Abang Iceung~

1.3K 114 39
                                        

Setelah kejadian kemarin, Acil sama sekali tidak ingin lepas dari Heeseung. Bahkan ke kamar mandi pun ia akan ikut.

"Bentar ya dek, abang ke kamar mandi dulu. Nanti kalau udah dedek sama abang lagi" bujuk Heeseung, namun Acil tetap tidak mau.

"nda, anti abang inggalin dede"

"Engga kok, janji deh" Acil tetap menggelengkan kepala.

Heeseung dengan berat hari mengajak Acil ke kamar mandi bersamanya.

Setelahnya pun tetap menempel padanya.

Sudah saatnya untuk tidur siang bagi Acil. Btw mereka masih berada di rumah grandma, dan akan menginap untuk beberapa hari.

"Bobok yuk dek" Heeseung mengendong Acil dan membawanya berjalan jalan menuju taman komplek.

Banyak mata yang melihat Heeseung dan Acil. Banyak juga dari mereka yang berpikir kalau Heeseung itu kasihan.

🗣️ Kasihan ya, masih muda udah punya anak.

🗣️ Masa sih, kalau iya mana istrinya?

🗣️ Lah iya, jangan jangan duda lagi?

🗣️ Tapi kalaupun duda cakep juga ya. Duren.

pembicaraan salah dua orang yang melihat Heehoon itu. Padahal mah gatau aja kalau Heeseung masih anak muda gen z dan masih kuliah.

"Dek..." tidak ada sahutan dari mahkluk mungil dalam gendongannya.

Ketika di lihat adik mungilnya itu sudah tertidur pulas dan nyaman dalam pelukan Heeseung. Setelah dirasa Acil tidak akan bangun lagi, ia memutuskan untuk pulang ke rumah grandma.

"Eh abang, dedek udah tidur?" tanya Riki

"Udah ini. Yaudah ya abang mau naro dedek ke kamar" Heeseung melangkah menuju kamar yang ia tempati sedari tadi malam.

Ketika akan meletakkan tubuh Acil, tiba tiba anak itu menggeliat tidak nyaman. Tangan mungil itu dengan cepat menggengam tangan kekar abangnya, tidak membiarkan abangnya pergi dari sisinya.

"Angan pegi" cegah Acil pada abangnya. Heeseung yang tangannya di pegang erat, hanya bisa pasrah dengan keadaan.

Dari siang berganti malam, Acil masih nyaman dengan tidurnya sedangkan Heeseung yang memang tidak bisa pergi pun ikut tertidur di samping Acil sambil memeluk tubuh adiknya.

Heeseung bangun lebih dulu dan beranjak menuju dapur, meninggalkan kamarnya dengan Acil yang masih tertidur.

"Malam semua" jelas suara parau orang khas bangun tidur.

"Malam juga bang, sini duduk makan" ajak Taehyung

"Dedek mana bang?" tanya Jay pada Heeseung yang akan menyuapkan nasi pada mulutnya.

"Masih tidur di kamar" Jawab singkat Heeseung dan kembali menyuapkan nasi ke mulutnya.

"Yaudah, Jay bangunin, ya ma" Jennie mengangguk.

Tibalah di depan kamar yang di tempati oleh Heeseung dan Acil. Jay membuka pintu dengan perlahan.

Dapat dilihat, Acil masih nyenyak tertidur tanpa terlihat ingin bangun. Jay menatap teduh wajah sayu adiknya, namun karena sudah waktunya makan malam, jadi ia harus membangunkan adik kecilnya.

"De... bangun yuk, kita makan malam" Jay menepuk nepuk pantat mungil itu.

"Ndaa...dede acih antuk" Tangannya ia gunakan untuk menyingkirkan tangan besar salah satu kakaknya itu.

"Ayo bangun de, makan nanti lanjut tidur lagi habis makan" Acil yang terpaksa pun bangun, tapi ketika ternyata yang membangunkan bukan orang yang ia harapkan, ia langsung menangis se kencang kencangnya.

🍒  🎀  𝓑𝓪𝓫𝔂 𝓐𝓬𝓲𝓵  🎀  🍒 Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang