Hari ini adalah hari minggu, dan seperti halnya minggu minggu sebelumnya, Habel akan menghabiskan waktu bersama dengan teman temannya dirumah salah satu dari mereka. Seperti halnya pagi menjelang siang ini.
Habel terus berguling guling diatas kasur sambil meng scroll tiktok, sesekali ia akan tertawa saat melihat video lucu.
Dan tak jauh beda dengan tiga temannya yang lain, saat ini mereka juga sedang melakukan kegiatan yang sama.
" Masak masak yuk! " Ajak Fahmi tiba-tiba.
Habel, Aaron dan Sadewa kompak langsung melihat kearah Fahmi, bocah itu kalau menemukan resep baru di tiktok pasti langsung mengajak mereka eksperimen.
" Gimana, mau nggak? "
" Boleh, mumpung nyokap gue nggak dirumah " Ucap Sadewa.
" Yes! "
" Emang mau bikin apa? " Tanya Habel dan Aaron hampir bersamaan.
Dua orang itu langsung saling tatap lalu saling sinis.
" Gue nemu resep ini nih "
Fahmi menujukan layar ponselnya yang menunjukkan sebuah video dan tiga temannya itu langsung mengerubungi ponselnya.
" Boleh juga, tapi nggak tau bahannya ada apa nggak, nggak pernah masuk dapur gue "
Jangan heran mengapa Sadewa mengatakan demikian, ibunya memang melarang anak itu mendekati dapur semenjak insiden dapur hampir kebakaran hari itu.
Makanya ia tak lagi diizinkan kedapur tanpa pengawasan walaupun hanya sekedar membuat mi instan.
" Cek dulu lah brooo " Ucap Habel sambil bangkit dari posisi berbaring nya.
Menuruti ucapan Habel, empat sekawan itu langsung keluar dari kamar, memasuki lift kemudian turun ke lantai dasar.
Posisi kamar Sadewa ini berada di lantai tiga jadinya mereka malas menggunakan tangga untuk turun kebawa.
Sesampainya di lantai dasar, mereka langsung menuju dapur, kebetulan disana ada asisten rumah tangga keluarga Sadewa yang sedang bersih bersih dapur, jadilah mereka bertanya kepadanya.
" Bik, ada roti tawar nggak? Sama selai coklat? " Tanya Sadewa sambil memasuki area dapur.
" Kebetulan nggak ada den, mau bibik beliin keluar? " Tawarnya.
Sadewa menggelengkan kepala, ia kemudian hampir temannya yang duduk di pantry.
" Nggak ada roti tawar sama selai coklat " Ucap Sadewa.
Tiga temannya itu mendesah kecewa sebelum kemudian mereka tampak berfikir bersama.
" Beli dulu nggak sih? Sekalian sama cetakannya " Tanya Fahmi.
" Orang gila mana yang mau keluar rumah panas panas gini? " Celetuk Sadewa.
" Kita orang gilanya " Timpal Aaron yang mana langsung buat mereka otomatis tertawa.
" Gas? "
" GASSS!! "
_Beloved Boy_
Sadewa tampak menimang nimang dua roti tawar ditangannya, ia bingung hendak memilih yang mana.
" Ngapain lo? " Tanya Aaron mengejutkan Sadewa.
" Ngagetin anjir! "
" Ya lo ngapain anjir sok mikir, biasanya juga nggak! "
KAMU SEDANG MEMBACA
Beloved Boy [ End ] > Sedang Revisi <
Genç KurguEnjoy this story guys! Revisi sambil update Publish : Maret 2024 End : Desember 2024
![Beloved Boy [ End ] > Sedang Revisi <](https://img.wattpad.com/cover/379294865-64-k855811.jpg)