"Stop chelsea, plis.. jangan gini. Hubungan kita cukup sampai disini, lo tau 'kan kalo gue punya istri dan anak?"
"Tapi Raden—"
Raden tak menghiraukan ucapan Chelsea lagi, dirinya langsung pergi dari sana dan kembali ke mall tempat dimana anak dan istrinya ia tinggalkan.
Ketika sampai di mall, Raden tak mendapati istrinya disana. Kemana anak dan istrinya? Apa mereka sudah pulang mengingat saat ini sudah pukul 8 malam
Huft!
Raden kembali menjalankan mobilnya menuju rumah, namun ketika sampai dirumah dirinya juga tak mendapati anak dan istrinya di dalam rumah.
"MALA.. KEI.. KALIAN DIMANA!" Pekik Raden membuat beberapa asisten rumau tangga menghampirinya
"Ada apa tuan?"
"Kalian tau dimana anak dan istriku, bik?"
"Maaf tuan, nyonya muda sama non kei belum kembali.. bukannya tadi pagi mereka pergi bersama tuan?"
Deg.
Penuturan yang barusan Raden dengan benar-benar membuatnya terkejut, jadi Mala dan kei belum juga kembali? Kemana perginya mereka?
'Dritt.. Dtitt..'
"Mama.." Gungam Raden membaca nama kontak yang menelponnya, tanpa berlama-lama Raden langsung menerima panggilan telpon tersebut.
"Hallo ma, kenapa?"
["Kerumah sakit sekarang."]' ucap seseorang disebrang yang tak lain ialah mamanya sendiri, erika.
"Ada apa ma? Kenapa mama suruh Raden kerumah sakit?"
["Jangan banyak tanya Raden, cepat kerumah sakit sekarang juga!"]
"I—iya ma, Raden ke sana sekarang juga."
Tutt..
Sambungan terputus membuat Raden langsung bergegas meninggalkan rumahnya, walau masih bingung namun ada yang mengganjal di hati Raden. Perasaan deg-degan kini menghampirinya, entah apa yang sebenarnya terjadi namun perasaannya benar-benar cemas seketika ia teringat akan anak dan istrinya.
"Apa ini semua ada sangkut pautnya sama mala dan kei?" Gungam Raden. "Semoga apa yang ku pikirkan saat ini tidak lah benar.."
Raden membawa mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata hingga tak membutuhkan waktu lama ia sampai dirumah sakit, ia berlari di kolidor runay sakit menuju ruang mamanya.
Ceklek!
"Mama.." ucap Raden. "Loh kok gak ada?"
Baru saja Raden hendak keluar ruangan namun mamanya lebih dulu datang, Raden mengerutkan jidatnya kala melihat wajah mamanya sembab.
"Mama kenapa—"
Plak.
Ucapan Raden terhenti kala sebuah tamparan mendarat di wajahnya, Raden tercengang dirinya tak tau kenapa mamanya secara tiba-tiba menamparnya.
"Apa yang kamu lakukan Raden?" Ucap Erika dengan napas naik turun
"Apa yang Raden lakukan ma? Apa maksud mama Raden gak mengerti?"
"Suami macam apaan kamu ini HAH? anak dan istri celaka dan kamu malah berduaan dengan wanita lain."
Deg.
"Ma—maksud mama.."
"Mala kecelakaan Raden, mala kecelakaan.. mama kecewa sama kamu.." Kala itu juga tubuh Erika merosot kelantai
KAMU SEDANG MEMBACA
Mala Dan Dunianya
عاطفيّةSeorang gadis cantik yang terlahir dengan kelebihan yang ia milikih harus mampu bertahan hidup dengan caci makian orang-orang sekitarnya. Terlahir dengan kelebihan bukan maunya mala ia juga ingin hidup normal, layaknya manusia biasanya namun apalah...
