Hilang?

786 97 18
                                        

Semua yang hadir di meja makan panik dengan pernyataan setengah Acil. Sang empu malah terlihat tidak peduli, melupakan bahwa tadi malam ia menangis sangat keras.

"Nda papa kok, cuma cakit dikit 🤏" Semua bisa bernafas lega.

Namun dengan tidak berperikeanakan Taehyung, ia memegang kaki bengkak Acil dengan agak kuat, ya sebenarnya tidak kuat cuma biasa namun karena sakit jadi 2x lipat sakitnya.

"Shhh...cakit, hiks" Damn nangis kan bocahnya.

Semua kelimpungan, sedangkan Jayke masih enak enaknya menyelami dunia mimpi tanpa ingin di ganggu. Bahkan keduanya sudah saling berpelukan.

"Aduh duh, maaf dedek papa ga sengaja" Acil masih nangis. Tapi tak berselang lama, kedua tanganya ia gantungkan di udara meminta gendong.

"ndong paaa~" Rengeknya.

"Aduh, baby bearnya papa"

"Kok bebi bel, api bebi uin" jawab lirihnya. Taehyung bergerak ke kanan dan kekiri dengan menimang nimang putra kecilnya, setelah beberapa saat dengkuran halus mulai terdengar dari bilah bibir sang anak. Tapi tidak bertahan lama adegan tersebut akibat teriakan Jake dari arah atas.

"Good morning my family!!"

"Astaga kak, ini dedek baru aja mau tidur loh" Acil yang sudah berada di tengah tengah tidur dan bangun tidak jadi tidur karena suara toa kakaknya itu pun hanya melamun di pelukan hangat sang papa.

"Oh iya pinguinnya papa. Nanti para abangmu ada kegiatan di kampus, lalu papa sama mama harus pergi ke luar kota. Tapi mereka pulang setelah 1 jam papa sama mama pergi. Jadi dedek di rumah sendiri bentar ya, ingat jangan main tanpa izin ya sayang" Sunghoon mengangguk lucu.

"Yaudah kita siap siap semua, dan makan makanannya. Habis itu langsung berangkat"

Sekarang tinggal'lah Acil sendirian di mansion besar itu. Seperti bocah pada umunya yang tidak ada kata lelah, Acil berjalan jalan di kebun belakang mansion yang cukup luas.

Dan yah, setiap serunya sudah menghilang pasti berganti dengan gabut. Perasaan itulah yang di rasakan Acil sekarang, ia bahkan sudah mencoba beberapa permainan yang bahkan belum ia mainkan.

Namun tanpa di sangka, salah satu kakaknya pulang dari acara mencari ilmu. Sebenarnya ini sudah jauh dari jam yang di katakan sang papa dan mama, sudah melewati 3 jam yang awalnya cuma 1 jam.

"Dek, kok main sendiri?" pemuda itu turun dari jok motornya dan menghampiri buntelan nasi itu yang sedang duduk di atas lumpur.

"Nda da olang di lumah" Acil masih sibuk sendiri dengan mainannya.

"Ayo masuk dek, kaka hari ini ada kerkom bentar di mall" Kerkom mana yang di mall? ya kerkom berkedok belanja. canda

"ituttt" Acil merentangkan tangan mungilnya.

"Ya, tapi dedek mandi dulu terus nanti ikut kaka" Acil mengangguk antusias.

Setelah siap dengan segalanya. Mereka berdua menaiki mobil Taehyung, karena ga mungkin naik motor dengan bokem yang tidak bisa diam.

"kaka, anti dede mau beli ainan ya" Sang empu hanya mengangguk.

"Tapi jangan banyak banyak ya de, mainan dedek udah banyak di rumah " Acil langsung setuju.

Setibanya di Mall yang di janjikan, mereka berkumpul di tempat makan. Riki datang yang paling terakhir,ya gara gara Acil yang mandinya harus berendam dahulu. mana tidak mau keluar lagi.

"Eh guys, abang abang maaf yak telat. Tadi nih bocil gamau keluar dari air" Semua paham dan mulai belajarnya.

waktu berjalan dengan sangat lambat ketika semua fokus pada urusannya masing masing.

🍒  🎀  𝓑𝓪𝓫𝔂 𝓐𝓬𝓲𝓵  🎀  🍒 Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang