Pagi ini cuaca terasa begitu sejuk hingga membuat anak berusia 20 tahun itu tetap tenang kala melakukan tugasnya.ia membersihkan rumput yang sudah panjang hingga beberapa helai sampah yang mengotori makam sang ayah.
"Dasar sampah bodoh,ngapain coba Terbang ke makam ayah!! Lihat makam ayah kotor karenamu" ucap remaja itu seraya menggerutu. Tetapi walau ia terus menggerutu ia tetap menjalankan tugasnya membersihkan makam itu hingga terlihat begitu bersih dan cantik karena beberapa rumput yang masih terawat.
"Maaf ayah aku baru mengunjungimu" setelah bertahun-tahun lamanya ia tak pernah mengunjungi makam sang ayah. Karena ia telah pindah ke kota yang jauh dari tempat pemakaman ayahnya itu.
"Ayahhh Nemo kangen"remaja itu adalah Nemo, ia telah tumbuh menjadi anak yang tampan di sertai senyum manis. Nemo selalu berharap agar sang ayah datang kedalam mimpinya,tetapi ayahnya seperti enggan untuk bertemu.
"Ayahh ,daddy hiksss" tak kuasa menahan tangis ,remaja itu meneteskan air matanya hingga terkena batu nisan tersebut. Nemo yang di kenal anak ceria ternyata punya banyak luka yang di pendam. Ia memang hidup dengan penuh kasih sayang. Papah, uncle Oma opah, bahkan Daddy nya tidak pernah membiarkan Nemo bersedih sedikitpun.tetapi Nemo tau di balik sosok mereka yang menghibur Nemo ada kesedihan di dalamnya. Mereka semua masih belum terima dengan kepergian sang ayah.
Bahkan Nemo sering melihat sang daddy menangis kala malam hari, ia tau betul jika Daddy nya tidak pernah bahagia setelah kepergian sang ayah.
"Daddy selalu menangis tiap malam, ia begitu merindukan ayah. Kalo aku ga hadir di Anatara kalian. Mungkin Daddy akan menyusul ayah pergi" ucapannya masih dengan isakan.
"Ayah terimakasih telah menjadi ayahku,aku tau kau sangat menyayangiku walaupun dulu aku masih kecil aku bisa merasakannya. Ayah kau ayah yang hebat. Terimakasih karena kau mau menjadi ayahku" remaja itu perlahan beranjak dari duduknya,dan menaburkan bunga di makam tersebut.
"Sampai jumpa lagi ayahh, aku akan sering mendatangi mu"
Perlahan remaja itu melangkah meninggalkan pemakaman tersebut,saat ini tujuan adalah menghampiri rumah sang papah dan uncle nya.tak membutuhkan waktu lama motor yang ia Tunggaki berhenti tepat di depan apartemen milik sang papah. Di lobi sudah ada Perth dan chimon yang terlihat masih sangat muda dengan usianya yang sudah tidak muda lagi.
"Papah,uchii" Nemo berlari memeluk keduanya,ia begitu merindukan mereka.
"Son...akhirnya kau kesini juga, papa kangen sama kamu" ujar Perth seraya mengelus rambut hitam nemo yang sudah memanjang.
"Nemo ayo masuk ,uchii udah buatkan makanan untukmu" Nemo mengangguk lalu mengikuti langkah pasutri itu untuk Masuk kedalam apartemennya. Langkah Nemo berhenti kala menatap pintu apartemen yang dulu menjadi tempat tinggal dirinya dan kedua orangtuanya.
Nemo sendiri tidak pernah masuk kedalam apartment tersebut, karena mendengar dari cerita jika sang daddy langsung memutuskan untuk pindah kota setelah kepergian sang ayah.
"Papa-uchii ,aku ingin masuk kedalam apartment itu? Bolehkan?" Tanya Nemo yang membuat Perth harus menarik nafasnya dengan panjang.
"Son, daddy mu melarang siapapun untuk Masuk kedalam sana"
"Kenapa? Aku anaknya papa ,jadi Daddy tidak akan marah , ayo cepat papa ,aku penasaran ingin melihat barang peninggalan ayah yang masih berada di dalam sana" Perth menggelengkan kepalanya. Ia tak mungkin mengizinkan Nemo untuk masuk kedalam apartemen itu.
"Tidak son,ayo masuk kita makan" mau tak mau Nemo mengangguk pasrah. Ia akan meminta Daddy nya itu untuk mengajaknya masuk kedalam apartment yang dulunya menjadi tempat tinggal mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
P A S T (END)
Ficción General"Jika 99% orang mengatakan bahwa masa lalu menjadi pemenangnya ,maka aku adalah 1% yg tetap mengatakan bahwa orang baru adalah pemenangnya , karena yg terbaik ga akan mungkin jadi masa lalu" _lengso abinaya_
