Hari ini adalah hari yang paling menyedihkan untuk lengso,ia tak akan pernah mengira jika hari ini akan terjadi pada dirinya. Mengenai kehilangan lengso sudah sering mengalaminya,ia kehilangan sosok suami,ia kehilangan pendidikannya dan sekarang tuhan mengambil sosok cinta pertamanya.
Ayahnya telah pergi kesisi tuhan meninggalkan lengso ,ibunya dan ketiga adiknya .bahkan kepergian sang ayah menjadi penyesalan terbesar dalam hidup lengso, karena ini adalah pertemuan terakhir mereka.selama tinggal di desa lengso hanya akan mengabari kedua orangtuanya lewat panggilan Videocall saja.dan sekarang lengso harus menyaksikan tubuh ayahnya yang terbaring kaku.
"Ayah maafkan segala kesalahan anakmu...maafin lengso belum bisa jadi anak yang berbakti..lengso akan menjaga ibu dan adik-adik" kata itu adalah kalimat terakhir yang di ucapkan lengso sebelum ayahnya di kebumikan. Sang ibu terus saja memeluk putra sulungnya itu. Berharap mendapatkan ketenangan dari sosok putranya yang sangat jauh dari kehidupan mereka.
"Ibu maafin lengso" keduanya saling berpelukan menguatkan satu sama lain.hingga pelukan tersebut harus terlepas karena Perth menyuruh lengso untuk pergi secepat mungkin. Lengso mengikuti perintah Perth ia pun langsung bersembunyi di dalam mobil.
Ohm dan keluarganya datang untuk melayat. Mereka membawa Karangan bunga yang bertuliskan turut berdukacita.
"Buu turut berdukacita yah" ohm menghampiri wanita paru baya itu.lalu memeluknya dengan erat.
"Lengso tidak Dateng? Putra mu benar-benar keterlaluan bahkan di saat berduka seperti ini ia tidak Dateng!!!" Ujar papih ohm. Ia benar-benar tak menyangka jika menantunya itu tidak hadir juga.
"Biar bagaimanapun dia masih putra mu besan, kau harus menyuruhnya pulang ini adalah hari kepergian ayahnya!! Memang dia tidak ingin melihat ayahnya untuk yang terakhir kali?" Kini mamih ohm ikut bersuara.
"Setelah lengso pulang kalian akan membawanya pergi ?? Dan kalian akan menyatukan kembali lengso dan ohm gitu ???" Ujar Perth yang tiba-tiba saja masuk menyela pembicaraan mereka.
"Mereka masih suami istri!!!"
"Lengso sudah menggugat ohm dua tahun yang lalu Tante, aku yakin Tante ga akan lupa akan hal itu" keduanya saling menatap penuh dengan kebencian.
"Tapi sampai sekarang mereka belum bercerai...lengso masih istri ohm yang lari dari tanggungjawabnya sebagai seorang istri"
"Membahas tentang tanggung jawab? Lalu bagaimana dengan anak tante dulu??? Ia menikahi lengso tapi selalu menjadikan masa lalunya yang pertama... Apa anak Tante pantes di sebut sebagai pria yang bertanggungjawab?"
Plakkk
Tamparan itu berhasil mengenai pipi Perth hingga membuatnya terdorong kebelakang.
"Jaga ucapan lu di depan orangtua gua Perth" ohm yang menampar pipi Perth, ia sudah tidak tahan melihat orangtuanya di perlakukan seperti itu.
Bukkkk
Tak terima karena pipinya di tampar,Perth langsung saja balik memukul Perut ohm hingga sang empuh jatuh tersungkur.
"Gua bukan lengso, yang di sakitin secara fisik sama lu tetap diam!!!" Chimon yang tengah mengendong seorang bayi di dekapannya langsung saja menuju kedalam rumah lengso kala mendengar perkelahian. Ia bahkan dengan susah payah menenangkan suaminya dari emosi.
"Kaa udah , nanti Nemo kaget ngeliat papahnya berkelahi seperti ini" Perth mengangguk lalu perlahan mulai mengikuti arah Chimon yang membawanya keluar.
Sedangkan tatapan ohm dan keluarganya terarah kepada bayi yang berada di dalam gendongan Chimon, merka bertanya-tanya siapa bayi tersebut.
KAMU SEDANG MEMBACA
P A S T (END)
Fiksi Umum"Jika 99% orang mengatakan bahwa masa lalu menjadi pemenangnya ,maka aku adalah 1% yg tetap mengatakan bahwa orang baru adalah pemenangnya , karena yg terbaik ga akan mungkin jadi masa lalu" _lengso abinaya_
