Aku menghela nafasku yang kesekian kali selama aku berada di lokasi shooting kali ini. Mau di iDea ataupun di Bigsmall, kenapa harus bertemu sama si demit bercepol ini terus sih?
"Kamu sudah makan, Yas?" tanya Mas Gama yang baru datang bersama Mas Ekky yang menggendong Kyza.
"Sudah tadi Mas bareng-bareng sama yang lain. Kyza kenapa, Mas Ekky?"
"Ngambek ditinggal Sara."
"Lho memang Kak Sara ke mana, Mas?"
"Balik kantor dulu sebentar karena ada meeting sama Mbak Niana. Makanya Kyza nggak diajak."
"Sama Onty Ayas yuk, Za."
Kyza malah semakin mengeratkan pelukannya yang melingkar di leher Mas Ekky.
"Sama Om Gama yang ganteng gini aja dia nggak mau, Yas."
Kalo aku sih mau banget kok sama Om Gama. Duh kan.
"Gue briefing anak-anak dulu ya buat pengambilan gambar selanjutnya." ucap Mas Ekky kemudian berlalu meninggalkanku dan Mas Gama.
Mas Ekky ini Director of Photography atau sebutan kerennya DOP sejak awal dia bergabung di Bigsmall bertahun-tahun silam. Hasil karya yang keren-keren milik Bigsmall ya berasal dari tangan dingin dan mata tajamnya Mas Ekky ini. Dia selalu berhasil memvisualisasikan apa yang tergambar di storyboard dengan sempurna.
"You okay?" tanya Mas Gama. "Kelihatan pucat gitu, Yas." sambungnya sambil menatapku penuh perhatian.
"I'm okay, Mas. Mas Gama sudah makan?"
Dia mengangguk lalu mengulurkan tangannya dan memegang dahiku.
"Masih agak demam. Kamu beneran sudah sembuh?"
"Sudah feeling better kok, Mas. Masih agak lemas sedikit tapi aman."
"Kalau capek istirahat dulu aja, Yas. Jangan dipaksain okay?"
Aku mengangguk. Kemarin aku memang sempat demam tiga hari. Karena sudah merasa lebih baik, hari ini aku memutuskan untuk datang ke lokasi.
"Obat demam sama vitaminnya masih ada juga kan?"
Lagi aku mengangguk, "tadi habis makan juga aku minum kok, Mas."
"Good. Kalau ngerasa drop lagi, call me."
Duh Mas Gama, perhatian kamu ini bikin aku dag-dig-dug tau.
"Kok diem? Call me whenever you feel not okay. Ya?"
Sambil tersipu, aku menganggukkan kepalaku.
"Yas, dipanggil Mas Mony ya di ruang rias." ucap salah satu crew Bigsmall yang langsung menghilang lagi setelah menyampaikan pesannya padaku.
"Aku masuk dulu ya, Mas Gama."
---//---
Sesampainya di ruang rias, aku disambut oleh keriuhan tim wardrobe dan juga tim make up. Di pojok ruangan, Mas Mony sedang berdiri menghadap ke arah pintu tempatku berdiri.
"Yas, come here!" serunya. Membuatku berjalan secepat mungkin ke arahnya.
"Kenapa, Mas?"
"Pakai lipstik ini. Bantuin gue." titahnya sambil menyerahkan sebuah lipstik berwarna merah merona.
Tanpa bertanya, aku langsung memakainya di bibirku.
"Jadi gimana, Mas Mon?"
Suara itu. Aku langsung malas menengok ke arah suara.
