Hari ini hari selasa, hari ke dua dalam seminggu namun juga ada yang mengatakan bahwa Selasa adalah hari ke tiga dalam seminggu. Semua itu tergantung seseorang menganggap hari itu hari ke berapa.
Sebagaian banyak orang menganggap hari senin dan Selasa adalah hari yang panjang, dengan segala kesenangan dan kesusahan yang di deritanya hari sebelumnya dan hari ini.
Hal hal itu pastinya dialami oleh semua orang tidak terkecuali.
Dan yap, sekarang inilah yang dialami oleh Kim Taehyung seorang ayah dari 5 anak dengan kasih sayangnya yang ia bagi rata tak terkecuali istrinya.
Namun segala kebaikan dan kasih sayang yang ia berikan mungkin kurang atau hanya di anggap angin lalu oleh orang yang sudah ia anggap rumah dan tempat pulang dikala lelah menyambutnya.
Di tempat yang mereka sebut rumah untuk bernaung dari panas dan hujan. Di tempat inilah suatu bencana terjadi dengan meninggalkan luka yang membekas di hati mereka semua.
Sebelum itu hari ini mungkin diawali dengan hal baik bagi seluruh warga rumah keluarga Kim.
"Paaaaapaaaaa~" Teriak anak kecil dari arah tangga ke pada sang papa yang sedang duduk di kursi single sembari mengesap kopi dari cangkir putih bergambar beruang.
"Iya sayang? kenapa dedek mau apa?" tanya lembut penuh kasih sayang sang papa kepada anaknya.
"Itu kan, gelas beluang dedek" ambeknya.
"Oh, iyakah?" Acil mengangguk ribut.
"Yaudah, papa minta maaf ya dek" Acil tersenyum dan beralih menaiki kaki jenjang Taehyung untuk duduk di pangkuan sang papa.
"Ya, ndak papa ko" Taehyung yang semula tersenyum lebar, kini menatap sang putra bungsu sendu. Tiba tiba saja bilah bibirnya mengatakan pernyataan dengan hal yang sudah pasti jawabannya.
"Dek, dedek sayang papa ngga?" Acil tanpa banyak berfikir langsung mengangguk.
"Iyalah, kan papa itu papanya dede" Taehyung tersenyum. Namun tak terasa suatu air menggenangi pelupuk matanya, hingga air itu tidak bisa ditahan dan turun tanpa di minta.
"Sayang mama juga?" Tentu saja jawabannya sama dengan yang tadi.
"Iya dong" Taehyung senang jika memang sang bungsu ini menyayangi kedua orang tuanya. Namun kenyataan yang akan di beri tahunya mungkin akan mengubah hidup mereka 180 derajat untuk kedepannya.
"Kalau dedek disuruh pilih. Mau ikut mama, atau papa? adek pilih mana?" Acil termangu mendengarkan perkataan sang papa yang tak pernah terpikirkan oleh bocah berumur 6 tahun itu. Sontak kepalanya ia geleng kan dengan ribut sembari terisak kecil.
"Nda, dedek nda bica milih" Taehyung tahu bahwa sang anak bungsunya itu masih terlalu kecil untuk di minta memilih antara dirinya atau sang istri, dan masih terlalu kecil untuk kekurangan kasih sayang dari orang tuannya.
"Harus dong, papa sama mama udah gabisa bersama lagi dek. Kalau di paksain papa takut kamu, kakak kakak, sama papa sakit dari dalam" Acil langsung memeluk sang papa erat.
Di sela tangis pilu kedua orang itu, tiba tiba saja orang yang sejak tadi menjadi topik pembicaraan datang bersama dengan seseorang yang asing bagi Acil. Dengan menggandeng tangan orang itu, Jennie mendekati Acil yang masih memeluk tubuh sang papa.
"Hai sayangnya mama, sini nak" Pinta Jennie pada sang anak.
Acil menggeleng dan mulai berpindah ke belakang tubuh tegap papanya.
"Eh, dedek kok malah sembunyi. Mama mau ngajak dedek jalan jalan loh" Acil kembali menggeleng.
"Nda, mama jahat. Itu siapa?"
"Ini ayah baru kamu sayang, ayo sini kenalan dulu sama ayah" Jennie bergerak menarik kecil tangan sang anak.
"Hiks...ndak..hiks" Acil menarik tangannya kasar.
Taehyung geram dengan sikap Jennie yang mulai berubah semenjak kenal dan berselingkuh dengan rival perusahaannya. Ia menggendong Acil menuju ke pelukannya agar Jennie tidak memaksakan kehendaknya kepada anak mereka.
"Jangan melewati batas Jennie, saya sudah cukup sabar untuk membiarkanmu berselingkuh dan pergi bersamanya!" Dadanya naik turun menanggung emosi yang menggebu gebu di dalam dadanya.
"Sunghoon anak gue juga ya Kim Taehyung!" Seru Jennie menunjuk Acil dalam gendongan Taehyung.
"Ya memang, tapi dahulu. SEBELUM KAMU SELINGKUH DENGAN ORANG INI" Tunjuknya pada seorang lelaki di samping Jennie.
"LO PUNYA MASALAH APA SIH SAMA GUE? GUE BAKAL AMBIL ANAK GUE DARI LO!" Bentaknya pada Taehyung dan mulai pergi meninggalkan kediamannya dahulu ketika masih menjadi bagian keluarga Kim.
Acil yang mendengar bentakan dan pertengkaran orang tuanya itu takut dan bersedih.
"Sayang, hei liat papa dong" Acil masih menyembunyikan wajanya di cekruk leher sang papa pun semakin erat memeluk Taehyung.
.
.
.
Keempat anak Kim Taehyung yang pun pulang setelah dari luar. Ketika mereka masuk, banyak barang yang berserakan di lantai akibat dari Jennie yang melempar beberapa barang sebelum pergi.
Mereka semua kebingungan, setelah beberapa saat mereka terdiam. Salah satu pun membuka suara yang membuat mereka semua panik bukan main.
"Ini rumah kenapa dah. Apa jangan jangan rumah kita kerampokan?"
Mereka berpencar mencari anggota keluarga yang berada di rumah.
"Dedek!" teriak salah satu dari mereka.
Saat semua pintu dan ruangan sudah di buka dan di telusuri. Terdapat satu tempat yang belum mereka buka, yaitu kamar sang papa.
Dan Yap!
Taehyung dan Acil sedang saling berpelukan, berusaha menenangkan sang bayi kecilnya itu.
Disaat semua sudah berkumpul, Taehyung pun menceritakan hal yang membuat Acil nenangis dsn keputusan dirinya untuk menceraikan sang istri.
.
.
.
Hari ini adalah hari yang ditunggu oleh Taehyung dan Jennie, hari dimana ia sudah tak terikat janji pernikahan dengan Jennie.
Di dalam persidangan, Jennie meminta hak asuh atas nama Kim Sunghoon untuk jatuh kepadanya. Bahkan ia berjanji akan memberikan kasih sayang yang selama ini ia berikan untuk Acil menjadi lebih.
Dan dengan segala keindahan dan kebusukan kata yang keluar dari mulut pengacara milik Jennie, akhirnya hak asuh Acil jatuh kepadanya.
Anak anak Taehyung lainya yaitu Heeseung, Jay, jake, dan Riki tidak terima dengan keputusan hakim atas pemberian hak asuh anak.
Hanya Acil yang di minta untuk bersama mama mereka, mereka tidak merasa sedih ketika Jennie hanya menginginkan Acil untuk menjadi anaknya untuk selanjutnya. Mereka tau bahwa ibunya itu sudah berubah, tidak lagi menyayangi Acil seperti sedia kala, yang selalu tanggap dengan tumbuh kembangnya Acil.
Acil hendak di bawa oleh Jennie, namun anak itu menolak dengan menangis dan memeluk kaki jenjang Heeseung dan Taehyung dengan erat.
"Huwaaaa.....nda mau.. hiks" Walaupun sudah dibujuk dengan segala hal, Acil tetap enggan ikut bersama Jennie.
"Biarkan Sunghoon ikut dengan saya 1 hari saja, setelahnya kalian bisa mengambilnya"
TBC....
Oiiii, gimana konfliknya?
Nantikan up selanjutnya yang bakalan gang geng gong
byeeee 🎀🍬
KAMU SEDANG MEMBACA
🍒 🎀 𝓑𝓪𝓫𝔂 𝓐𝓬𝓲𝓵 🎀 🍒
Short StoryKisah kehidupan seorang Acil dengan 4 orang kakak yang posesif padanya. Dan kehidupan sehari-hari Acil dengan para bestihnya.
