Matahari terbit membawa cahaya baru, semangat baru serta harapan baru itu lah yang di harapkan setiap orang.
lengso sudah bangun dari tidurnya jauh sebelum matahari menyinari bumi . Pagi ini jadwal ia membersihkan kosan tempat tinggalnya.ia menjadwalkan setiap kegiatan yang akan di lakukan.
Di setiap pergerakannya terbesit wajah seseorang yang dari semalam menghantui pikirnya. Pria yang kemarin di tabraknya berhasil memenuhi isi kepala Leng.
"Ishhh kenapa aku mikirin dia terus sih " gerutu lengso sambil menjambak rambutnya kesal.
Jujur saja ia takut kepada pria itu ,tapi mengapa di dalam otaknya selalu terbesit wajahnya. Bahkan seperti ada yang membisikkan dirinya jika pria itu sebenarnya orang baik .
"Ohh lama-lama aku bisa gilaa , gimanaa mungkin pria itu orang baik , jelas-jelas kemarin ia membentak aku" tak mau terus menerus di hantui wajah pria itu ,lengso langsung segera menyelesikan pekerjaannya.
Setalah selesai, lengso memutuskan untuk mandi dan bersiap-siap pergi ke kampus.
Setibanya di kampus lengso langsung merapatkan ke barisan para mahasiswa baru lainya , beruntung ia datang tepat waktu jika tidak ia akan mendapatkan hukuman sama seperti maba yang telat.
Sudah dua hari berada di kampus ,dan besok masa ospek nya telah selesai tetapi satu orang pun tak ada yang mau berteman dengan dirinya.
"Tak apa Leng ,kamu bisa sendiri" ujarnya menyengati diri sendiri.
"Lengso " Leng menatap ke arah sumber suara yang memanggilnya.
"Dua pria itu ,itu kan temen si muka serem" ujar lengso dalam hati
Gemini dan Perth menghampiri lengso yang tengah mematung menatap terkejut kearah mereka.
"Ayo ikut kita " Gemini menarik tangan lengso tanpa belas kasihan .
"Lepas ini sakit tau " lengso tidak berbohong tarikan pada tangannya memang menyakitkan.
"Pelan-pelan gem lu ngelukain tangan dia " ujar Perth seraya melepaskan tangan Gemini yang menarik lengso dengan cukup kuat.
"CK lebayyy"
"Ayo ikut kita Leng ,ohm mau ketemu sama kamu , sebaiknya kamu selesaikan masalah yang kemarin"
Ohm
"Ternyata si pria serem itu namanya ohm"
Melihat tak ada respon apapun dari lengso , membuat Perth tersenyum gemes. Wajah putih lengso dan muka diamnya terkesan imut , jika saja Perth tak memiliki kekasih maka ia akan mendekati lengso.(Inget bini Perth🙈)
"Terus lu berdua mau diem dieman di sini ha?" Tegur Gemini yang jengah akan tingkah Perth dan si maba itu.
Mau tak mau lengso mengikuti kemana dua sahabat ohm membawanya. Mereka berhenti tepat di sebuah ruangan yang menurut lengso sedikit lebih mewah dari kamar kosnya.
"Broo"
Ohm yang sedang fokus pada handphone nya melihat kearah sumber suara ,dimana ada dua sahabat nya dan.... Maba yang bikin mood dia ilang kemarin.
Tatapan mereka bertemu sepersekian detik.
Deg deg deg
Tatapan ohm mampu membuat jantung lengso ingin keluar sekarang juga , ini bukan karena ketakutan ini karena hal lainnya.
"Kamu mau aku ganti rugi ? Sebelumnya aku mohon maaf karena udh bikin sepatu kamu kotor , aku janji kalo nanti uang aku udh cukup aku bekal ganti sepatu baru buat kamu" ohm bahkan belum bicara sepatah katapun tapi lengso langsung membuka suaranya.
KAMU SEDANG MEMBACA
P A S T (END)
Fiksi Umum"Jika 99% orang mengatakan bahwa masa lalu menjadi pemenangnya ,maka aku adalah 1% yg tetap mengatakan bahwa orang baru adalah pemenangnya , karena yg terbaik ga akan mungkin jadi masa lalu" _lengso abinaya_
