Disaat Acil seorang diri di rumah megah itu, datanglah pahlawan kemalaman. Salah seorang kakak Acil yang sangat di sayangi dan di cintai.
Dengan jalan yang gagah berani, ia berjalan menuju sang adik kecilnya. Yang duduk di karpet ruang tamu dan masih dengan isakan. Bahkan kanan dan kirinya terdapat totebag yang tidak sedikit.
"Loh dedek, kok dirumah sendirian?" Orang itu meletakkan totebag yang ia bawa di meja dan beralih pada sang adik.
Acil yang melihat dan mendengar suara kakaknya, ia mendongak dan menemukan wajah teduh kakaknya. Dengan gerakan kecil, ia langsung merentangkan kedua tangannya guna meminta di gendong.
"Abang...hiks...hiks...dede di inggal cendili" Acil sudah berada di gendongan abangnya dengan tangan yang dikalungkan pada leher jenjang abangnya.
"Emang pada kemana dek?" dengan telaten, abang Acil mengelus punggungnya dengan lembut berusaha menenangkan.
"Nda au, dede adi di inggal lali cama cemua olang...hiks" tangis Acil semakin menyesak.
"Udah de nangisnya ya, nanti dedek sesak nafas"
"Abang..."
"Hmm, apa?"
"Angan inggalin dede ya?!"
"Engga dong, kan dedek punya abang" Akhirnya Acil sudah mulai berhenti menangis setelah di beri kata kata manis.
Beberapa saat kemudian, terdengar suara dengkuran halus dari arah Acil yang masih di gendong oleh abangnya.
"Bang iceung..." igau Acil di sela tidur nyenyak nya.
"Iya, abang di sini dek" Yap, ya g sedari tadi bersama Acil adalah anak tertua keluarga Kim Taehyung.
Heeseung yang heran akan suasana rumahnya pun memutuskan untuk berkeliling mencari keberadaan para keluarganya.
Dapur, ruang keluarga, kamar mandi, kamar masing masing, bahkan halaman belakang pun sudah ia telusuri, seperti mencari harta karun tak berujung.
"Ini pada kemana sih, tumben banget gaada orang di rumah, mana dedek di tinggal sendiri sambil nangis" monolog Heeseung
Dengan segala kecerdasan dan akal sehatnya, ia memutuskan untuk menelepon salah satu keluarga. Buat apa punya hp tapi tidak di gunakan dengan baik.
Dipencetlah salah satu nomor keluarganya yang berada paling atas. Riki. Anak itulah yang terakhir ia hubungi.
[Halo rik]
[Halo bang, knp?]
[Ini pada kemana? kok rumah kosong?]
[Loh kita kan dirumah oma, bukannya abang tadi ikut bareng kita ya?]
[Loh engga ya, abang baru aja pulang dari luar kota. Kan ada kegiatan kampus ke luar kota, dan baru aja abang sampe rumah]
[Loh, bukannya abang harusnya pulang kemarin ya? tapi tadi aku liat langsung, abang ikut lari di belakangnya kak Jake]
[Ngaco ah kamu, abang baru aja pulang ini. Emang harusnya kemarin, tapi gajadi karena kendala sama cuaca waktu mau naik pesawat]
[Terus yang tadi pulang sekolah sama lari bareng keluarga kita siapa bang?]
[Ya nggak tau lah]
[Jangan jangan, temenya dedek]
[Maksud?]
[Nanti aja ku jelasin dirumah oma]
KAMU SEDANG MEMBACA
🍒 🎀 𝓑𝓪𝓫𝔂 𝓐𝓬𝓲𝓵 🎀 🍒
Kısa HikayeKisah kehidupan seorang Acil dengan 4 orang kakak yang posesif padanya. Dan kehidupan sehari-hari Acil dengan para bestihnya.
