Perjalanan

1.4K 100 6
                                        

Hari ini, keluarga papa Tae akan mengadakan kegiatan piknik kecil kecilan. Mereka pergi ke Disneyland di Tiongkok untuk memberikan semangat pada anak anak mereka yang akan mengikuti ujian sekolah.

Tak terkecuali bayi pinguin kita. Tentunya ialah yang paling heboh diantara mereka semua. Keluarga yang sudah siap berangkat, namun harus ikut mencari sesuatu yang diperlukan oleh bayi mereka.

"Ma...uin dede nda ada" Acil masih berlari lari naik turun tangga dan berteriak. Anak itu kekeuh ingin membawa boneka pinguin kesayangannya.

"Hati hati dek, jangan lari lari di tangga" peringat Taehyung.

"Api uin dede nda ada" mata acil sudah berkaca kaca.

"Itu lagi di cariin sama abang, adek tunggu sini aja" Taehyung membopong tubuh anaknya itu dan menenangkannya. Pesawat mereka untung saja masih 2 jam lagi, sebelum terbang menuju negeri tirai bambu.

Tak lama terdengar suara merdu dari sang kakak sulungnya. Terlihat sang abang kesayangannya berjalan menuruni tangga dengan membawa sesuatu yang sejak tadi ia cari. Acil langsung mendekat dan mengambil boneka pinguin kesayangan miliknya.

"Nih dek, ketemu dikamar mandi. Pasti adek bawa boneka pinguin nya waktu mandi" Setelah menyerahkan bonekanya, Heeseung aka abang sulung itu mengusak pelan kepala adiknya.

"Maacih bang iceung" Acil mencium pipi Heeseung singkat dan kembali pada papanya.

"Yu pa belangkat!" Tangan mungilnya terangkat meninju angin.

"Yaudah ayo, gaada yang ketinggalan lagi kan?" mereka sengaja berangkat lebih awal karena akan mampir untuk makan siang dan perjalanan menuju bandara yang lumayan menempuh waktu lama.

"Ga ada" Serempak mereka semua menjawab pertanyaan sang kepala keluarga. Barang barang mereka sudah tertata rapi pada bagasi, untuk penempatan kursi di depan ada papa Tae dan mama Jennie, lalu tengah ada Jay, Acil dan Heeseung, belakang ada Jake dan Riki.

"Pa, mam apa?" Acil muncul dari sela sela kursi Taehyung dan Jennie, ia melihat papanya mengemudi dengan fokus. "Dede udah laper?"

"Uda"

"Dede mau apa?" saut Taehyung.

"Nda au pa" Taehyung tersenyum, lalu mulai menanyakan keinginan makan anak dan istrinya.

"Sayang kamu mau makan apa" tanya Taehyung pada Jennie.

"Terserah anak anak aja pa" Taehyung tidak mengalihkan pandangannya pada kemudi lalu bertanya pada setiap anaknya.

"Abang, Hyung, Kakak, kaka pada mau makan apa nih" Sontak semua yang merasa terpanggil langsung menyaut dengan jawab yang tentunya berbeda beda.

"Riki mau pizza"

"Kakak mau steak"

"Hyung mau pasta"

"Abang ikut dede aja" Jawaban abang pertama, membuat Acil senang, tanpa ba bi bu Acil memeluk tubuh kakaknya dengan erat. Yang dipeluk, menciumi puncuk kepala adeknya.

"Karena semua itu ada di restoran eropa, mari kita kesana" Seru Taehyung.

"YEAYYY" Acil berteriak paling keras di antara abangnya yang petakilan.

Tak menempuh waktu yang lama untuk keluarga kecil itu sampai pada restoran bergaya eropa di kota tersebut, beruntungnya lagi restoran tersebut memang searah menuju bandara.

Kaluarga itu masuk dan memesan pesanan mereka masing masing. Terlihat keluarga itu sangatlah harmonis, dari segi rupa mereka memiliki wajah yang rupawan, lalu dari segi kebiasaan atau adab mereka juga sangatlah baik dapat di lihat dari cara makan mereka yang elegan dan anggun. Kecuali Acil.Bocah itu sedari tadi menelungkupkan kepalanya pada tangan yang dilipat di atas meja.

🍒  🎀  𝓑𝓪𝓫𝔂 𝓐𝓬𝓲𝓵  🎀  🍒 Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang