Raden dan Mala menikmati sore hari yang indah di atas jet ski. Mala memeluk Raden erat-erat, merasakan kebebasan dan kegembiraan saat suaminya mengendarai jet ski dengan kecepatan tinggi. Air laut naik ke atas, menyiramkan percikan air yang menyegarkan di wajahnya. Ia tidak bisa menahan senyumnya, merentangkan tangannya ke samping, dan menikmati momen kebersamaan dengan sang suami.
"Huhhh" seru Mala membuat Raden yang tenga mengemudia tersenyum
Angin laut berhembus lembut, menerpa permukaan kulit Mala yang kini tenga memejamkan matanya. Raden mempercepat jet ski, membuat Mala tertawa dan berteriak dengan gembira.
Mala kembali duduk dan memeluk Raden lebih erat, merasakan adrenalin yang meningkat. Raden dan Mala menikmati momen ini, menikmati kebersamaan dan keindahan alam sekitar. Mereka berdua merasa bahagia dan puas, menikmati sore hari yang indah di atas jet ski.
Cukup lama mereka berada di tenga-tenga pantai, kini mereka memutuskan untuk kembali kepenginapan. Seharian ini mereka habiskan untuk bermain-main di pantai.
"Kalo Kei ikut pasti dia senang banget.." ucap Mala yang kini tenga mengeringkan rambutnya.
"Lain kali kita aja Kei jalan-jalannya, tapi buat kali ini waktu kita berdua." Raden memeluk Mala dari belakang, tangannya melingkari pinggang istrinya dengan erat. Ia menghirup aroma rambut Mala yang masih basah, merasa nyaman dengan keharuman yang menyegarkan.
"Kamu gak mau mandi dulu?" Ucap Mala
"Mandi, tapi bentar lagi masih mau peluk kamu.."
Mala tersenyum mendengar penuturan suaminya, tangannya terangkat mengusap pucuk kepala suminya. "Mandi gih, bentar lagi kita makan malem."
"Setelah makan malem?"
"Tidur," ucap Mala membuat wajah sang empuh cemberut.
"Kamu lupa niat kita kesini mau apa, sayang?" Mala tak menanggapi ucapan suaminya itu lagi, wanita itu langsung meninggalkan kamar membuat Raden bergegas ke kamar mandi.
Mala berjalan menuju tempat makan di hotel, ia lebih dulu pergi ke sana karena Raden masih mandi. Saat berjalan, Mala tidak sengaja bertemu dengan teman bekerjanya di london. Mereka berdua langsung mengobrol dengan hangat, tertawa dan mengenang kenangan lama.
Raden yang melihat dari kejauhan merasa tak suka, ia melihat Mala yang sangat akrab dengan seorang pria entah siapa pria itu Raden tak mengenalinya. Cemburu? Jelas saja Raden cemburu apalagi ketika ia melihat pria itu menyentuh tangan istrinya membuatnya seketika mempercepat langkahnya menuju tempat Mala berada.
"Ehmm," Deheman keras yang Raden keluarkan membuat kedua manusia yang tenga bercakap-cakap itu seketika menoleh.
"Selesai mandinya? Cepet banget," ucap Mala
"Sengaja cepet-cepet biar kamu gak ada waktu buat selingkuh.." ucap Raden membuat Mala cengoh. "Ayo pindah meja makan aja," sambungnya
"Disini aja den, lagian aku juga udah pesen makanan buat kita." Titah Mala. "Oiya aku juga mau kenalin kamu sama seseorang.." lanjutnya
"Makasih gak minat," ketus Raden dengan raut wajah judesnya
"Raden jangan gitu dong, dia temenku.." bisik Mala
"Kamu temenan sama cowok?"
"Iya kenapa?"
Raden menangkup wajah Mala sembaru berkata. "Gak ada namanya pertemanan cewek sama cowok kalo enggak ceweknya yang baper ya cowoknya yang baper." Ucap Raden membuat Mala segera menyangkalnya
"Ada kok, buktinya aku sama kak Arjun." Ucap Mala. "Kak Arjun ini benar-benar berjasa den, dia sama istrinya bener-bener baik. Aku suka titip kei sama istrinya kak Arjun.."
KAMU SEDANG MEMBACA
Mala Dan Dunianya
RomanceSeorang gadis cantik yang terlahir dengan kelebihan yang ia milikih harus mampu bertahan hidup dengan caci makian orang-orang sekitarnya. Terlahir dengan kelebihan bukan maunya mala ia juga ingin hidup normal, layaknya manusia biasanya namun apalah...
