40

915 78 24
                                        

Ohm membuka matanya setelah dirinya tak sadarkan diri,ia melihat keseliling kamarnya itu.semua barang yang berserakan sudah di rapihkan bahkan ohm melihat bingkai foto dirinya dan sang mantan sudah terpajang lagi di kamar tersebut. Hatinya terenyuh kala mengingat kejadian kemarin saat di mana ia dengan tega menyakiti istrinya.

Lelehan air mata membasahi pipi ohm,ia menyesal dengan perbuatannya yang seperti binatang itu. Suami mana yang tega melakukan kekerasan fisik hanya karena pertengkaran sepele? Itu hanya di lakukan oleh ohm saja.

"Ohm kamu udh sadar nak" suara sang mamih mengalihkan atensinya itu.ohm langsung mengelap pipinya yang sudah basah dengan lelehan air mata.

"Mihh...lengso mana?" Saat ini ohm hanya ingin meminta maaf kepada istrinya itu.ia tak memperdulikan tubuhnya yang sangat lemas karena ohm belum sembuh total.

"Lengso sedang kuliah,tadi ia sudah minta izin ke mamih"

"Lengso baik-baik ajh kan mih?" Seharusnya ohm tak menanyakan hal tersebut, karena tidak mungkin lengso baik-baik saja setelah di perlakukan dengan kejam olehnya.

"Baikk... semalaman dia nemenin kamu yang ga sadar..tubuh kamu panas lengsolah yang mengompresnya, dia juga yang merapihkan kamar ini seorang diri ..dia tidak mau di bantu dengan yang lainya" hati ohm terasa pedih mendengar kebaikan hati istrinya itu. Sudah di sakiti hatinya maupun fisiknya tetapi lengso tetap berbakti kepada ohm yang notabenenya adalah suami yang  kejam.

"Ohm kalo kalian bertengkar mamih mohon jangan menyakiti fisik lengso,mamih ga tega melihatnya" ohm terdiam menyesali perbuatannya itu. Bahkan maminya sendiri ikut merasakan sakit hati karena perbuatannya.

"Maafin ohm mih" ibu dan anak itu saling berpelukan.ohm menumpahkan rasa penyesalan nya itu lewat dekapan sang ibu. Ia benar-benar menyesali semuanya.

***

Ramainya kantin universitas membuat beberapa mahasiswa tidak jadi membeli makanan.mereka justru memilih untuk menahan lapar ketimbang mengantri.salah satu mahasiswa yang lebih memilih menahan lapar adalah lengso. Ia malas jika harus mengantri panjang.jadi ia memutuskan untuk tetap duduk manis di dalam kelas. Semalam ia begadang hingga larut dan itu menyebabkan ia terlambat bangun dari tidurnya hingga melewatkan sarapan.

Ia terus menemani suaminya yang sedang demam.lengso tak tega jika harus tidur terlelap sedangkan ohm sedang merasakan sakit.semalam ohm terus mengigaukan kata 'maaf' yang membuat hati  lengso terenyuh. Lengso sendiri tidak tau kata maaf itu di tujukan untuk siapa ia berharap kata maaf itu untuk dirinya.

"Lengso"

"Lengso?"

"Lengsooooo"  lengso yang tengah asyik dengan pikirannya hingga terkejut mendapatkan panggilan dari seseorang yg dengan kencang memanggil namanya.dunk berdiri di hadapan lengso dengan senyuman tak berdosa.

"Kenapa dunk?" Lengso heran mengapa dari banyaknya manusia harus dunk yang menghampiri dirinya itu.

"Gpp, aku ga liat kamu di kantin jadi aku mutusin buat cari kamu di kelas..eh ternyata kamu lagi asyik melamun"

"Hehe Iyah tadi lagi mikirin kelas selanjutnya" bohong lengso.

"Setelah balik kuliah kmu sibuk ga?"

"Umm memangnya kenapa"

"Kalo ga sibuk kita main yu di apartemen chimon? Kita ngumpul ajh gitu,lagian setelah nikah kamu belum ada tuh kumpul-kumpul bareng temen" tak banyak berpikir lengso langsung menyetujui ajakan dari dunk. Ia Memang sudah lama tidak kumpul dengan yang lainnya.

Jam sudah menunjukkan pukul 14:23. Kelas lengso barulah berakhir ia langsung menyusul dunk yang sudah menunggu di parkiran.

"Maaf yah dunk,kelas aku baru berakhir"

P   A     S    T (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang