Typo tanyai
§
'Kenapa bersamamu sesakit ini, raden.' batin mala dengan tatapan lurus kedepan
Saat ini keduanya tenga berada di taxi, mala tak bersuara wanita itu sibuk dengan pikirannya sendiri.
"Kei gak mau punya papa lagi.." ucap kei setelah melihat raden bersama seorang wanita membuat mala tersadar dari lamunannya
"Mama kita pulang london aja, kei gak mau disini lagi papa jahat." Ucap gadis kecil itu.
"Sutt, gaboleh ngomong gitu.." tutur mala
"Papa jahat mama, papa sama cewek lain padahal ada kita disana kenapa papa gak deket kita." Titah kei
Yah, tadi mereka bertemu dihalte namun raden tak menyapa atau menegur mereka. Laki-laki itu hanya melintas melewati mereka bagaimana gadis kecil itu tak marah coba?
"Mungkin papa gak liat kita." Ujar mala yang masih menenangkan gadis kecil itu agar tak membenci papanya
"Enggak ma, papa tadi liat kei kok tapi papa pura-pura gak liat. Papa jahat kei gak mau punya papa lagi.." ujar kei dengan bersedekap dada
"Huff." Mala menghela nafas panjang jika sudah begini maka sangat susah membujuk putrinya itu
"Yasudah nanti kalo papa pulang kita tanya'in langsung sama dia biar gak salah paham lagi." Titah rakha
Mobil yang membawa mereka akhirnya berhenti ditempat tujuan mala dengan cepat mala mengajak putrinya itu masuk kedalam rumah karena cuaca saat ini gerimis takutnya nanti putrinya jatuh demam.
"Kei mau makan? Biar mama ambilin." Titah mala yang dibalas gelengan oleh sang empuh
"Kei mau tidur aja!" Ujar gadis kecil itu
Gadis kecil itu melangkah pergi dari sana membuat mala menghela nafas berat, ia tau putri kecilnya itu tenga kecewa pada papanya sebenarnya mala juga kecewa pada raden yang bagaikan orang asing jika bertemu diluar.
"Untuk saat ini izinkan kami bersama tuhan.. jika aku lelah, aku akan pergi dengan sendirinya." Gungam mala
02:30
Mala terbangun dari tidurnya kala tenggorokannya terasa sangat kering, wanita itu memandang sendu sampingnya kala tak mendapati suaminya.
"Belum pulang?"
Mala beranjak dari posisinya ia mengurungkan niatnya untuk minum ia lebih memilih untuk mengambil wuduh, menunaikan sholat malam.
"Aamiin.." ucap wanita itu setelah selesai sholat dan memanjatkan doa pada sang pencipta.
Ceklek.
Mala yang masih berada di atas sajadah menoleh arah pintu yang kini terbuka, dapat mala sang pelaku ialah suaminya.
"Baru pulang?"
"Maaf." Cicit raden sembari tiduran diatas pangkuan mala yang kini masih berada diatas sajadah
Mala tak menjawab membuat raden mendongak menatap manik mata indah milik istrinya. "Kamu marah?"
"Enggak." Jawab mala singkat
"Maaf soal tadi siang.." titah raden
"Tidak apa, aku tau tidak cuma aku yang berada dihatimu. Aku yang harusnya meminta maaf sudah masuk kembali kedalam hidupmu dan merusak rencanamu bersama gadismu." Tutur mala
Raden menggeleng, menyangkal hal tersebut. Dengan cepat raden membenari posisinya menjadi duduk menghadap wanita yang sangat ia cintai itu.
"Tidak, cuma kamu yang ada dihatiku la. Percaya sama aku! Detak jantung ini hanya didekatmu berdetak tak beratur. Aku cuma cinta sama kamu la soal chelsea aku hanya terpaksa berpacaran sama dia." Jelas raden
KAMU SEDANG MEMBACA
Mala Dan Dunianya
RomanceSeorang gadis cantik yang terlahir dengan kelebihan yang ia milikih harus mampu bertahan hidup dengan caci makian orang-orang sekitarnya. Terlahir dengan kelebihan bukan maunya mala ia juga ingin hidup normal, layaknya manusia biasanya namun apalah...
