"ada yang aneh"
"Aneh apanya?"
"Nggak papa"
"Lo tuh yang aneh.."
Samar-samar andra mendengar percakapan dua gadis itu dan tidak sengaja melihat agatha melirik ke arahnya.
Ketika memasuki pintu kelas, andra langsung di suguhi oleh pemandangan yang menurutnya sangat manis. Melihat agatha tersenyum dengan senyuman yang selalu membuatnya merindukan sosok gadis itu. Hingga ia tidak bisa menahan dirinya, dan dengan begitu pelan mengusap rambut gadis itu untuk sedikit mengobati rindunya.
Namun tampaknya agatha menyadari itu, hingga ia langsung menoleh dan berakhir dengan melirik ke arahnya.
Sebenarnya ia sungguh tidak tahan seperti ini, tidak tahan jauh dari gadis Yang bahkan hanya dengan melihat senyumnya saja sudah membuat andra ingin memeluknya.
Namun ia takut, takut kalau agatha juga akan ia perlakuan seperti mantan-mantannya yang lain. Memacarinya lalu meninggalkannya begitu saja setelah bosan. Ia tidak ingin itu terjadi, karena agatha terlalu istimewa, dia gadis yang terlalu baik untuk disakiti.
Oleh karena itu, ia berusaha untuk menjauhi gadis itu sementara. Untuk melihat apakah perasaan cintanya benar-benar ada atau hanya obsesi semata.
Sudah hampir enam bulan ia tidak bertegur sapa dengan agatha dan selama itu pula ia tidak pernah bisa tertarik dengan gadis lain lagi. Yang ada di otaknya Hanya agatha, agatha dan agatha.
Apakah ini pertanda bahwa ia memang mencintai agatha? Tidak seperti apa yang ia takutkan selama ini.
**
"Kalo cinta yaa tembak Broo.. lo kok jadi berubah gini sih.." iqbal salah satu teman andra tampak gemas dengan anak laki-laki itu. "Dulu aja.. mbak-mbak Yakult lo tembak.. lah sekarang, cewek cantik di depan mata lo biarin nganggur. Di ambil orang baru tau rasa lo!"
"Dulu dia pernah nolak gue bal.. gue takut dia ngasih jawaban yang sama.. apalagi ini gue udah lama banget los contact sama dia.. dan itu semua gue yang mulai"
"Itu kan dulu.. sekarang kali aja udah beda. Mana tau dia juga nungguin lo.."
Andra tampak berfikir sejenak sambil memainkan jarinya. Omongan Iqbal memang ada benarnya. Tapi bagaimana jika agatha menolaknya lagi.
"Ntar deh gue pikirin lagi.. " kata andra lalu bangkit dan berjalan menjauh dari iqbal yang tampak masih asik menikmati semangkuk bakso di kantin sekolah.
"Mau kemana lo?"
"Balik ke kelas.."
"Lah terus ini yang bayar siapa?"
"Bayar sendiri lah.. "
"Tadi katanya mau traktir.."
"Nggak jadi.." kata andra Santai lalu meninggalkan anak laki-laki yang tampak memberengut kesal itu.
Perlahan ia berjalan di koridor sekolah, melewati beberapa kelas yang tampak kosong, mungkin karena ini adalah jam istirahat, jadi sebagian besar siswa menghabiskan waktunya diluar kelas.
Setelah berjalan beberapa langkah, tidak sengaja pandangannya menangkap sosok gadis mungil yang berjalan sambil membaca buku tidak jauh darinya. Dan langsung saja andra tampak tersenyum melihatnya.
Namun dari arah berlawanan, dua anak laki-laki tampak saling berkejaran. Hingga akhirnya tanpa sengaja menyenggol gadis itu dan membuat buku yang ada di tangannya terjatuh. Dan spontan andra pun langsung menghampiri dan mengambil buku yang terjatuh.
KAMU SEDANG MEMBACA
RUMAH SINGGAH
Teen FictionKisah seorang badboy tampan bernama andra arkana (andra) yang mengejar cinta seorang gadis cantik, pintar namun dingin dan cuek agatha lillyana (agatha). "Tidak perduli dengan banyaknya perempuan cantik yang ada di sekelilingku. Namun entah mengapa...
