatlah Leng,biar aku yang jaga Nemo" lengso hanya mengangguk ia butuh istirahat sejenak.sudah dari pagi hingga malam hari bayi itu terus menangis tak berhenti entah apa yang membuat bayi itu menangis.dunk tak ingin menganggu lengso yang sedang istirahat maka dari itu ia membawa bayi laki-laki itu keluar rumah.
"Syutt sayang jangan seperti ini,kasihan ayah sedang istirahat" perlahan Bayi itu memejamkan matanya karena terlalu lelah menangis.dunk langsung merebahkan bayi tersebut kedalam box bayi.maka ia juga akan menyusul lengso kedalam alam mimpi.
Ini sudah hampir 2 tahun lengso berada di desa tersebut,ia perlahan sudah melupakan kota yang menjadi saksi perjalanan hidupnya dengan mantan suaminya itu ,ah ralat masih suami , karena sampai sekarang tidak ada pembahasan lagi mengenai perceraian dirinya dan ohm. Tetapi bagi lengso menganggap ia sudah bercerai dengan ohm dari satu tahun yang lalu. Lengso sudah menjalani kehidupan barunya dengan ikhlas dengan di temani sang buah hati yang akan selalu berada di sampingnya itu.
Anak laki-laki tersebut adalah keajaiban untuk dirinya.sebagi sosok anak dan teman yang akan selalu menemani setiap kesendirian lengso.
"Papah datang" pria itu masuk kedalam rumah kecil yang penghuninya masih pada tidur,pria itu yang ternyata adalah Perth...ia sudah berkali-kali mengetuk pintu tetepi tak ada yang membukanya jadilah ia terpaksa menerobos masuk kedalam rumah tersebut.
"Leng bangun" Perth menggoyangkan tubuh lengso agar ia terbangun dari tidurnya itu.
"Ahh ka Perth" lengso langsung bergegas untuk mencuci mukanya,ia tak tau jika hari ini Perth akan datang berkunjung.
"Kk ga bilang kalo mau kesini" ujar lengso seraya memberikan teh hangat untuk Perth.
"Kejutan...aku kangen sama putraku makanya ga bilang sama kamu kalo mau kesini...di mana putraku Leng?"
"Dia tidur di kamar dunk"
"Aku akan mengambilnya"
"Jangan membangunkannya kaa" tanpa mendengar ucapan lengso,Perth langsung saja membawa bayi itu dari box tempat tidurnya. Bayi itu masih tetap memejamkan matanya tanpa terusik sedikitpun.
"Nemoo,papah datang ayo buka matamu" perlahan Bayi itu membuka matanya dan menangis saat itu juga.
"Dia masih mengantuk,semalam terus menangis" ujar lengso mengambil alih bayi itu dari gendongan Perth.
"Ayo bawa kedokter,aku takut terjadi apa-apa sama Nemo" Perth langsung menarik tangan lengso tanpa aba-aba.
"Kaa aku belum mandi" ujar lengso.
"Nemo lebih penting sekarang" mau tak mau lengso haru mengikuti langkah kaki Perth yang membawanya pergi ke salah' satu klink yang berada di desa tersebut. Setelah di periksa dokter mengatakan jika bayi tersebut hanya mengalami demam akibat perubahan cuaca. Perth dan lengso bernafas lega mendengar penjelasan dari dokter. Setelahnya Perth langsung membawa lengso dan putranya itu untuk kembali kerumah karena cuaca di desa ini sedang di Landa panas dan itu menjadi salah satu penyebab bayi itu terus saja menangis tanpa henti.
"Kalian darimana ajh? Aku khawatir pada Nemo" dunk yang baru bangun dari tidurnya langsung saja beranjak mencari keberadaan lengso dan Nemo yang sudah tidak ada di rumah.
KAMU SEDANG MEMBACA
P A S T (END)
Ficción General"Jika 99% orang mengatakan bahwa masa lalu menjadi pemenangnya ,maka aku adalah 1% yg tetap mengatakan bahwa orang baru adalah pemenangnya , karena yg terbaik ga akan mungkin jadi masa lalu" _lengso abinaya_
