39

953 82 29
                                        

Rasa sakit yang terburuk adalah ketika seseorang membuatmu merasa istimewa kemarin dan membuatmu merasa tidak diinginkan hari ini.

Tes

Air mata terus saja mengalir dari pelupuk mata lengso, sebelum menjadi istri dia tak pernah merasakan sakit seperti ini. Tetapi setelah statusnya berbeda ia baru Merasakan sakit yang teramat dalam. Bahkan dadanya terasa sesak menahan isak tangis.hatinya benar-benar terluka hingga ia seperti orang yang kehilangan akal merusak semua barang yang berada di kamarnya.bingkai foto suaminya dengan sang mantan menjadi sasaran empuk lengso untuk merusaknya. Ia dengan susah payah memecahkan bingkai tersebut satu persatu. Kesabarannya seperti sedang di uji hingga pada akhirnya ia berada di titik paling rendah. Bahkan bagian bawahnya masih terasa sakit dan ini di tambah dengan sakit yang lainya.

"Kenapa Ka...kenapa" lengso terus saja meneteskan air matanya. Ia kembali menatap handphonenya dan melihat foto di mana suaminya sedang menangis di pusara makam sang mantan seraya memegang bunga di tangannya. Bahkan guyuran hujan tak menghentikan aksi ohm yang tengah terduduk lesu di depan makam nanon.

 Bahkan guyuran hujan tak menghentikan aksi ohm yang tengah terduduk lesu di depan makam nanon

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Lengso sendiri tidak tau siapa yang mengirim foto tersebut padanya...ia dapat foto tersebut dari nomor yang tidak ia kenal. Bahkan orang itu menuliskan pesan yang lagi dan lagi membuat hati lengso merasakan nyeri.

"Sampai tetesan dari terakhir pun,ohm tidak akan pernah bisa mencintaimu...cintanya telah mati bersama dengan perginya nanon kau tau air laut selalu ada pasang dan surut tetapi air laut tidak pernah berubah rasa... Itu artinya mau sampai kau nangis darah sekalipun untuk mengharapkan balasan perasaan dari ohm ,ia tak akan memberikannya karena perasaan itu hanya untuk nanon seorang"

Lengso hanya menatap kosong kearah depan,setelah lelah menangis perlahan ia bangkit dari duduknya dan membereskan kekacauan yang telah ia perbuat. Ia menyusun satu demi satu pecahan kaca dari bingkai foto yang telah ia rusak. Sesekali tangannya berdarah karena mengenai duri dari pecahan kaca tersebut. Hatinya ingin menjerit lebih keras tapi ia lelah. Ia lelah dengan takdir yang seolah mempermainkan nya.

Tok tok tok

Ketukan pada pintu kamar menyadarkan lengso dari lamunannya . Lengso bangkit dari duduknya untuk melihat siapa yang datang menghampirinya itu.

"Leng ayo turun nak ,sedari tadi kamu belum memakan apapun loh" itu adalah ibu mertuanya. Memang sedari pagi lengso belum memakan apapun karena ia tak kuat berjalan dan itu di sebabkan oleh bagian bawahnya yang masih perih.

"Iyah mih nanti lengso nyusul" tak mau membuat sang mertua khawatir lengso akhirnya ikut makan bersama.walaupun di dalam hatinya masih memikirkan tentang suaminya itu.

"Udah jam segini kenapa suamimu belum pulang Leng?" Pertanyaan dari sang mertua membuat lengso sedikit bungkam,apa ia harus mengatakan yang sebenarnya? Atau berpura-pura tidak tau?.

"Aku pulang" belum sempat lengso menjawab,ohm tiba-tiba saja masuk kedalam rumah dengan pakain yang sedikit basah.

"Ka ,ko baju kamu basah? Kamu kehujanan" tanya sang mamih yang khawatir melihat keadaan sang putra dengan pakaian yang sangat basah.

P   A     S    T (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang