Setelah pemeriksaan yang menyeluruh, Acil diperbolehkan untuk kembali pulang. Tetapi masih dalam pengawasan dan pemeriksaan yang rutin.
Taehyung sengaja tidak atau belum memberitahu anak anaknya yang lain, jika Acil mengalami paru paru sobek. Ia hanya mewanti wanti tentang keadaan anaknya bungsunya pada para anak tertuanya. Taehyung tidak ingin anak anaknya, terutama Jay harus merasa bersalah atas kejadian yang menimpa Acil.
Sebenernya Taehyung tahu, bahwa anak bungsunya bisa seperti itu bukan karena tabrakan atau lebih tepatnya tertabrak mobil bombom car namun di pukul oleh seseorang, yang dendam dengan keluarganya. Ia akan mencari pelaku yang sudah membuat Acil menjadi seperti ini.
Ia juga sudah memberi tahu ketiga anak tertuanya yaitu Heeseung, Jay dan Jake. Taehyung juga memberi tahu agar Jay tidak merasa bersalah, karena kejadian ini bukan karenanya.
"Dek...Pulang yu" Taehyung membangunkan anaknya yang tertidur pulas.
"Eugh...pa, dede gabica napac" Suara parau dan menahan sesak Acil, sangat terdengar menyayat hati seorang ayah.
"Bentar ya sayang. Papa panggilin dokter dulu!"
Taehyung segera berlari menuju ruangan Yoongi, melupakan tombol merah diatas ranjang Acil sebagai tombol darurat.
Dengan nafas yang tersengal-sengal, Taehyung mendobrak pintu ruangan Yoongi. Sosok dokter yang sedang menangani pasien itu, kaget dengan dobrakan pintu yang sangat tiba tiba.
"Dok..."
"Iya ada apa!?"
"Itu anak saya, katanya gabisa nafas!" Maklum pertama kalinya Taehyung mengalami salah satu anaknya seperti itu.
"Baik, saya segera kesana. Permisi ya bu, saya harus menangani pasien sebentar" Pinta Yoongi pada pasien di depannya.
Taehyung dan Yoongi pergi menuju ruang rawat Acil, yang jaraknya memang tidaklah jauh dari ruangan dokter. Saat membuka pintu, sudah terdapat 1 orang yang mencoba menenangkan bayi malang itu.
"Tenang dek, tarik nafas lalu buang perlahan" suara orang itu terdengar dengan jelas bahwa ia sedang berada dalam keadaan panik, namun ia harus menenangkan adiknya yang terus menangis.
Mereka yang baru saja memasuki ruang rawat Acil, langsung terkesima dengan sikap tanggap Heeseung sebagai kakak Acil. Ya, Heeseung lah yang menenangkan Acil tadi.
"Gimana? udah enakan?" Tanya Yoongi pada Acil.
Acil yang masih terisak, sedikit mengangguk tanda menyetujuinya.
Semua orang yang berada di ruangan itu, bernafas lega. Yoongi kembali mengecek keadaan Acil. Setelah dipastikan Acil sudah tidak perlu perawatan intensif, Yoongi benar benar sudah memperbolehkan anak itu pulang.
"Makasih ya hyung"
"Santai, kalau check up kesini aja ya"
"Oke, tapi keluarga gw tinggal di Korea"
"Ya sama, gw disini gantiin temen gw yang gabisa kerja sementara waktu, mungkin 2 sampe 3 minggu lagi gw balik ke korea kok"
"Oalah, kapan kapan mampur rumah gw yah hyung"
"Aman, sharelok aja besuk"
Mereka semua akhirnya pulang ke penginapan yang sudah mereka pesan untuk satu bulan lamanya.
Dijalan menuju vila, Acil tak henti hentinya bercanda tawa bersama para kakaknya. Melupakan sakit yang baru saja mendera pada tubuh mungilnya.
"Kaka ikie au nda? klo dede punya mainan balu" Pamer Acil yang mendapat hadiah ulang tahun pada Riki yang sedang mengerutu kesal, bahwasanya ia juga ingin mainan baru.
KAMU SEDANG MEMBACA
🍒 🎀 𝓑𝓪𝓫𝔂 𝓐𝓬𝓲𝓵 🎀 🍒
Short StoryKisah kehidupan seorang Acil dengan 4 orang kakak yang posesif padanya. Dan kehidupan sehari-hari Acil dengan para bestihnya.
