Di Ruangan yang bercat putih dengan suara monitor berbunyi sebagi tanda jika detak jantung pasien dalam keadaan normal. Ohm terbaring tidak sadarkan diri setelah mengalami kecelakaan beruntun yang menimpanya saat dalam perjalanan menuju kosan milik lengso.
Beruntung dalam kecelakaan tersebut tidak ada korban jiwa yang sampai hilang nyawa,hanya Beberapa pengendara mengalami luka ringan seperti yang di alami oleh ohm.
"Mamih tunggu sini yah,Cici mau ngabarin papih" ujar orzala, setelah keluarganya mendapat kabar dari pihak rumah sakit ia dan sang mamih langsung buru-buru menuju rumah sakit untuk melihat kondisi ohm hingga tidak sempat memberitahu yang lainya.
"Ci kabarin lengso juga yah"wanita cantik itu hanya mengangguk setelahnya pergi berjalan ketempat yang lebih sepi untuk mengabari beberapa orang yang harus tau mengenai kondisi ohm saat ini. Butuh beberapa waktu untuk orzala kk dari ohm untuk mengabari paphinya itu setelah nya ia langsung melanjutkan panggilan kedua untuk mengabari lengso.
Di sisi lain lengso tengah mengemasi beberapa pakain yang akan di bawanya. Ia sudah bertekad untuk meninggalkan kota ini.
"Semuanya udh siap ka" Perth mengangguk lalu perlahan ia mulai membawa beberapa koper milik lengso untuk di masukan kedalam mobilnya. Hanya Perth yang mengetahui rencana lengso untuk pergi meninggalkan kota ini.
Dretttt
Panggilan telpon dari seseorang menghentikan langkah lengso yang akan masuk kedalam mobil milik Perth.
"Ka aku angkat telpon dulu bentar" perlahan lengso sedikit menjauh dari Perth.
"Lengg"
" Iyah ci"
"Ohm mengalami kecelakaan saat di perjalanan menuju kosan kamu"
sepersekian detik lengso terdiam tanpa aba-aba buliran bening jatuh lagi di wajah teduhnya. Entah ini sudah yang keberapa kali lengso menangis hari ini.
"leng kamu dengar kan ucapan Cici tadi?"
" Ci ka ohm baik-baik ajh kan?" Tak dapat di pungkiri kabar kecelakaan ohm membuat hati lengso sedih.
"Kamu kesini yah ,biar liat langsung keadaan ohm, Cici tunggu"
panggilan terputus dan lengso langsung mendapatkan pesan lokasi di mana ohm berada saat ini.
"Ka kita haru kerumah sakit sekarang"
"Ha? Siapa yang sakit Leng"
"Ka ohm kecelakaan" lengso langsung memberitahu lokasi rumah sakit ohm di rawat dan Perth tanpa banyak bertanya langsung menjalankan mobilnya. Ia juga khawatir akan keadaan sahabatnya itu. Walaupun ia masih sedikit kesal dengan ohm tapi sekarang ohm sedang tidak baik-baik saja maka dari itu ia akan mengesampingkan masalah tersebut terlebih dahulu.
"Ka ,aku takut ka ohm kenapa-napa" Selama di perjalanan lengso terus saja menangis.
"Leng ,percaya sama kk ,ohm pasti akan baik-baik saja kamu jangan nangis doain biar ohm selalu di lindungi tuhan" kata penenang dari perth tak membuat lengso menghentikan tangisannya. Ia justru malah semakin kencang menangis. Waktu setengah jam serasa satu tahun bagi lengso. Setelah sampai di rumah sakit ia berlari mencari ruangan ICU di mana ohm masih berada di sana.perth masih setia menemani lengso ia juga sama khawatirnya dengan keadaan ohm saat ini.
"Tante" lengso melihat kedua orangtua ohm dan sang Cici yang tengah duduk di ruang tunggu ICU.
"Leng" keduanya berpelukan seraya menyalurkan kekuatan untuk satu sama lain.
"Gimana keadaan KA ohm Tan"
"Dia belum sadar, dokter lagi memeriksanya di dalam"
"Om apa yang terjadi? Kenapa ohm bisa sampai kecelakaan" Perth memilih untuk berbicara dengan kepala keluarga dari ohm.
"Om juga masih belum tau apa penyebabnya, tapi pihak polisi menyimpulkan jika ohm mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi hingga mobilnya oleng dan menabrak beberapa pengendara lainya."
"Ohm ingin menemui mu Leng" kini Cici ohm ikut membuka suara. Mendengar hal itu semakin membuat lengso menangis ,is justru merasa bersalah karena ohm kecelakaan mungkin karena dirinya.
"Ini pasti salah aku yah Tan,ka ohm kecelakaan gara-gara aku" ucap lengso menyalahkan dirinya sendiri.
"Syutt , ini bukan salah kamu Leng ini semua udh takdir, ini juga karma buat ohm karena udh nyakitin pria cantik kaya kamu ini"
"Tapi ka ohm ga pernah nyakitin aku Tan" sangkal lengso
"Itu karena kamu udah kecintaan sama ohm ,makanya setiap di sakitiin ga pernah merasa"
Tak lama dokter keluar dengan dua perawat sekaligus.mereka yang berada di sana bangkit dari duduknya untuk mendengar penjelasan dari sang dokter.
"Dok bagimana keadaan putra saya" tanya sang kepala keluarga
"Pasien mengalami luka di kaki yang menyebabkan tulangnya patah, tapi anda tidak perlu khawatir Pasien bisa di sembuhkan dengan fisioterapi agar kembali berjalan dengan normal, selebihnya pasien hanya mengalami luka ringan di wajah dan tangannya"
"Apa anak saya sudah sadar dok?"
"Sudah, kami akan memindahkan pasien keruang rawat sekarang"
Lengso dan yang lainnya berucap syukur, karena keadaan ohm tidak terlalu parah walaupun ohm harus berjalan menggunakan kursi roda nantinya. Pihak keluarga ohm akan mengurus administrasi sedangkan lengso dan Perth tengah membeli beberapa makanan untuk yang lainnya.
"Kamu ga jadi pulang?" Sedari tadi Perth ingin menanyakan hal ini hanya saja belum ada waktu yang tepat untuk menanyakannya pada lengso.
"Ka....." Perth mengerti jika kenyataannya sejauh apapun lengso mencoba berlari ia akan kembali kepada ohm.walupun seribu rasa sakit yang telah di alaminya.
"Kk paham, sekarang keputusan ada di kamu leng, kk ga bisa melakukan apapun lagi karena takdir selalu punya cara untuk kalian tetap bersama" lengso memeluk tubuh Perth dengan erat.hanya Perth yang dapat mengerti lengso.
Perth sendiri sebenarnya sudah tidak ingin melihat lengso tetap bersama dengan ohm ,tapi pada nyatanya takdir selalu menyatukan mereka kembali lewat jalur apapun.
Jika tuhan sudah berkehendak tidak ada satupun manusia yang bisa mencegahnya bukan?
***
Rembulan malam menghiasi langit hingga membuat cahaya yang begitu terang benderang. Membuat siapapun tidak akan pernah bosan memandangnya. Seperti yang di alami dunk saat ini. Ia tengah menatap lekat rembulan dengan membayangkan wajah pria cantik yang ia taksir sejak pandangan pertama.
"Perth ngabarin gua kalo dia lagi di rumah sakit sekarang" Chimon menghampiri dunk yang masih setia berdiri menatap langit malam.
"Siapa yang sakit?" Tanyanya.
"Ohm kecelakaan"
"Baguss itu karma buat dia karena udah nyakitin lengso" bukannya simpati justru dunk malah senang mendengar kabar tersebut.
"Ga boleh gitu dunk,biar bagaimanapun ohm tetep temen gua, lu mau ikut jenguk ga?"
"Males"
"Ada lengso di sana" dunk yang tadinya enggan melihat wajah chimon langsung memutar wajahnya mengahad chimon untuk mencari letak kebohongan Dari ucapannya barusan.
"Lahh bukanya lengso mau menjauh dari ohm? Kenapa sekarang masih ajh mau nemuin ohm???" Dunk tak habis pikir dengan lengso masa Iyah dia masih mau dengn ohm padahal jelas-jelas ohm lebih memilih orang lain di banding dengan lengso kemarin.
"Gua juga ga tau,yang jelas Perth bilang dia ada di sana sama lengso"
"Yaudah gua ikut"
Keduanya memutuskan untuk menuju rumah sakit tempat ohm di rawat. Niat dunk hanya ingin bertemu lengso ia bahkan tidak berniat untuk menjenguk ohm sama sekali.
"Gua beli makanan dulu buat Leng, siapa tau dia belum makan" Chimon hanya mengangguk seraya menunggu dunk yang tengah membeli beberapa cemilan untuk lengso, padahal yang sedang sakit ohm.
Suka baca ga suka skipppp sesimpel itu😀
Konflik baru di akan di mulai part-part berikutnya yahh
Vote+komen ❤️ ❤️ ❤️
KAMU SEDANG MEMBACA
P A S T (END)
Ficción General"Jika 99% orang mengatakan bahwa masa lalu menjadi pemenangnya ,maka aku adalah 1% yg tetap mengatakan bahwa orang baru adalah pemenangnya , karena yg terbaik ga akan mungkin jadi masa lalu" _lengso abinaya_
