Kedua bola mata itu saling bertatapan satu sama lain hingga akhirnya lengso memutuskan kontak mata tersebut. Pertanyaan ohm barusan membuat jantungnya berdebar sangat kencang entahlah mungkin ohm mendengar detak jantung lengso saat ini.
"Umm aku siap ka,tapi ga sekarang" ada raut wajah kecewa yang terpampang di wajah ohm dan itu membuat lengso merasa bersalah.untuk saat ini jujur saja lengso memang belum siap ,di tambah lagi tubuhnya terasa lelah ia takut jika di tengah-tengah permainan ahh maksudnya itu. Lengso merasa lelah.
"Gpp aku nunggu kamu siap" ohm tersenyum kecut, sebenarnya sedari tadi ohm menahan diri untuk tidak menerkam lengso. Oragan di bawahnya secara alami menunjukkan reaksi yang membuat ohm susah payah untuk menyelesaikannya.
"Aku ke kamar mandi dulu yah kamu tidur ajh kalo udh ngantuk" perlahan ohm bangkit dari tidurnya untuk menyelesaikannya sendiri di kamar mandi. Setelah kepergian ohm lengso langsung meresa bersalah.
Setelah aktivitasnya selesai ohm kembali ke dalam kamar ,dan ia begitu terkejut melihat lengso yang masih duduk termenung.
"Kenapa belum tidur em?" Tanya ohm dengan lembut.
"Maaf yah ka gara-gara aku belum siap kk sampai harus menyelesaikannya sendiri" ohm tersenyum seraya mengusap lembut kepala lengso.
"Ga perlu merasa bersalah , sebagai gantinya gimana kalo kita pelukan sampai pagi nanti" lengso mengangguk lalu mulai merebahkan tubuhnya di dada bidang milik ohm , dan ohm langsung memeluk erat pinggang ramping istrinya itu.
"Selamat malam, cupp" sebuah kecupan mendarat di kening lengso membuat sang empuh kegirangan di dalam hatinya.
Sinar matahari menerobos masuk lewat jendela kamar hotel yang memang sengaja di buka oleh lengso untuk menyinari Kamar tersebut. Ohm yang masih tertidur pulas rasanya enggan untuk membuka matanya.
Sedangkan lengso ia sudah rapi dengan segala aktivitas paginya, saat ini ia lebih memilih menonton televisi sambil menunggu suaminya bangun dari tidurnya. Tak membutuhkan waktu lama ohm terbangun dari tidurnya,ia langsung melihat ke arah samping di mana istrinya sudah cantik walau hanya memakai pakaian santai.
"Pagi ka" sapa lengso terlebih dahulu,ohm langsung bangkit dari tidurnya tanpa basa basi ia menggelendotkan tubuhnya ke tubuh lengso.
"Cupppp" kecupan demi kecupan di berikan oleh ohm untuk lengso ,hampir seluruh tubuh istrinya itu di kecupnya.lengso sendiri hanya Tersenyum melihat tingkah ohm yang seperti ini.
"Kamu wangi" dan lagi ohm terus menerus mengecup setiap inci tubuh lengso seperti orang yang kelaparan. Sampai di mana lengso harus mendorong tubuh ohm agar menghentikan tindakannya itu.
"Kaaa ,ishh geli" ohm terpaksa harus menghentikan aktivitasnya itu, tubuh lengso sekarang menjadi candu bagi ohm.
"Kk cepat mandi sana, hari ini kita pulang kan?" Ohm mengangguk lalu mulai bangkit dari tempat tidurnya menuju kamar mandi, sedangkan lengso menyiapkan pakaian Yang akan di kenakan ohm seraya membereskan kamar tidur. Setelah hampir setengah jam ohm baru keluar dari kamar mandi.
"Lama banget mandinya kk ngapain ajh?" Tanya lengso penasaran. Ohm hanya tersenyum mendengar pertanyaan istrinya itu,tidak mungkin kan ohm jujur pada lengso jika ia baru saja menyelesaikan ritual hormon paginya yang datang dengan tiba-tiba.
"Kamu mau sarapan di sini atau di rumah?" lengso berpikir sejenak untuk memutuskan di mana mereka akan melakukan sarapan.
"Di rumah ajh ka" ohm mengangguk setelahnya membawa lengso untuk menuju ke kediamannya. Susana jalan raya saat pagi hari belum terlalu ramai oleh pengendara maka dari itu ohm dengan santai mengemudi mobilnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
P A S T (END)
Narrativa generale"Jika 99% orang mengatakan bahwa masa lalu menjadi pemenangnya ,maka aku adalah 1% yg tetap mengatakan bahwa orang baru adalah pemenangnya , karena yg terbaik ga akan mungkin jadi masa lalu" _lengso abinaya_
