38

812 68 14
                                        

Di sunyinya malam dengan hembusan angin menerpa wajahnya membuat lengso tak beranjak dari dudukannya sedari tadi,ia sedang menunggu kepulangan sang suami yang bahkan ia sendiri tak tau kemana perginya ohm. Lengso sudah menghubunginya tapi tak ada jawaban sama sekali,ia khawatir tapi pihak keluarga ohm seperti menutupi sesuatu padanya. Kedua mertuanya menyuruh agar lengso tak menunggu ohm.

Jam sudah menunjukkan pukul 23:20 tapi batang hidung ohm tak muncul juga, bahkan lengso sudah mengabari  sebagian teman ohm seraya menanyakan keberadaan suaminya itu.tak lama kemudian barulah mobil ohm memasuki pekarangan rumah, lengso langsung bangkit dari duduknya dan menyambut kepulangan ohm.

"Ka" ohm turun dari mobil dengan membawa beberapa Paperbag di tangannya.

"Nihh" lengso mengambil Paperbag tersebut dari tangan ohm ,dan ia mulai memasuki rumah mengikuti langkah suaminya itu.

"Kk butuh kopi? Atau mau langsung cucian biar nanti aku siapkan air hangatnya"tawar lengso

"Aku mau langsung cucian,nanti sekalian siapin kopi" lengso mengangguk lalu mulai mempersiapkan air hangat dan menyiapkan piyama tidur untuk ohm.setelah selesai lengso langsung turun ke bawah untuk membuatkan secangkir kopi panas untuk ohm.

Seraya menunggu ohm yang sedang cucian,lengso dengan rasa penasarannya langsung membuka isi dari Paperbag yang di bawa suaminya itu. Paperbag itu Bersi cake dengan rasa yang warna warni tetapi lengso tau betul jika cake itu bukan dari toko biasa yang ohm beli.dari bentuknya saja sudah berbeda. Dan Paperbag satu lagi berisi cake dengan rasa coklat bahkan hingga topping pun menggunakan coklat.

Ada perasaan sedih di hati lengso kala melihat cake dengan varian rasa coklat, ia tau betull jika cake rasa coklat adalah makanan kesukaan mendiang nanon tetapi suaminya itu membawa untuknya.

"Kenapa cuma di liatin,ga suka?" Ohm yang telah selesai dengan aktivitasnya langsung menghampiri lengso yang tengah menatap isi dari Paperbag yang ia bawa tadi .

"Kk beli di mana cakenya ?ko beda sih sama yang biasa kk beli"

"Kamu Tinggal makan apa susahnya,ga usah banyak tanya" lengso terdiam mendengar ucapan ohm, ia langsung saja membawa cake tersebut kebawah untuk di taro ke dalam pendingin. Fyi cake tersebut bikinan dari bi Narti, sebelumnya ia ingin memberikan cake tersebut kepada sang majikan nanon, karena ia tau jika nanon menyukai cake tetapi ia baru mengetahui jika nanon ternyata telah tiada. Jadilah bi Narti menyuruh ohm untuk memberikan cake tersebut kepada Istrinya.

"Kamu nunggu aku di luar dari tadi?" Tanya ohm

"Iyah ,aku khawatir sama kk sedari tadi handphonya ga aktif makanya aku inisiatif buat nunggu"ohm menghampiri lengso dan menubrukan tubuhnya kedalam dekapan lengso. Sifat ohm yang seperti ini yang membuat lengso jatuh kedalam pesonanya,ohm yang manja menjadi daya tarik tersendiri untuk lengso.

"Lain kali ga usah nunggu,kalo aku ga ngabarin berarti lagi ada urusan penting" ujar ohm memberitahu.

"Emang aku ga berhak buat tau urusan kk? Aku kan istri kk" ohm menatap mata istrinya itu, ada raut kekecewaan di dalamnya dan ohm menyadari akan hal tersebut.

"Bukan gitu,tapi cuaca malam ga Baik,kalo mau nunggu, tungguin ajh di dalam"

"Tadi kk sebenarnya dari mana sih?" Bukanya ingin berbohong hanya saja ohm belum siap mengatakan hal mengenai rumah tersebut.

"Aku kangen sama kamu" ohm Memang pandai mengalihkan pembicaraan, setelah pertanyaan dari lengso tak ia Jawab ,ia buru-buru langsung mengecupi setiap inci dari tubuh istrinya itu.

"Kaaaa ishhhh geliii "

"Aku pengen Leng"

🔞🔞🔞

P   A     S    T (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang